ILUSTRASI Doa Nabi Ibrahim AS yang meminta keturunan diabadikan dalam Alquran. | DOK AP RAHMAT GUL

Khazanah

Doa Para Nabi

Dalam Alquran, ada banyak kalimat yang mengandung makna doa.

OLEH HASANUL RIZQA

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Doa adalah senjata orang beriman.” Dengan berdoa, seorang Mukmin menyadari bahwa hanya Allah Ta’ala satu-satunya tumpuan harapan. Allah SWT pun menyukai hamba yang memohon kepada-Nya.

Doa juga menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Munajat yang dipanjatkan secara ikhlas meningkatkan keimanan dalam hati. Karena itu, seorang Muslim dianjurkan untuk banyak-banyak berdoa.

Dalam Alquran, ada banyak kalimat yang mengandung makna doa. Munajat itu disampaikan sejumlah orang saleh, termasuk para nabi. Berikut ini adalah beberapa di antaranya.

Minta Keturunan

Salah satu untaian kata-kata yang termuat dalam Kitabullah ialah doa yang dipanjatkan Nabi Ibrahim AS. Dalam munajatnya itu, sang Khalilullah memohon kepada Allah agar diri dan istrinya dikaruniai seorang anak.

Redaksi doa tersebut ada dalam surah as-Shaffat ayat ke-100. “Rabbi hablii minash shaalihiin.” Artinya, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.”

Sejarah mencatat, pada akhirnya Nabi Ibrahim AS memiliki dua orang putra, yakni Nabi Ismail dan Nabi Ishaq. Masing-masing kemudian menghasilkan keturunan dalam jumlah yang banyak. Di antara mereka juga terdapat para utusan Allah, termasuk Nabi Muhammad SAW yang garis nasabnya sampai pada Ismail AS.

photo
ILUSTRASI Doa Nabi Musa AS agar Allah mempermudah lisannya dalam berdakwah di tengah manusia. - (DOK REP PRAYOGI)

Lancar Berdakwah

Doa berikutnya ialah yang dipanjatkan Nabi Musa AS. Salah seorang rasul ulul azmi itu ditugaskan oleh Allah SWT untuk menyampaikan dakwah kepada Firaun dan kaumnya.

Alquran surah Thaha ayat 25-28 menyebutkan kata-kata munajat tersebut. “Rabbisyrahlii shadrii, wayassirlii amrii, wahlul ‘uqdatammillisaanii, yafqahuu qaulii.” Artinya, “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuanku dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku.”

Alquran juga menceritakan dialog antara Nabi Musa dan Firaun. Ternyata, penguasa Mesir Kuno itu tetap dalam kekafiran. Barulah ketika di ambang maut, menjelang air Laut Merah menenggelamkannya, Firaun buru-buru insyaf. Namun, tobat itu sia-sia belaka.

photo
ILUSTRASI Doa Nabi Ayyub AS yang meminta kesembuhan termaktub dalam Alquran surah al-Anbiya ayat 83. - (DOK EPA HOTLI SIMANJUNTAK)

Kesembuhan

Dunia adalah tempat lapar dan sakit. Ujian kehidupan itu datang kepada manusia, termasuk mereka yang beriman. Bahkan, para nabi diuji Allah dengan berbagai peristiwa.

Nabi Ayyub AS mendapatkan cobaan berupa penyakit yang lama sembuhnya. Dalam Alquran surah al-Anbiya ayat 83, terdapat doa sang nabi. “Annii massaniyadh dhurru wa anta arhamurraahimiin.” Artinya, “Sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”

Allah mengabulkan doa hamba-Nya itu. Nabi Ayyub kemudian sembuh setelah mandi dengan air yang dianugerahkan kepadanya. “(Allah berfirman), ‘Hentakkanlah kakimu (Ayyub); inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum” (QS Shad: 42).

Agama dan Hukum Positif Larang Pernikahan Beda Agama

Mewujudkan pernikahan yang sakinah akan sulit bila pasangan suami istri berbeda keyakinan.

SELENGKAPNYA

Batas Bagian Perempuan yang Boleh Dilihat Bila akan Dipinang

Dalam memilih pasangan, Islam membolehkan mengenal lebih jauh calon jodoh yang akan dinikahi.

SELENGKAPNYA

Sesal Abu Hurairah Usai Salah Berfatwa

Abu Hurairah segera beristighfar, memohon ampun kepada Allah atas kekeliruannya dalam berfatwa.

SELENGKAPNYA