Berolahraga rutin dapat membantu kesehatan ginjal kita (ilustrasi) | ANTARA FOTO
04 Jul 2020, 12:50 WIB

Yuk, Jaga Ginjal Tetap Sehat

Waspadai jika mulai mengalami kenaikan berat badan yang berlebih.

Ginjal merupakan salah satu organ penting bagi tubuh. Ukurannya hanya sebesar kepalan tangan kita dan berjumlah dua yang terletak di sisi kanan dan sisi kiri bagian perut.  Namun, di balik bentuknya yang mungil, fungsi ginjal luar biasa.

Ginjal menghasilkan hormon eritropoietin yang berfungsi untuk menyeimbangkan kadar haemoglobin atau sel darah merah. Selain itu, ginjal juga menghasilkan hormon yang meningkatkan vitamin D aktif yang berfungsi sebagai pemelihara kesehatan tulang.

Namun, ada kalanya kita terlupa untuk menjaga dengan baik organ penting ini. Akibatnya, muncul peluang terjadi penurunan fungsi ginjal. Salah satu bentuk penurunan fungsi ginjal adalah penyakit ginjal kronik yang mencapai lebih dari tiga bulan.

Sedangkan, menurut dokter spesialis penyakit dalam, Prof Dr dr Suhardjono, Sp.PD-KGH, K.Ger, penyakit ginjal akut dialami kurang dari tiga bulan lamanya dan biasanya  tidak bergejala.  “Jadi biasanya yang sakit tidak tahu kalau ginjalnya sudah rusak,” ujar Suhardjono.

Terkini

Pola hidup yang tak seimbang dan kurangnya olahraga mengakibatkan kondisi tubuh yang juga tak seimbang. Obesitas atau gangguan yang melibatkan lemak tubuh berlebihan karena kalori yang masuk lebih banyak daripada yang dibakar. Ini bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya penyakit gagal ginjal.

Sebab, menurut Suhardjono, obesitas merupakan faktor risiko untuk hipertensi, jantung, serta diabetes. "Semuanya sebetulnya saling berkaitan dengan ginjal. (Pada penderita) Hipertensi pembuluh darahnya juga akan kaku, sehingga menimbulkan gangguan fungsi ginjal," kata Suhardjono.

Menurutnya, banyaknya makanan cepat saji dan minuman bergula, membuat orang-orang lebih memilih makanan yang demikian. Dia pun meminta kepada masyarakat untuk tak terlalu banyak mengkonsumsi jenis makanan dan minuman demikian agar jumlah gula pada tubuh tak terlalu banyak.

 
Cukup lakukan aktivitas fisik itu sebanyak lima kali dalam sepekan dengan intensitas sedang
SUHARDJONO, spesialis penyakit dalam

Ubah pola hidup

Bagi orang-orang yang mengalami obesitas, dia menyarankan agar melakukan deteksi dini kemungkinan adanya kelainan organ tubuh. Ini terutama pada ginjal dan jantung yang kerap mengalami kelainan atau kerusakan akibat obesitas.

Suhardjono mengatakan, tak ada suatu obat yang bisa memulihkan atau menyembuhkan kondisi obesitas. Oleh karenanya, penting bagi orang-orang yang obesitas untuk mengubah pola hidupnya.

"Memang paling sulit adalah obesitas. Karena mengubah perilaku terhadap pola makan kebiasaan hidup. Itu susah mengubahnya. Tidak ada suatu obat pun yang bisa mengobati obesitas dengan baik," jelas dia.

Perubahan gaya atau pola hidup itu dilakukan dengan memakan makanan yang sehat dan seimbang. Makanan sehat itu terdiri atas protein, karbohidrat, dan sayuran serta buah. "Penting juga untuk aktivitas fisik dengan olahraga yang teratur. Kemudian juga tidur yang cukup," jelas Suhardjono.

Aktivitas fisik itu, kata dia, ditujukan untuk menjaga gula darah stabil dan menurunkan stres. Cukup lakukan aktivitas fisik itu sebanyak lima kali dalam sepekan dengan intensitas sedang. “Jika usia sudah mulai lanjut, maka aktivitas geraknya adalah jalan kaki atau jalan cepat yang membuat kita keringatan,” tutur dia.


×