Ribuan pengunjung memadati ruang pamer kendaraan di ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-27 tahun 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu (28/7/2019). Pasar otomotif berangsur pulih berdasarkan data pada Juni. | ANTARA FOTO
22 Sep 2020, 02:48 WIB

Pasar Otomotif Berangsur Pulih

Pandemi mendorong industri otomotif untuk dinamis dalam menghadapi gejolak pasar.

Pandemi mendorong industri otomotif untuk mampu bersikap dinamis dalam menghadapi gejolak pasar. Ragam strategi pun telah diterapkan sebagai upaya untuk dapat mendongkrak penjualan.

Setelah penjualan pada April dan Mei 2020 mengalami penurunan tajam, sejumlah pabrikan pun mulai mengalami pemulihan pasar pada Juni 2020. Beberapa brand yang berangsur mengalami pemulihan, di antaranya adalah Toyota dan Honda. Keduanya berhasil meningkatkan penjualan dibanding beberapa bulan sebelumnya.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy, mengatakan, total penjualan ritel Toyota sepanjang Juni 2020 adalah sebesar 11.196 unit. "Catatan ini lebih baik dibanding penjualan bulan April dan Mei,"kata Anton kepada Republika, Selasa (14/7).

Meskipun, pada Juni 2019 catatan penjualan Toyota berada pada level 22 ribu unit, tapi capaian Juni 2020 ini dinilai menjadi angin segar di tengah kondisi pasar yang sangat menantang. Mengingat, dibanding penjualan Toyota pada Mei 2020, peningkatan penjualan yang terjadi pada Juni adalah sebesar 66 persen.

Terkini

Menurutnya, model terlaris sepanjang Juni adalah Rush, Avanza, Calya, dan Innova. Secara angka, Rush terjual sebanyak 2.274 unit, Avanza 2.248 unit, Calya 1.696 unit, dan Innova 1.606 unit.

Dari angkat tersebut terlihat bahwa Toyota mengalami sedikit perubahan komposisi pasar. Karena biasanya, penjualan tertinggi ditempati oleh Avanza yang menjadi incaran konsumen first time buyer.

Akan tetapi, pada Juni 2020, produk terlaris ternyata ditempati Rush yang biasanya diincar oleh konsumen pada segmen additional (konsumen yang melakukan penambahan kepemilikan mobil) dan segmen replacement (konsumen yang melakukan penggantian mobil).

"Dari sini terlihat bahwa konsumen pada segmen additional dan replacement lebih siap dalam menghadapi kondisi perekonomian saat ini. Meski belum kembali mendominasi porsi penjualan, tetapi konsumen pada segmen first time buyer masih akan terus mengalami pertumbuhan secara bertahap," ujarnya.

Untuk penjualan bulan ini, Toyota terus melakukan monitoring. Ia berharap, trennya bisa terus meningkat , sehingga pasar nasional dapat mengalami pemulihan secara bertahap.

Rekam jejak penjualan yang dialami Toyota itu pun terjadi dalam catatan pemasaran Honda pada Juni 2020. Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy, mengatakan, sepanjang Juni 2020, Honda mencatat penjualan sebanyak 2.488 unit di Indonesia.

"Artinya, penjualan Honda pada Juni meningkat 93 persen dibandingkan bulan Mei 2020," kata Billy.

photo
Mobil pabrikan Honda terparkir di markas Honda di Tokyo, Jepang, Juli tahun lalu. - (AP)

Penyokong terbesar penjualan di bulan Juni berasal dari Honda Brio, sebanyak 1.314 unit, yang sekaligus memberikan kontribusi hingga 52 persen dari total penjualan seluruh model Honda. Selain itu, HR-V terjual sebanyak 343 unit, Jazz 293 unit, CR-V 192 unit, dan Mobilio 164 unit.

"Pencapaian penjualan di bulan Juni ini didorong oleh mulai meningkatnya aktivitas masyarakat di sebagian besar wilayah Indonesia dan juga indikator makro ekonomi yang relatif positif saat ini," ujarnya.

Kontribusi yang besar juga datang dari pembeli mobil pertama di segmen LCGC, yang didukung oleh lembaga pembiayaan yang saat ini sudah lebih meringankan uang muka. "Meskipun kondisi saat ini masih belum sepenuhnya stabil, kami optimistis pencapaian di bulan Juni akan menjadi awal yang baik untuk mulainya pemulihan pasar otomotif di Indonesia," kata Billy.

photo
Data wholesales berdasarkan merek mobil Jan-Jun 2020 - (Gaikindo)

Berdasar data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan retail secara nasional sepanjang Juni 2020 adalah sebesar 29.862 unit. Jumlah ini sedikit lebih baik dibanding capaian pada April dan Mei yang hanya berada pada level 24 ribu dan 17 ribu unit.

Selain Honda dan Toyota, peningkatan pada Juni juga ditopang oleh penambahan volume penjualan yang cukup signifikan dari sejumlah brand lain, seperti Daihatsu, Suzuki, dan Mitsubishi. Tapi, capaian pada Juni ini memang masih jauh dibandingkan Januari hingga Maret 2020 yang berada di level 80 ribu, 70 ribu, dan 60 ribu unit.

Secara akumulasi, total penjualan pada semester pertama ini hanya sekitar 290 ribu unit. Artinya, pabrikan harus mengantongi total angka sekitar 310 ribu unit pada semester dua untuk dapat mencapai target penjualan sebesar 600 ribu sepanjang tahun 2020.

Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto mengatakan, kondisi itu pun memaksa Gaikindo untuk kembali meninjau soal besaran target pada tahun ini. "Kita akan kembali melakukan rapat internal untuk menentukan target tahun ini," kata Jongkie.

 
Catatan penjualan pada Juni ini lebih baik dibanding penjualan bulan April dan Mei.
 
 

 

Penjualan motor sedikit membaik

Bulan Juni jadi momentum awal bagi industri otomotif untuk melakukan pemulihan pasar, tak terkecuali pada kendaraan roda dua. Salah satu pabrikan yang merasakan mulai ada peningkatan penjualan adalah PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Manager Marketing YIMM, Antonius Widiantoro, mengatakan, berdasarkan catatan terlihat ada peningkatan penjualan di bulan Juni. "Tendensinya memang mulai ada peningkatan, meski jumlahnya belum kembali normal, seperti saat sebelum pandemi. Diperkirakan, peningkatan terjadi karena perekonomian kembali bergerak dan sejumlah aktivitas pun mulai berangsur normal," kata Antonius.

Ketua Bidang Komersil Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala, mengakui AISI belum menerima rekapitulasi data penjualan per Juni 2020. "Kami berharap total penjualan pada Juni mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sehingga, bulan Juni mampu menjadi momentum pemulihan pasar kendaraan roda dua," katanya.

Sebelumnya, ia menyampaikan bahwa data pada kuartal pertama membuktikan pandemi telah memberikan dampak bagi pasar sepeda motor. Secara total, penurunan penjualan pada kuartal pertama adalah sebesar 25,6 persen secara year to date. Penurunan pun kembali terjadi pada Mei 2020, sebesar 40 persen (year to date).

Berdasarkan data AISI, penjualan domestik Januari hingga Maret 2020 berada di atas 400 ribu unit. Tapi, pada April dan Mei, hanya sekitar 123 ribu dan 21 ribu unit.

Artinya, selama lima bulan sepanjang 2020, total sepeda motor yang terjual hanya sekitar 1,7 juta unit. Padahal, penjualan sepanjang 2019 adalah sebanyak 6,4 juta unit.


×