Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika
19 Oct 2021, 08:45 WIB

Orang-Orang Pilihan Allah

Di luar para nabi dan rasul, ada orang-orang yang Allah pilih sebagai hamba-Nya yang istimewa.

 

 

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

Di luar para nabi dan rasul, ada orang-orang yang Allah pilih sebagai hamba-Nya yang istimewa. Di antara bentuk keistimewaan itu ialah penyebutan namanya di dalam Alquran. Misalnya, ibunda Nabi Isa AS, yakni Maryam binti Imran AS.

Terkait

Allah Ta’ala secara khusus menamakan sebuah surah di dalam kitab-Nya dengan nama perempuan tersebut. Tidak hanya itu, dialah wanita yang terpilih untuk melahirkan Nabi Isa AS. Rasul tersebut lahir tanpa ayah, melainkan melalui tiupan ruh Allah Azza wa Jalla yang Mahasuci.

Dalam surah at-Tahrim ayat 12, Allah SWT berfirman, yang artinya, “Dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya; dan dia termasuk orang-orang yang taat.”

Selain Maryam, ada pula hamba Allah yang termasuk istimewa. Dialah Lukman al-Hakim. Nama lelaki saleh ini Allah pilih menjadi nama sebuah surah dalam Alquran. Sosok yang bijaksana itu dikenal karena nasihat-nasihatnya yang penuh hikmah. Alquran merekam sebagian dari berbagai petuah Lukman untuk anaknya.

Di antaranya ialah, “Wa idz qaala Luqmaanu libnihii wa huwa ya’izhuhuu, yaa bunayya laa tusyrik billaah; innasy syirka lazhulmun 'azhiim.” Arti dari surah Lukman ayat 13 itu ialah, “Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ‘Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.’”

Orang yang sezaman dengan Nabi Muhammad SAW pun ada pula yang istimewa dalam hal ini. Sebut saja, Abu Bakar ash-Shiddiq. Dalam pandangan Rasulullah SAW, ayahanda ummul mu'minin ‘Aisyah itu berkesan khusus.

Beliau menggelarinya ash-shiddiq karena sahabatnya itu selalu membenarkan apa-apa yang disampaikan Nabi Muhammad SAW. Dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah, Abu Bakarlah yang terpilih untuk menemani Rasulullah SAW.

 
Dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah, Abu Bakarlah yang terpilih untuk menemani Rasulullah SAW.
 
 

Sesaat sebelum berangkat, sosok yang kemudian menjadi khalifah pertama itu bertanya kepada beliau, “Ash shuhbahyan, ya Rasulullah?” “Apakah diriku yang akan menemanimu dalam hijrah, wahai Rasulullah?”

Nabi Muhammad SAW pun menjawab, “Ya.” Dengan keistimewaan ini, Abu Bakar sangat bahagia. Di dalam Gua Tsaur, ia berusaha melindungi Nabi Muhammad SAW. Mengenai peristiwa itu, turunlah wahyum yakni Alquran surah at-Taubah ayat 40.

Allah SWT berfirman, “Idz akhrajahul ladziina kafaruu tsaaniyatsnaini idz humaa filghaari.” Artinya, “Ketika orang-orang kafir mengusirnya dari Makkah, sedang dia satu dari dua orang yang berada dalam gua.”

Keteladanan Abu Bakar tecermin dalam hadis berikut. Suatu hari, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jika ditimbang keimanan Abu Bakar dengan keimanan seluruh umat, akan lebih berat keimanan Abu Bakar.”

Tokoh lainnya ialah Ubay bin Kaab RA. Tatkala turun Alquran surah al-Bayyinah, dirinya menjadi yang paling bersukacita. Bagaimana tidak? Dengan datangnya wahyu Allah Ta’ala itu, ia mendapatkan keistimewaan khusus.

Ubay memang seorang sahabat yang ahli membaca Alquran. Ia pun dipercaya Nabi Muhammad SAW untuk menuliskan wahyu. Malaikat Jibril AS yang membawa surah al-Bayyinah itu kemudian menyampaikan kepada Rasulullah SAW.

Sang malaikat menjelaskan, Allah telah memerintahkan Nabi Muhammad SAW agar membacakan surah itu kepada Ubay. Tak lama setelah itu, beliau langsung menemui Ubay dan membacakan surah tersebut kepadanya. Ubay sangat bahagia, sampai-sampai meneteskan air mata. Semoga kita termasuk mereka. Amin.


×