Petugas merawat bayi Singa Putih (Panthera leo) yang berjenis kelamin betina dan bernama Gisel di Taman Safari Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (4/6) | Zabur Karuru/ANTARA FOTO

Jawa Timur

Jatim Persiapkan Wisata Aman dari Covid-19

Sejumlah objek wisata di Jawa Barat juga mulai dibuka.

 

SURABAYA – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur Sinarta mengatakan, ada beberapa derah di wilayah setempat yang menyatakan kesiapannya kembali membuka tempat wisata setelah tutup akibat wabah Covid-19. Di antara yang menyatakan siap adalah Kabupaten Banyuwangi dan Kota Batu. 

“Banyuwangi kemarin melaporkan sudah siap. Kota Batu, setelah PSBB tidak diperpanjang juga mulai mempersiapkan sebaik-baiknya,” ujar Sinarta di Surabaya, Kamis (4/6).

Selain Banyuwangi dan Batu, lanjut Sinarta, daerah lain yang juga menyatakan kesiapannya membuka kembali pariwisatanya adalah Kabupaten Pacitan dan Blitar. Namun, sebelum membuka kembali tempat wisata, Disbudpar Jatim akan terlebih dulu memastikan seluruh kabupaten/kota menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Masing-masing tempat wisata yang bakal dibuka, harus benar-benar menyesuaikan diri dengan aturan pencegahan Covid-19 dari Kementerian Kesehatan,” ujar Sinarta.

 
photo
Petugas kepolisian memeriksa pengendara yang tidak menggunakan masker, di objek wisata Pantai Padang, Sumatra Barat, Selasa (2/6/2020). - (Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO)

Dia mengingatkan, seluruh sarana dan prasarana harus tersedia, seperti tempat cuci tangan, pengukur suhu tubuh, penyanitasi tangan, dan layanan kesehatan. Selain itu, yang harus juga menjadi perhatian adalah tata laksana seperti jaga jarak dan sebagainya. “Semua pengelola wisata, baik wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan harus mengikuti dan menyesuaikan dengan protokol kesehatan,” ujar dia.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, kata Sinarta, telah meminta seluruh komponen dalam protokol kesehatan dipastikan tersedia sebelum pengelola membuka kembali tempat wisata. “Kami (Disbudpar) akan mengecek, kami akan lihat bagaimana sarana prasarananya, SDM-nya, juga tata laksana di masing-masing tempat wisata yang diusulkan masing-masing pemda,” kata dia.

Disbudpar Jatim, kata dia, saat ini sedang mempersiapkan sejumlah langkah untuk mensukseskan pembukaan kembali tempat wisata. Salah satunya di bidang promosi, dengan meyakinkan masyarakat bahwa tempat wisata itu benar-benar aman dari Covid-19.

Objek wisata Kebun Binatang Bandung bersiap membuka kegiatan operasional di masa new normal pandemi corona atau covid-19. Namun, pembukaan tempat akan dilakukan setelah pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengeluarkan kebijakan yang membolehkan objek wisata untuk beroperasi.

photo
Wisatawan melakukan pengukuran suhu tubuh saat berlangsungnya simulasi normal baru di TMII, Jakarta, Kamis (4/6).  - (Aprillio Akbar/ANTARA FOTO)

Humas Kebun Binatang Bandung, Sulhan Syafii mengatakan sejak satu pekan terakhir pihaknya sudah melakukan kegiatan bersih-bersih di area dalam dan luar objek wisata. Selain itu pihaknya sudah mulai menerapkan protokol kesehatan hingga objek wisata mulai dibuka.

"Dalam seminggu terakhir berbenah, satu kita bersih-bersih daun diangkut dibuang menjadi kompos, mulai membersihkan lumut-lumut karena tidak ada pengunjung, rumput liar, ranting-ranting dirapihkan perapihan taman-taman," ujarnya saat dihubungi, Kamis (4/6).

Ia mengatakan sejumlah pengelola foodcourt pun sudah membersihkan area jualan. Ke depan katanya, pihaknya memasang garis di pintu masuk antrean pengunjung dengan jarak 1.5 meter, menyiapkan thermo gun untuk mengukur suhu tubuh pengunjung dan karyawan.

"Diatas 37,5 celcius minta tidak masuk dan kalau pengunjung dan karyawan pulang saja karena ada indikasi tidak sehat," katanya. Menurutnya, petugas loket, pengecek karcis akan memakai masker dan sarung tangan.

Selain itu, Sulhan mengatakan pihaknya menyiapkan hand sanitazer dibeberapa titik. Menurutnya, pegangan di tangga-tangga akan dibersihkan minimal dua kali sehari, menyiapkan hand sanitazer di toilet.

"Di Foodcourt, empat kursi pada satu meja hanya bisa diisi dua orang saja untuk menjaga jarak," katanya. Selain itu, fasilitas menunggang gajah dan kuda ditiadakan namun untuk unta tetap ada hanya satu orang.

photo
Petugas memasang garis pembatas jarak bagi pengunjung di Kawasan Wisata The Lodge, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (4/6). Persiapan protokol kesehatan tersebut dilakukan dalam rangka memasuki era normal baru di kawasan wisata Kabupaten Bandung Barat yang rencananya akan dibuka kembali pada minggu ketiga Bulan Juni dengan kapasitas pengunjung hanya 30 persen - (RAISAN AL FARISI/ANTARA FOTO)

Sulhan menambahkan jika dalam satu hari di akhir pekan bisa menampung 1.000 hingga 1.500 orang maka ke depan dibatasi hanya 50 persen. Menurutnya, jika sudah penuh maka akan diberlakukan sistem buka tutup semisal lima orang keluar maka lima orang lainnya masuk.

"Orang-orang gak boleh lagi berdempetan harus jaga jarak, ada petugas yang berkeliling mengingatkan," katanya. Meski sudah melakukan persiapan di era new normal namun pihaknya menunggu kebijakan Pemkot Bandung kapan objek wisata bisa dibuka. "Kapan bukanya belum tahu, persiapan saja dulu," ungkapnya.

Sebelumnya, Pemkot Bandung telah melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dimana aktivitas masyarakat tertentu diperbolehkan hanya 30 persen. Namun, beberapa tempat seperti objek wisata belum diperbolehkan beroperasi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Dewi Kaniasari mengatakan baru hotel dan restoran yang bisa beroperasi dengan dibatasi pergerakan manusia sebesar 30 persen.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran juga akan membuka seluruh destinasi wisata pada Jumat (5/6) ini. Sejumlah promosi diberikan, termasuk berbagai diskon bagi wisatawan yang akan datang.

photo
Pecalang berjaga-jaga di wakasan wisata Pantai Batu Belig, Badung, Bali, Kamis (4/6). Lokasi wisata itu sementara masih ditutup sehubungan pandemi Covid-19.- (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Untung Saeful Rachman mengatakan, pihaknya telah melakukan promosi melalui media sosial dan media massa terkait rencana pembukaan destinasi wisata. Wisatawan yang ingin datang wajib memenuhi sejumlah syarat yang diberikan, salah satunya dapat menunjukan surat keterangan sehat yang didukung hasil negatif uji cepat (rapid test) Covid-19. Wisatawan yang ingin datang juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan. 

"Saat ini yang paling penting adalah kita membiasakan diri menerapkan protokol kesehatan," kata dia saat dibubungi Republika, Rabu (3/6). Untuk menyambut wisatawan yang datang, Untung mengatakan, pihaknya telah menerapkan berbagai diskon. Pertama, wisatawan yang akan memasuki destinasi wisata diberikan diskon 35 persen biaya retribusi. 

Selain itu, Pemkab Pangandaran juga sudah berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk wisatawan yang menginap di tempatnya. "Disepakati, untuk hotel akan ada diskon 30-35 persen. Untuk restoran disesuaikan pengusaha masing-masing," kata dia.

Ia menjelaskan, pemberian diskon itu merupakan kompensasi atas wisatawan yang datang. Sebab, untuk datang ke Pangandaran mereka harus melakukan rapid test terlebih dahulu. "Jumat besok mulai buka semua. Kami juga sudah koordinasi dengan pelaku wisata agar menerapkan protokol kesehatan," kata dia.

Untung menambahkan, selama tujuh hari masa percobaan pembukaan destinasi wisata, hanya wisatawan berasal dari Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang diperbolehkan datang. Menurut dia, setiap orang yang datang, termasuk wisatawan akan diperiksa di pos yang berada di wilayah perbatasan oleh petugas. Jika tak memenuhi ketentuan yang sudah ditetapkan, mereka tak akan diperkenankan masuk ke Pangandaran.

Selain itu, hanya wisatawan individu atau keluarga yang diperkenankan berkunjung. Sedangkan untuk wisatawan yang bersifat rombongan atau menggunakan agen travel, belum diizinkan masuk ke Pangandaran. "Selama tujuh hari pertama akan kita evaluasi hsilnya," kata dia.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat