Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin booster Covid-19 kepada warga di Polsek Jagakarsa, Jakarta, Jumat (17/6/2022). | Republika/Thoudy Badai

Nasional

05 Jul 2022, 03:45 WIB

Jokowi: Tingkatkan Booster

Ketum IDI mengatakan vaksin masih diperlukan sebagai perlindungan.

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, kenaikan kasus Covid-19 harian per 3 Juli kemarin tercatat mencapai 1.614 kasus. Gelombang kasus BA.4 dan BA.5 kali ini pun diprediksi akan mencapai puncak kasus pada pekan kedua atau ketiga Juli.

Kendati demikian, kata dia, cakupan vaksinasi booster Covid-19 nasional masih sangat lambat, yakni baru mencapai 24,5 persen. Karena itu, Jokowi menginstruksikan Kapolri, Panglima TNI, Kementerian Kesehatan, dan juga BNPB agar terus meningkatkan vaksinasi booster di masyarakat.

“Saya kira ini terus kita dorong, saya minta Kapolri, Panglima TNI, dan juga Kemenkes dan BNPB untuk mendorong terus agar vaksinasi booster bisa dilakukan terutama di kota-kota yang memiliki interaksi antar masyarakatnya tinggi,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas evaluasi PPKM di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (4/7).

photo
Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin booster Covid-19 kepada warga di Polsek Jagakarsa, Jakarta, Jumat (17/6/2022). - (Republika/Thoudy Badai)

Selain itu, ia juga meminta agar penerapan protokol kesehatan kembali digaungkan di masyarakat. Upaya ini, kata dia, penting dilakukan untuk mengendalikan peningkatan kasus agar tak mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi saat ini.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia melakukan vaksinasi booster, Presiden Jokowi pun meminta jajarannya agar menggunakan pendekatan sosial yang inovatif. Salah satunya yakni dengan menjadikan vaksinasi booster sebagai syarat untuk masuk ke pusat perbelanjaan, seperti mal.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto juga menambahkan, Satgas Covid-19 telah menerbitkan Surat Edaran untuk kegiatan di tempat keramaian, yakni dengan mewajibkan vaksinasi dosis ketiga. Selain itu, lanjutnya, Presiden juga mengingatkan agar penggunaan aplikasi PeduliLindungi kembali diperketat.

“Jadi ini yang harus ditingkatkan lagi karena tadi diingatkan beberapa negara masih tinggi, jadi pandemi belum usai,” kata Airlangga.

Airlangga mengatakan, dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo hari ini, presiden meminta peningkatan jumlah vaksinasi dosis satu, dua dan ketiga. Dia mengatakan, untuk capaian vaksinasi di luar Jawa Bali yang masih di bawah 50 persen dosis kedua adalah Maluku, Papua Barat dan Papua.

Khusus untuk vaksinasi dosis ketiga, Presiden meminta di bandara untuk disiapkan vaksinasi booster kepada masyarakat. "Jadi tadi arahan Bapak Presiden untuk di airport juga disiapkan untuk vaksinasi dosis ketiga,” ujar Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu.

Saat ini diketahui kewajiban vaksinasi booster berlaku untuk penyelenggaraan acara besar dengan peserta melebihi 1.000 orang khususnya peserta di atas 18 tahun. Sedangkan untuk peserta acara besar usia 6-17 tahun diwajibkan telah divaksinasi dosis lengkap.

Sedangkan untuk perjalanan dalam negeri, kewajiban vaksinasi lengkap atau booster masih berlaku untuk pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) antar daerah yang ingin bebas tes Covid-19.

photo
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin dosis ketiga kepada warga di Denpasar, Bali, Selasa (14/6/2022). Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengimbau masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau penguat (booster) sebagai antisipasi penyebaran COVID-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. - (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa.)

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) M Adib Khumaidi mengatakan selama terdapat potensi kasus Covid-19, maka vaksin akan diperlukan sebagai salah satu langkah perlindungan. Ini di saat pemerintah menjadikan vaksin booster sebagai salah satu syarat untuk masyarakat menghadiri kegiatan keramaian.

"Maka pada saat potensi itu masih ada, pada saat kemudian kasus itu masih ada, maka salah satu upaya perlindungannya itu tentunya selain protokol kesehatan, itu adalah vaksin," kata Adib.

Merespons pertanyaan apakah vaksin Covid-19 dapat menjadi bagian program vaksin rutin, dia menjelaskan, vaksin Covid-19 merupakan salah satu suatu upaya perlindungan dari penyakit yang menyerang sistem pernapasan tersebut. Sama seperti vaksin lainnya seperti contohnya vaksin hepatitis dan meningitis, tuturnya.

"Saya kira ini akan juga nanti kita sambil melihat perkembangan yang terjadi, termasuk juga kemungkinan masih ada munculnya beberapa kasus yang akan terjadi terkait dengan Covid-19 maka bukan tidak mungkin vaksin ini akan menjadi suatu upaya untuk kemudian menjadi rutin dalam suatu periode tertentu," kata Adib.

Mendata ulang

Sementara, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah akan kembali melakukan serosurvey mulai Senin (4/7) ini. Serosurvey kembali dilakukan agar pemerintah bisa mengambil kebijakan yang tepat terkait protokol kesehatan dan vaksinasi terutama menjelang HUT kemerdekaan RI pada Agustus nanti.

 “Pesannya adalah tetap jalankan prokes terutama terkait masker dan percepat juga boosternya agar antibody kita tetap tinggi,” kata Budi.

Dia menyampaikan, dominasi varian Covid-19 BA.4 dan BA.5 di Indonesia saat ini tercatat sudah lebih dari 80 persen dari hasil genome sequence. Bahkan di Jakarta, dominasi varian ini sudah mencapai 100 persen. Ia menyebut, puncak gelombang kasus pun akan tercapai jika dominasi satu varian sudah tinggi. ';

Ikhtiar Menjemput Jamaah di Tengah Laju Kendaraan

Mashuri dan para petugas transportasi harus menahan diri untuk membantu penyeberangan.

SELENGKAPNYA

Protokol Idul Adha Saat Wabah PMK

Harus ada karantina ternak untuk lalu lintas ternak antarpulau dan zona merah.

SELENGKAPNYA

Menuju Puncak Haji

Berbagai persiapan sudah mulai dilakukan untuk menyambut para jamaah haji.

SELENGKAPNYA
×