Warga mengantre untuk mencoba restoran siap saji baru yang menggantikan warung McDonald | AP Photo/Dmitry Serebryakov

Kisah Mancanegara

14 Jun 2022, 03:45 WIB

Ketika Lengkung Kuning McDonald's Raib di Rusia

McDonald's menjual semua restorannya setelah beroperasi di Rusia selama lebih dari 30 tahun, menyusul invasi Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari.

OLEH RIZKY JARAMAYA

Era baru untuk makanan cepat saji Rusia dimulai pada Ahad (12/6), ketika restoran McDonald's di Moskow dibuka dengan nama baru. Di bawah kepemilikan Rusia, McDonald's berubah menjadi "Vkusno & tochka" atau "Tasty & that's it".

McDonald's pertama kali dibuka di Moskow tiga dekade lalu, sebagai pencairan simbolis antara Timur dan Barat. Namun, McDonald's akhirnya menjadi salah satu perusahaan global terbesar yang meninggalkan Rusia. Maka, simbol hurup M melengkung warna kuning itu tak lagi ada di negeri itu.

McDonald's menjual semua restorannya setelah beroperasi di Rusia selama lebih dari 30 tahun, menyusul invasi Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari. Krisis kemanusiaan di Ukraina membuat McDonald's memutuskan mereka tak bisa lagi berbisnis di negara tersebut.

photo
Ratusan orang mengantre saat pembukaan perdana restoran McDonalds di Alun-Alun Pushkin, Moskow, pada 31 Januari 1990. Pembukaan gerai cepat saji itu menyusul runtuhnya Uni Soviet kala itu. - (Alexander Zemlianichenko/AP)

Pada Ahad (12/6), puluhan orang mengantre di luar gerai yang dulunya adalah restoran andalan McDonald's di pusat Kota Moskow. Kini, gerai ini memakai logo baru dengan slogan, "The name changes, love stays".

Antrean dalam pembukaan gerai baru restoran cepat saji tersebut, jauh lebih sedikit ketimbang ribuan orang yang memadati pembukaan McDonald's pada tahun 1990 selama era Soviet.

Menu andalan McDonald's yaitu Big Mac tidak dapat ditemui di Vkusno & tochka. Namun, gerai baru ini menjual burger dengan harga yang lebih murah ketimbang burger McDonald's. Misalnya saja, cheeseburger dijual seharga 129 rubel dibandingkan dengan cheeseburger McDonald's sekitar 160 rubel.

Manajer Kualitas Vkusno & tochka Alexander Merkulov mengatakan, komposisi burger tidak berubah. Resto baru ini, katanya, masih menggunakan peralatan milik McDonald's yang ditinggalkan.

photo
Pekerja menyiapkan pesanan pelanggan di restoran siap saji baru yang menggantikan warung McDonalds di Bolshaya Bronnaya, Moskow, Rusia, Ahad (12/6/2022). - (AP Photo/Dmitry Serebryakov)

"Rasanya tetap sama. Cola-nya berbeda, tapi burgernya benar-benar tidak berubah," ujar seorang pelanggan, Sergei (15 tahun), sambil menyantap chicken burger dan kentang goreng. 

Kepala Eksekutif Vkusno & tochka Oleg Paroev mengatakan, perusahaan berencana untuk membuka kembali 200 restoran cepat saji pada akhir Juni dan 850 restoran pada akhir musim panas.

Paroev menambahkan, Vkusno & tochka akan mempertahankan interior lama McDonald's. Tetapi akan menghapus referensi apa pun yang berkaitan dengan jaringan restoran cepat saji Amerika Serikat (AS) tersebut. 

"Tujuan kami adalah agar para tamu tidak melihat perbedaan baik dalam kualitas maupun suasana," kata Paroev dalam konferensi pers di restoran.

Paroev mengatakan, gerai makanan cepat saji Vkusno & tochka akan menetapkan harga yang  terjangkau. Tetapi perusahaan tidak mengesampingkan sedikit kenaikan harga dalam waktu dekat.

photo
Warga mencoba menu di restoran siap saji baru yang menggantikan warung McDonalds di Bolshaya Bronnaya, Moskow, Rusia, Ahad (12/6/2022). - (AP Photo/Dmitry Serebryakov)

McDonald's menutup restorannya di Rusia pada 14 Maret. Pada pertengahan Mei, mereka memutuskan untuk meninggalkan pasar Rusia. "Selama tiga bulan kami tidak bekerja. Semua orang sangat senang," kata manajer Vkusno & tochka cabang Moskow yang akan dibuka pada Juli, Ruzanna.

Pemilik baru Vkuso & tochka, Alexander Govor, mengatakan, perusahaan akan berinvestasi hingga 7 miliar rubel atau 125,56 juta dolar AS akan diinvestasikan tahun ini. Selain itu, perusahaan juga akan mempekerjakan 51 ribu orang. "Korporasi meminta saya untuk menjaga jumlah karyawan, memberi orang pekerjaan. Itulah yang akan saya lakukan," ujar Govor.

Govor mengatakan perusahaan sedang mencari pemasok baru minuman ringan seperti Coca Cola, yang telah menangguhkan bisnisnya di Rusia. Beberapa saat setelah konferensi pers selesai, seorang pria berdiri di depan kamera sambil memegang papan bertuliskan "Bring Back Big Mac".

Dia kemudian dengan cepat dikawal keluar dari ruangan oleh staf restoran.  ';

Stagflasi dan Anomali Ekonomi Syariah 

Dalam keadaan stagflasi, pelaku bisnis memiliki dua tantangan besar.

SELENGKAPNYA

Antisipasi Ancaman Krisis Pangan Global

Diversifikasi ke pangan lokal menjadi salah satu solusi ancaman krisis pangan bagi Indonesia.

SELENGKAPNYA

Berburu Raudhah 

Jika tidak diatur, agak ngeri membayangkan padatnya Raudhah pada musim haji ini.

SELENGKAPNYA
×