Hikmah Republika Hari ini | Republika
31 May 2021, 03:30 WIB

Menaati Perintah Allah dan Rasul

Merupakan kewajiban Muslim untuk selalu menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

 

OLEH ALPHA AMIRRACHMAN

Merupakan kewajiban bagi kaum Muslimin sebagai hamba-hamba-Nya untuk selalu menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Salah satu perintah Allah adalah menaati RasulNya, sebagaimana firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan ulim-amri di antara kamu…” (QS an-Nisa’:59).

Namun demikian Allah tidak memaksakan melebihi kemampuan umatnya, sebagaimana firman-Nya: “Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.” (QS al-Mu’minun:62).

Terkait

Jika kita tidak dapat melaksanakan shalat dengan berdiri, maka kita dapat melaksanakannya dengan duduk. Jika tidak bisa sambil duduk karena sakit yang menghalanginya, maka dapat dilakukan dengan berbaring.

Demikian juga ketika berpuasa Ramadhan, jika karena telah lanjut usia atau karena sakit, maka ia boleh tidak berpuasa dan sebagai kompensasinya membayar fidyah.

Demikian Allah memberikan perintah yang merupakan kewajiban untuk diikuti. Namun dalam pelaksanaannya terdapat keringanan-keringanan untuk memudahkannya. Pada saat yang sama Allah juga memerintahkan agar kita melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya dengan penuh keyakinan tanpa harus mempertanyakan apalagi meragukannya.

Alquran menceritakan bagaimana kaum Nabi Musa AS diperintahkan untuk menyembelih seekor sapi betina. Namun umatnya terus-menerus mempertanyakan perintah tersebut. Mulai dari meragukannya karena menurut mereka akan menjadikan mereka bahan ejekan (QS al-Baqarah:67), jenis sapi betina seperti apa (QS al-Baqarah:68) warna sapi betina (QS al-Baqarah:69), hingga hakikat sapi betina yang dimaksud (al-Baqarah:70-71).

Mereka hampir saja tidak melaksanakan perintah untuk menyembelihnya karena terlalu banyak pertanyaan yang diutarakan.

Ada dua hal penting yang dapat kita tarik sebagai pelajaran. Pertama, senantiasa mendengarkannya dengan khidmat. Kedua, menaatinya dengan penuh keyakinan tanpa keraguan.

Sebagaimana firman-Nya: “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah.” (QS al-Baqarah:16).

Allah berfirman, “Barang siapa yang taat kepada Rasul, maka sungguh dia telah taat kepada Allah.” (QS an-Nisa:80). "... Dan jika kalian berselisih pendapat tentang suatu masalah, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya.” (QS an-Nisa:59).

Rasulullah SAW bersabda, “Biarkanlah apa adanya masalah yang kutinggalkan untuk kalian. Sesungguhnya orang-orang yang sebelum kalian mendapat celaka karena banyak tanya dan suka mendebat Nabi mereka. Oleh karena itu, jika kuperintahkan untuk mengerjakan sesuatu, maka laksanakanlah sebisa-bisanya, dan apabila kularang kalian mengerjakan sesuatu, maka hentikanlah segera.” (HR Muslim).

Semoga kita senantiasa dianugerahkan kemampuan dan kekuatan untuk selalu melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya.


×