Penumpang melintas di Bandara Internsional Adolfo Suarez-Barajas di Madrid, Spain, Kamis (2/12/2021). Munculnya varian omikron membuat sejumlah negara Eropa mengetatkan kembali aturan perjalanan. | AP/Manu Fernandez

Kabar Utama

04 Dec 2021, 03:55 WIB

Omikron Lebih Dulu Menyebar

Omikron diperkirakan tiga kali lebih menular ketimbang varian delta.

KUALA LUMPUR -- Varian kiwari SARS-CoV-2 yang dinamai omikron diperkirakan telah menyebar ke luar negeri sebelum terdeteksi di negara asalnya, Afrika Selatan. Hal ini terungkap dari temuan varian tersebut di Malaysia.

Malaysia mengkonfirmasi kasus pertama varian omikron, Jumat (3/12). Kasus omikron terdeteksi pada seorang perempuan berusia 19 tahun yang tiba dari Afrika Selatan (Afsel) melalui Singapura pada 19 November.

Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan, perempuan tersebut adalah seorang mahasiswa di sebuah universitas swasta di Ipoh, Perak. Dia telah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19 sebelum tertular. "Mahasiswa tersebut dikarantina selama 10 hari sebelum dibebaskan pada 29 November," ujar Khairy seperti dilansir laman Strait Times, Jumat.  

Menurut Khairy, setelah omikron terdeteksi di Afrika Selatan pada 24 November dan kemudian dinyatakan sebagai varian yang dikhawatirkan (VoC), pihaknya menguji ulang sampel mahasiswa tersebut. "Setelah kami mengetahui tentang omikron, kami kembali melakukan tes genom pada semua kasus positif dari Bandara Internasional Kuala Lumpur antara 11 dan 28 November. Begitulah cara kami mendeteksi kasus tersebut," ujarnya. 

photo
Warga melintasi sepinya wilayah Augustusstrasse di dekat mural Fuerstenzug di Dresden, Jerman, Kamis (2/12/2021). Temuan varian omikron di Jerman membuta pemerintah menimbang pengetatan protokol kesehatan. - (AP/Sebastian Kahnert/DPA)

Hasilnya, diduga kuat mahasiswa bersangkutan tertular varian omikron. "Penting untuk dicatat bahwa kasus ini masuk ke Malaysia pada 19 November sebelum Afrika Selatan melaporkan kasus pertama ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," katanya.

Otoritas kesehatan telah meminta mahasiswa tersebut bersama delapan orang yang kontak erat dengannya untuk menjalani pengujian lebih lanjut setelah sampel tes sebelumnya dikonfirmasi sebagai varian baru. Pengumuman kemarin menambah luas sebaran omikron. Pada Kamis (2/12) WHO mengumumkan omikron telah terdeteksi di 24 negara. 

Sedangkan Badan Kesehatan Afrika Selatan mengatakan varian baru Covid-19 yaitu omikron menimbulkan risiko infeksi tiga kali lipat lebih tinggi daripada varian delta dan beta yang saat ini dominan.

"Temuan terbaru memberikan bukti epidemiologis mengenai kemampuan varian omikron untuk menghindari kekebalan dari infeksi sebelumnya," kata Pusat Pemodelan dan Analisis Epidemiologi Afrika Selatan (SACEMA) dan Institut Nasional Penyakit Menular (NICD) dilansir Reuters pada Jumat (3/12). 

Dua pekan lalu, rerata penularan harian di Afrika Selatan berada di kisaran 300 kasus. Sementara pada Kamis (2/12), tercatat 11.535 infeksi baru. Artinya, dalam dua pekan ada lonjakan 4.000 persen. 

Analisis data pengawasan rutin dari Afrika Selatan dari Maret 2020 hingga 27 November menunjukkan profil risiko infeksi ulang omikron secara substansial lebih tinggi daripada yang terkait dengan varian Beta dan Delta selama gelombang kedua dan ketiga. Peningkatan infeksi ulang dari infeksi baru itu menjadi indikasi varian baru telah mengembangkan kemampuan untuk menghindari kekebalan alami yang terbangun dari varian sebelumnya. 

Omikron, juga diprediksi bakal jadi penularan dominan di Eropa dalam beberapa bulan mendatang. “Ada indikasi bahwa omikron dapat menyebabkan lebih dari setengah dari semua infeksi SARS-CoV-2 di Uni Eropa dan Wilayah Ekonomi Eropa (EEA) dalam beberapa bulan kedepan," tulis Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) Andrea Ammon dalam pernyataan kemarin. 

Sejauh ini belum ada bukti konklusif tentang penularan omikron. Namun, Kepala WHO di Bidang Covid-19, Maria van Kerkhove mengatakan bahwa badan tersebut diharapkan memiliki data tentang varian ini dalam beberapa hari mendatang.

Sebelumnya  penasehat ilmiah utama Pemerintah Prancis Jean-Francois Delfraissy mengatakan omikron dapat menggantikan posisi Delta pada akhir Januari 2022. ECDC mengatakan bahwa Eropa sejauh ini mencatat 79 kasus varian omikron. Setengah dari kasus tersebut tidak menunjukkan gejala dan setengah lainnya hanya menunjukkan gejala ringan. 

Tidak ada kasus yang menunjukkan keparahan, rawat inap, atau kematian. Dari kasus-kasus yang memiliki data usia dan status vaksinasi, mayoritas masih muda dan telah divaksinasi dengan dosis penuh. ECDC tidak memberikan rincian lebih lanjut, tetapi mencatat bahwa karena orang-orang yang bersangkutan adalah pelancong, mereka juga dapat dianggap lebih sehat daripada populasi umum.

photo
Warga mengenakan masker berjalan di stasiun kereta Saint Lazare di Paris, Prancis, Selasa (30/11/2021). Aturan wajib masker kembali diterapkan di negara itu menyusul merebaknya varain omikron. - (AP/Lewis Joly)

Pengawasan 

Di Tanah Air, pihak Bandara Soekarno-Hatta memastikan melakukan pengetatan pengawasan bagi pelaku perjalanan internasional berupa penambahan titik periksa. Director of Operation & Services AP II Muhamad Wasid mengatakan, pemangku kepentingan Bandara Soekarno-Hatta memastikan meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan internasional itu untuk mencegah penyebaran omikron. 

"Setelah dilakukan koordinasi antara stakeholder, titik checkpoint akan ditambah untuk memastikan ketentuan penutupan sementara masuknya WNA sesuai SE Menhub Nomor 102 Tahun 2021," tutur Wasid dalam keterangannya, Jumat (3/12). 

Dia menuturkan, penambahan titik periksa dilakukan petugas imigrasi di titik terdepan setelah penumpang turun dari pesawat. Sehingga, Wasid menjelaskan, pemeriksaan yang sebelumnya dilakukan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes) kali ini juga dilakukan oleh pihak Imigrasi.

Pemerintah juga memperketat aturan perjalanan internasional dan skrining berlapis untuk mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19 omikron ke Indonesia, termasuk dengan memperpanjang masa karantina seluruh pelaku perjalanan (WNI/WNA) menjadi 10 hari. Masyarakat diminta untuk mendukung berbagai upaya tersebut agar Indonesia bisa menghindari penyebaran varian omikron.

"Mohon semua pihak mentaati aturan tersebut demi kepentingan bersama. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran varian Omicron di Indonesia," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Jumat (3/12).

Menkominfo menuturkan pengetatan ini diperlukan seiring dengan hasil evaluasi menunjukkan penyebaran varian baru asal Afrika Selatan ini semakin tinggi di berbagai negara. Pemerintah terus melakukan evaluasi untuk benar-benar memastikan upaya pencegahan dapat berjalan secara optimal dan gelombang COVID-19 ketiga di Indonesia dapat dihindarkan.

Menkominfo memaparkan, bentuk-bentuk pengetatan itu tertuang dalam adendum Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 No. 23/2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Covid-19, terbit Selasa (30/11) lalu. Dalam adendum itu, masa karantina seluruh pelaku perjalanan internasional baik warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA) diperpanjang menjadi 10 hari dari sebelumnya, 7 hari.

Selain itu, regulasi saat ini juga akan mewajibkan pelaku perjalanan internasional untuk melakukan tes ulang PCR pada hari pertama karantina dan H-1 sebelum karantina selesai.

photo
Sejumlah Warga Negara Asing (WNA) berjalan di area kedatangan internasional setibanya di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (29/11/2021). - (ANTARA FOTO/Fauzan/rwa.)

Johnny menegaskan, khusus bagi WNA dengan riwayat perjalanan 14 hari terakhir dari 11 negara terkonfirmasi omikron tidak akan diperkenankan masuk ke Indonesia. Bagi WNI yang memiliki riwayat perjalanan dari negara itu, tetap wajib menjalani karantina 14 hari.

Adapun, 11 negara yang dimaksud adalah Afrika selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambik, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia, dan Hongkong tetap dilarang masuk ke Indonesia.

"Seluruh Masyarakat diajak memahami alasan pengetatan ini, dan tetap memperkuat disiplin 3M dan vaksinasi sebagai cara paling mudah, tapi efektif mencegah penularan virus," ujarnya.


×