Pemain Liverpool Mohamed Salah melakukan sujud Syukur dalam sebuah pertandingan. | AP photo/Rui Vieira

Olahraga

22 Jan 2022, 09:55 WIB

Liverpool (Akhirnya) Menuju Wembley

Terakhir kali Liverpool menembus final Piala Liga di Stadion Wembley pada musim 2011/2012.

LONDON -- Liverpool memastikan tiket final menuju Wembley seusai menghajar Arsenal 2-0 pada leg kedua semifinal Piala Carabao atau Piala Liga 2021/2022, yang berlangsung di Stadion Emirates, London, Jumat (21/1) dini hari WIB.

Kepastian itu sekaligus mengakhiri penantian the Reds untuk berlaga di final Piala Liga. Pada partai final yang akan digelar pada 27 Februari mendatang, Liverpool bakal bertemu dengan Chelsea yang sebelumnya menyingkirkan Tottenham Hotspur.

The Anfield Gank menembus partai final Piala Liga di Stadion Wembley terakhir kali pada musim 2011/2012. Liverpool mengoleksi total delapan gelar sejauh ini.

Adapun kesuksesan armada Juergen Klopp pada kemenangan di utara London dipersembahkan penyerang andal Diogo Jota pada menit ke-19 dan ke-77. Brace penyerang asal Portugal itu pun memutus puasa panjang the Reds untuk bisa mejeng di arena sepak bola termegah di dunia.

Pelatih Juergen Klopp merasa bahagia dengan performa anak asuhnya. Apalagi, mereka saat ini sedang tidak berada dalam kondisi terbaik karena kehilangan tiga pilar utama, yaitu Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Naby Keita yang bermain di Piala Afrika (Afcon) 2021.

"Partai yang sulit, waktu yang sulit, tetapi pemain luar biasa. Suasana hati di ruang ganti pun saat ini sedang naik daun," kata Klopp, dilansir laman resmi Liverpool, Jumat (21/1).

Pada leg pertama di Stadium Anfield pekan lalu, pertandingan berakhir imbang tanpa gol. Namun, kali ini the Reds berhasil menunjukkan penampilan gemilang di hadapan tuan rumah.

Klopp mengatakan, the Gunners bermain baik dan merepotkan timnya sepanjang babak pertama. Namun, mereka perlahan berhasil bangkit dan menciptakan banyak peluang.

"Kami mencetak dua gol indah, Diogo Jota on fire. Kami benar-benar yakin ketika dia tiba di klub dia akan membantu kami secara besar-besaran," sambung juru taktik asal Jerman.

Reaksi “penuh darah” Klopp atas kesuksesan tim ke final Piala Liga mengonfirmasi betapa berartinya sebuah tempat di Wembley. Liverpool punya pekerjaan rumah besar seusai melaju ke final. Meski menang tanpa kebobolan, ada catatan khusus karena Liverpool masih minim shots on target atau tembakan tepat sasaran.

Pada duel leg pertama, statistik Liverpool lumayan parah, yaitu dari 17 tembakan hanya satu yang mengarah ke gawang. Di leg kedua, serangan Liverpool membaik.

"Kami akan menatap final dan kami akan menghadapi tim yang sangat kuat. Namun, kami ingin lolos, jadi itulah yang kami lakukan dan serius menginginkan final ini," kata eks pemain Borussia Dortmund tersebut.

Praktis, Piala Liga menjadi salah satu titel yang kemungkinan besar dapat diamankan Liverpool pada kampanye 2021/2022. Di samping masih adanya peluang untuk menjuarai Piala FA, Liga Primer Inggris, dan Liga Champions.

"Sekarang kami berada di final, bukan berarti kami sudah memenangkannya, itu hanya berarti kami lolos. Ketika kami akan berada di sana pada akhir Februari, kami akan mencobanya, tetapi sayangnya hal itu juga akan terjadi pada Chelsea," lanjut Klopp.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Liverpool Football Club (liverpoolfc)

Menukil laman resmi EFL, koleksi gelar juara Piala Liga Liverpool sama dengan milik Manchester City. Kedua tim tersebut adalah peraih gelar juara terbanyak sejak kompetisi dimainkan pada 1961.

Delapan trofi Piala Liga the Reds diraih pada musim 1980/1981, 1981/1982, 1983/1984, 1994/1995, 2000/2001, 2002/2003, dan 2011/2012. The Reds berpeluang melewati jumlah trofi City jika berhasil mengalahkan Chelsea pada partai final nanti.

Chelsea sudah lima kali juara Piala Liga Inggris. Trofi Piala Liga pertama klub berjuluk the Blues itu diraih pada musim 1964/1965. Terakhir kali klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu juara Carabao Cup pada musim 2014/2015 saat dilatih Jose Mourinho. Adapun tiga trofi juara lainnya diraih pada musim 1997/1998, 2004/2005, dan 2006/2007.


×