Karyawan PTPN II menggunakan alat berat untuk menggiling tebu di pabrik gula PTPN II Sei Semayang saat dioperasikan kembali, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Selasa (25/2/2020). Pabrik gula yang sempat berhenti selama lima tahun itu kini kembali dio | SEPTIANDA PERDANA/ANTARA FOTO

Ekonomi

14 Jun 2022, 05:14 WIB

PTPN Catat Kenaikan Penjualan 

Holding PTPN III dapat memainkan peran inti korporasi yang lebih aktif.

JAKARTA -- Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus menjaga tren positif kinerja perseroan yang semakin membaik. PTPN mencatatkan peningkatan total penjualan sebesar Rp 18,02 triliun pada kuartal I 2022 atau naik 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Pada kuartal I 2022, PTPN mencatatkan peningkatan total penjualan sebesar Rp 18,02 triliun atau naik 35 persen dari tahun lalu," kata Sekretariat Perusahaan Holding PTPN III Bambang Agustian kepada Republika, Senin (13/6).

PTPN III juga mencatat laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) operasiomal sebesar Rp 5,64 triliun atau naik 57 persen dari tahun lalu. PTPN III juga berhasil mendapatkan laba bersih sebesar Rp 2,96 triliun pada kuartal I 2022 atau naik 461 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Bambang mengatakan, pertumbuhan kinerja perusahaan yang signifikan tersebut dilatarbelakangi oleh proses transformasi PTPN III sejak 2020. "Ini juga karena dukungan dari pemegang saham yang membawa PTPN III menuju trek yang benar," kata Bambang.

Bambang menilai, perubahan strategic holding menjadi operating holding merupakan inistiatif strategi yang memberikan perubahan secara fundamental. Menurut dia, Holding PTPN III dapat memainkan peran inti korporasi yang lebih aktif, termasuk kegiatan pemasaran dan interaksi dengan stakeholder.

Bambang menjelaskan, hal tersebut merupakan dampak dari bangkitnya sinergitas yang menumbuhkan pooling power dan efisiensi di PTPN Group. Pertumbuhan kinerja perseroan juga terjadi karena adanya upaya-upaya yang dilakukan melalui strategi perusahaan yang terdiri atas tiga pilar pertumbuhan dan dua pilar pendukung.

"Pilar ini yaitu optimalisasi portfolio and operational excellence, commercial excellence, dan ekspansi hilir, optimalisasi aset dan kemitraan strategis, pengembangan Kapabilitas Budaya, dan peningkatan sistem dan teknologi," kata Bambang menambahkan. 

Holding PTPN III memasang target pendapatan pada kuartal II 2022 senilai Rp 43,46 triliun dengan laba bersih Rp 2309 triliun dan EBITDA operasional Rp 8,43 triliun. Bambang mengatakan, untuk mencapai target tersebut, perusahaan sudah memasang strategi dan langkah untuk dilakukan.

"Untuk mencapai target tersebut, PTPN III terus melakukan upaya-upaya perbaikan untuk peningkatan produktivitas dan efisiensi melalui program transformasi EBITDA," kata Bambang.

Bambang menjelaskan, pada tahun ini terdapat beberapa tugas besar yang menjadi tantangan dan harus dihadapi PTPN Group. Pertama, yakni ketersediaan dan tinggginya harga pupuk. Bambang mengungkapkan, untuk mengatasi persoalan ketersediaan dan tingginya harga pupuk, harus diantisipasi dengan beberapa langkah.

"Yang harus dilakukan dengan melakukan tender pengadaan pupuk pada awal waktu, mengeksplorasi substitusi pupuk, meningkatkan efisiensi pemupukan melalui penerapan teknologi, serta menjalin kerja sama dengan produsen pupuk, misalnya Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC)," ujar Bambang.

photo
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Mohammad Abdul Ghani (kedua kiri) didampingi Bupati Batang Wihaji (kedua kanan) bersiap menanam tebu saat Penanaman Tebu Perdana di Desa Kuripan, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (1/4/2022). PT Perkebunan Nusantara (PTPN) menargetkan produksi gula pada 2022 sebesar 1,1 juta ton dan pada 2025 sebesar 1,8 juta ton gula dengan kebutuhan gula nasional sebesar 3,5 ton dimana 60 persen kebutuhan gula nasional akan diproduksi oleh PTPN. - (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)

Selain persoalan tersebut, PTPN Group juga harus dihadapkan dengan tantangan izin ekspor crude palm oil (CPO). Bambang mengatakan, penetapan kebijakan pelarangaan ekspor CPO pada awal 2022 berdampak pada penurunan penjualan CPO dan semakin menipisnya stok tangki timbun PTPN.

Bambang menambahkan, PTPN juga harus menghadapi fluktuatif harga komoditas. Bambang mengungkapkan harga komoditas yang fluktuatif menuntut pelaku industri untuk beroperasi dengan produktivitas tertinggi dan harga pokok terendah.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta PTPN mampu mewujudkan swasembada gula pasir putih pada 2024. "Saya sudah diskusi dengan jajaran direksi PTPN Holding untuk bisa mewujudkan swasembada gula putih konsumsi pada 2024, dan manajemen menyatakan sanggup. Kami yakin bisa terjadi karena potensi ini sangat besar," kata Erick.

Erick mengatakan, dengan adanya potensi tersebut, telah ditugaskan kepada PTPN untuk melibatkan petani tebu guna mewujudkan swasembada gula pasir. "Keterlibatan petani tebu menjadi salah satu bagian penting untuk mewujudkan misi pemerintah guna membantu menjaga kesejahteraan masyarakat," ujar Erick menambahkan.

Erick melanjutkan, keterlibatan petani tebu dalam mewujudkan swasembada gula putih akan dilakukan dengan menggunakan pola kemitraan. Pola itu menjadi pola yang paling menguntungkan petani.  ';

Badan Pangan Siapkan Intervensi Harga

Distribusi gratis dilakukan dengan bersinergi bersama Kementan hingga asosiasi.   

SELENGKAPNYA

Jamaah Ditempatkan Berdasarkan Zonasi

Jamaah haji gelombang pertama dari Madinah ditempatkan di Makkah berdasarkan sistem zonasi.

SELENGKAPNYA

‘Jangan Gegabah Menangani Pengalihan Honorer’

Penghapusan tenaga honorer di instansi pemda tidak bisa dilakukan secepatnya pada 2023 dan diseragamkan waktunya.

SELENGKAPNYA
×