Pada 1950-an di Jakarta sudah banyak bermunculan geng-geng remaja.
Malari berdampak cukup luas sehingga terjadi pergolakan dalam tubuh ABRI.
Malam tahun baru masa kolonial diwarnai peristiwa berdarah.
Ulama sebagai pewaris Nabi, kata Habib Idrus, haruslah dekat dengan masyarakat.
Piagam PBB yang memberi hak veto kepada lima anggota Dewan Keamanan perlu diubah.
Konon, warga Yahudi sudah sejak kolonial Belanda banyak berdiam di Jakarta.
Antre beras dari kebutuhan pokok lainnya merupakan pemandangan biasa.
Lagu kebangsaan Malaysia disebut menjiplak lagu Terang Boelan.
Ramai umat Islam menolak penghapusan TAP MPRS No XXV/1966.
Warga Tionghoa sempat terbelah antara Mao Zedong dan Chiang Kaisek.
Tiang gantungan dipasang secara permanen di halaman gedung Balai Kota.
PKI sengaja memilih 30 September sebagai tanggal kudeta.
Kematian Usman-Harun jadi sebab Soeharto mengembangkan Kepulauan Batam.
Museum Nasional sempat jadi sasaran perampokan.
Bisnis esek-esek telah menjamur di Jakarta sejak masa kolonial.
Islam sendiri dengan tegas mengutuk dan mengharamkan riba.
P Ramlee jadi superstar di Indonesia.
Kenakalan remaja 1950-an tidaklah seperti sekarang.
Kekhawatiran yang paling utama adalah apabila nilai agama yang ditanamkan ini menjadi kekuatan politik.
Kisah Ulama Thailand Mengislamkan Kerajaan Buton
Konversi masyarakat Buton ke dalam Islam diperkuat kemunculan mitos-mitos Islam.
MH Thamrin Dalam Perjuangan Indonesia Merdeka
Tokoh Betawi ini menjadi yang pertama gunakan bahasa Indonesia dalam sidang Volksraad.
Lawatan Sjafruddin Prawiranegara di Sumpur Kudus
77 tahun pemerintahan di Rimba Sumatra.
