RepublikaId
Ulama ini populerkan 'billahit taufiq wal hidayah' dan 'wallahul muwaffiq ilaa aqwamit thariq.'
Di Indonesia, tarekat ini lekat dengan antara lain tradisi debus.
Sebelum menjadi sahabat Nabi, ia sempat bekerja untuk raja Kisra.
KH Muhammad Ma'roef merupakan pendiri Pondok Pesantren Kedunglo.
Mendengar ucapan si lelaki Arab Badui ini, Rasulullah SAW pun menangis.
Keberadaan masjid ini menjadi bagian dari sejarah Semarang pada umumnya.
