Petugas Dishub Kota Bogor bersama anggota Polresta Bogor Kota mengatur lalu lintas saat uji coba BISKITA Trans Pakuan di jalan Juanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/11/2021). Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bekerja sama dengan Pemerin | ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc.

Bodetabek

30 Nov 2021, 07:36 WIB

Koridor 6 Biskita Transpakuan Bogor Mulai Beroperasi 

Biskita Transpakuan merupakan era baru penataan transportasi di Kota Bogor.

BOGOR – Koridor 6 Biskita Transpakuan yang melayani rute Parung Banteng-Air Mancur resmi beroperasi di Kota Bogor mulai Ahad (28/11). Dalam koridor ini ada 10 bus yang beroperasi. Satu di antaranya merupakan bus ramah penyandang disabilitas.

Satu bus ini memiliki pintu akses pada bagian pintu belakang. Selain bisa untuk kursi roda, ruang ini juga bisa dimanfaatkan untuk sepeda maupun stroller bayi. Terdapat juga kursi khusus pada kabin belakang. Kursi memanjang ini untuk pendamping penyandang disabilitas atau pembawa stroller bayi.

Untuk mengakomodasi penumpang disabilitas supaya tetap dapat melihat pemandangan di jalan raya, kaca bagian belakang dibuat lebih luas. Fasilitas lainnya sama dengan model yang sudah mengaspal sebelumnya di koridor 5 (Stasiun Bogor-Ciparigi), seperti AC, CCTV, kotak P3K, palu pemecah kaca, APAR, jam digital, serta tombol untuk menginformasikan penumpang hendak turun. 

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, hadirnya Biskita Transpakuan ini merupakan era baru penataan transportasi di Kota Bogor. Ke depan, masih ada koridor-koridor lain yang diluncurkan untuk memberikan pelayanan transportasi yang nyaman bagi warga. 

“Ada 10 bus yang beroperasi di koridor 6 ini. Beberapa hari ke depan akan bertambah lagi koridor lainnya. Jadi, Insya Allah sesuai rencana sampai akhir tahun ini akan beroperasi 49 bus,” ujarnya.

Dia pun mengaku bangga melihat antusias warga menikmati layanan tersebut. Selama tiga pekan mengaspal di Koridor 5, jumlah penumpang Biskita Transpakuan mencapai total 52 ribu orang. Rata-rata penumpang berjumlah 2.000 orang per hari.

Dari data yang diterimanya, Bima mengatakan, penumpang yang menjajal bus berkonsep bus rapid transit (BRT) ini, bukan hanya orang-orang bekerja. Namun, juga termasuk warga yang ingin berolahraga dan berwisata, mencoba Biskita Transpakuan secara gratis.

“Jadi, bus ini bukan saja untuk keperluan sehari-hari tapi juga untuk liburan dan berwisata, mudah-mudahan ke depan tidak berkurang dan terus tahun depan akan semakin banyak bertambah, dan memudahkan warga,” katanya.

Di samping itu, dia juga mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), konsorsium dari PT Kodjari dan Lorena, Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT), serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor yang terus memastikan semua tahapan-tahapan berjalan dengan baik dan lancar. Hingga akhir 2021, tarif layanan bus ini masih gratis.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo, mengatakan, seiring hadirnya Biskita Transpakuan, pihaknya sedang merampungkan konsep rerouting angkot. Angkot ini diusulkan menjadi feeder atau pengumpan bus yang dijalankan dengan skema bantuan buy the service (BTS) ini.

Eko menjelaskan, konsep rerouting angkot ini akan memasuki tahap akhir pada pekan depan. Dari evaluasi rerouting trayek yang dilakukan, ke depan akan ada angkot yang diusulkan menjadi feeder Biskita Transpakuan.

“Pertengahan Desember kita usulkan ini ke BPTJ. Ini jadi kesepakatan ini untuk menata transportasi. feeder ini pengumpan ke Biskita. Jumlah feeder atau angkot feeder ini menyesuaikan koridor Biskita,” ujar Eko.


×