Karyawan menunjukan brosur produk bank muamalat di kantor pusat Bank Muamalat, Jakarta, Jumat (5/2). PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. terus meningkatkan layanan berbasis digital sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan nasabah. Baru-baru ini Bank Muamala | Prayogi/Republika.

Ekonomi

05 Jan 2022, 07:42 WIB

BPKH Pasang Target Profit dari Muamalat

PPA berhasil menuntaskan pengelolaan aset berkualitas rendah Muamalat.

JAKARTA -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menargetkan keuntungan minimal 9 persen dari investasi di PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Akuisisi BPKH tersebut termasuk dalam portofolio investasi langsung senilai total Rp 3 triliun.

Ketua Dewan Pengawas BPKH Yuslam Fauzi menyatakan, investasi pada Bank Muamalat merupakan keputusan yang didasari pertimbangan bisnis yang mengandung harapan nilai manfaat atau expected return. Investasi BPKH harus dilakukan secara hati-hati, aman, sesuai prinsip syariah, dan sesuai amanat undang-undang.

"Investasi di Bank Muamalat ini kita harap expected return yang moderat sekitar 9 persen. Ini sesuai dengan risk appetite kita yang low to moderate, sesuai yang diamanatkan oleh undang-undang," kata Yuslam dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (4/1).

BPKH mengakuisisi Bank Muamalat dengan keikutsertaan dalam right issue senilai Rp 1 triliun. Komitmen memperkuat permodalan dilanjutkan dengan pembelian sukuk subordinasi senilai Rp 2 triliun dengan expected return 9 persen.

BPKH pun menjalin sinergi dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk menangani aset bermasalah Muamalat. Pembiayaan bermasalah senilai Rp 10 triliun di Bank Muamalat akan dikelola PPA dan dikeluarkan dari pembukuan sehingga non-performing financing (NPF) Bank Muamalat kini mencapai level 0,58 persen.

Yuslam mengatakan, komitmen BPKH bersama Bank Muamalat telah dimulai sejak lama. BPKH juga merupakan pemilik saham terdahulu dengan porsi sekitar satu persen. Komitmen investasi tersebut diperkuat dengan adanya hibah saham dari pemegang saham pengendali kepada BPKH. "(Hibah) ini menjadi bagian penting dalam pertimbangan BPKH untuk berinvestasi di Bank Muamalat," katanya.

 

Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu menyampaikan, investasi pada Bank Muamalat merupakan salah satu strategi untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji. Bank Muamalat merupakan bank penerima setoran biaya perjalanan ibadah haji (BPS-BPIH) terbesar kedua. Oleh karena itu, BPKH akan dapat menjangkau dan melayani lebih banyak calon jamaah haji.

"Bank Muamalat juga memiliki jaringan dan branding yang kuat pada sektor perhajian dan umrah, pembiayaan UMKM, serta pasar konsumen Muslim," katanya.

Selain keuntungan dari sukuk subordinasi yang sebesar 9 persen per tahun, BPKH juga bisa memperoleh keuntungan dari dividen, capital gain, serta recovery return dari pengelolaan PPA. Anggota Badan Pelaksana BPKH, Iskandar Zulkarnain, menyampaikan, investasi di Bank Muamalat juga menjadi realisasi atas rencana BPKH bersinergi dengan perbankan syariah.

Menurut dia, Bank Muamalat adalah bank syariah kedua dengan daftar jamaah haji tunggu sekitar 500 ribu orang. Ke depan, BPKH berharap Bank Muamalat bisa menjadi yang terdepan dalam pengelolaan dan pelayanan ekosistem haji. "Target kita ke depan agar Bank Muamalat menjadi bank yang berkelanjutan dan bersinergi," katanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Badan Pengelola Keuangan Haji (bpkhri)

Target tersebut, menurut dia, dapat dicapai dengan upaya digitalisasi, termasuk dalam layanan pendaftaran haji. Sinergi dengan ekosistem haji juga menjadi fokus bagi rencana bisnis Bank Muamalat ke depan.

Upaya penguatan permodalan Muamalat juga menjadi langkah bisnis penting bagi PT PPA. Hal itu menjadi salah satu pencapaian penting dalam upaya transformasi perusahaan menjadi national asset management company (namco).

PPA berhasil menuntaskan pengelolaan aset berkualitas rendah Bank Muamalat yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pada 15 November 2021. Dalam transaksi tersebut, Direktur Utama PPA Yadi Jaya Ruchandi mengatakan, perseroan juga membantu BPKH dalam proses menjadi pemegang saham mayoritas yang merupakan bagian dari penguatan struktur permodalan Bank Muamalat. Saat ini, BPKH menjadi pemegang mayoritas saham Bank Muamalat dengan kepemilikan 78,45 persen.

"Pengelolaan aset berkualitas rendah Bank Muamalat ini merupakan tonggak sejarah bagi PPA dalam mendukung penguatan sistem perbankan di Indonesia," ucap Yadi.

Yadi berharap skema penyelesaian aset berkualitas rendah dengan aset produktif ini dapat menjadi solusi bagi layanan perbankan di Indonesia. Ini juga membuka peluang yang luas untuk bersinergi dengan Himpunan Bank Negara (Himbara) maupun bank swasta. ';

×