Karyawan menunjukan brosur produk bank muamalat di kantor pusat Bank Muamalat, Jakarta, Jumat (5/2). | Prayogi/Republika.

Ekonomi

Wapres Tekankan Bank Muamalat tak Boleh Mati

Saat ini, berbagai upaya yang dapat menyelamatkan Bank Muamalat terus dilakukan.

JAKARTA -- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mendorong berbagai langkah untuk menyelamatkan Bank Muamalat. Ma'ruf menekankan, keberadaan Bank Muamalat harus terus dipertahankan lantaran sejarahnya sebagai bank yang memulai konsep syariah di Indonesia.

"Saya mendorong supaya (persoalan) Bank Muamalat segera diselesaikan. Saya pernah bilang bahwa Muamalat itu boleh sakit, tapi tidak boleh mati,” ujar Ma'ruf saat menerima Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Jakarta, Selasa (9/3).

 
Kalau sakit bolehlah tidak apa-apa, tapi jangan mati.
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin
 

Menurut Kiai Ma’ruf, Bank Muamalat memiliki peran penting sebagai pionir bank syariah di Indonesia. Sehingga, ujar Ma’ruf, Bank Muamalat telah menjadi monument yang menggerakkan umat dalam mendukung ekonomi syariah.

Wapres mengatakan, saat ini berbagai upaya yang dapat menyelamatkan Bank Muamalat terus dilakukan. Khususnya, terkait suntikan modal kepada Bank Muamalat.

"Makanya sekarang tahapnya penyelamatan. Kalau sakit bolehlah tidak apa-apa, tapi jangan mati. Saya terima kasih, lalu ini bisa diselamatkan karena memang kita harus menyelamatkan itu," kata Ma'ruf.

photo
Karyawan melayani nasabah di kantor pusat Bank Muamalat, Jakarta, Jumat (5/2). - (Prayogi/Republika.)

Ketua Umum Badan Pengurus Harian MES Erick Thohir dalam laporannya ke Wapres mengatakan, langkah jangka pendek MES salah satunya terkait penyelamatan Bank Muamalat. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu menyebut, sudah ada pertemuan dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait upaya penyelamatan Bank Muamalat.

“Kami sudah ada kesepakatan-kesepakatan bagaimana penyelamatan Bank Muamalat ini,” ungkap Erick.

Rencananya, BPKH akan menyuntikkan modal senilai Rp 3 triliun kepada Bank Muamalat dalam bentuk investasi tier 1 lewat penambahan saham Rp 1 triliun dan investasi tier 2 bernilai Rp 2 triliun dalam bentuk sukuk subordinasi (subdebt).

Rapat jajaran pengurus MES juga dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki selaku Ketua Umum I MES, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi selaku Ketua Umum II MES, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia selaku Wakil Ketua Umum III MES, Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim, Sekretaris Jenderal MES Iggi Haruman Achsien serta Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi selaku Bendahara Umum MES.

Pajak bank syariah

Kiai Ma'ruf Amin juga menilai perlunya penyesuaian aturan pajak bagi lembaga keuangan syariah atau perbankan syariah. Wapres mengatakan, agar perbankan syariah bisa lebih kompetitif, maka aturan perpajakan jangan disamakan dengan sistem keuangan konvensional.

"Kalau saya bilang itu (perlu) reformasi perpajakan untuk lembaga keuangan syariah yang kiblatnya untuk bank syariah atau LKS karena sistem konvensional tentu tidak sama,” ujar Ma'ruf.

Wapres mengatakan, aturan perpajakan menjadi salah satu persoalan yang membuat bank syariah tidak bisa kompetitif dengan bank konvensional. Ma’ruf meyakini dengan aturan pajak yang tepat, bank syariah bisa lebih kompetitif dibandingkan bank konvensional. Karena itu, ia mendorong reformasi perpajakan ini dilakukan.

"Kenapa bank syariah mahal dan sebagainya itu, padahal mestinya tidak mahal, mungkin ada aturan-aturan yang kurang pas. (Mungkin) di konvensional tepat, tapi di syariah itu jadi beban,” ungkapnya.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat