Kedekatan Presiden Sukarno dengan PKI menjadi bumerang.
Ahmad Yani memerintahkan Mayor Jenderal S Parman untuk mengawasi gerak-gerik Soebandrio.
Dewan revolusi gagal meyakinkan Sukarno bahwa G30S sebagai perlawanan terhadap rencana kup dewan jenderal.
“Pondok Bobrok, Langgar Bubar, Santri Mati!” Itulah yel yel PKI untuk melumpuhkan sejumlah pesantren.
Aadi Sasono terkenal mudah bersimpati pada kaum marginal.
Ketika era nasionalisasi ini para pimpinan BUMN ini banyak dijabat figur dari ABRI.
Rupanya semangat perang salib juga berpengaruh di Nusantara.
Konflik di Libya membuat dampak banjir kian parah.
Brutalitas Israel terus meningkat dar tahun ke tahun.
Larangan cadar di Mesir jadi perdebatan antara sekularisme dan Islamisme.
Kaum kiri sempat memberangus film-film berseberangan di Indonesia.
Pajak tak pernah berhasil menghambat penyebaran judi di masyarakat.
Barulah bila hal yang mengusik keimanan disentuh, batas toleransi patut dijaga.
Jenazah Brigadir Mallaby sangat sulit dikenali. Tubuhnya hangus dan hancur.
Bayangan soal Indonesia Raya pada masa lalu jauh berbeda dengan saat ini.
Sukarno sang pecinta patung, kini banyak didirikan patungnya.
Masihkah relevankah semangat antikolonialisme dan antiimperialisme digaungkan?
Benteng Keraton Yogyakarta saat ini menjadi salah satu ikon budaya yang penting.
