Khazanah
Meski Korona Mewabah, Seleksi CAT Petugas Haji Tetap Digelar
Peserta seleksi petugas haji diimbau tidak melakukan kontak fisik dengan peserta dan panitia.
JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) tetap menggelar seleksi petugas panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) non-kloter untuk Arab Saudi berbasis computer assisted test (CAT) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (18/3). Adanya ancaman Covid-19 disikapi dengan melakukan protokol pengamanan yang ketat.
"Proses seleksi PPIH sangat penting sebagai bagian dari proses penyelenggaraan ibadah haji. Semua aspek unit manajemen harus berjalan," ujar Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid saat memberikan sambutan di tengah upacara peserta seleksi.
Dari pantauan Republika, semua peserta diimbau untuk tidak melakukan kontak fisik dengan peserta dan panitia selama seleksi berlangsung. Peserta juga diminta membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Bagi mereka yang mengalami batuk dan pilek harus mengenakan masker.
Peserta seleksi pun harus menyertakan surat kesehatan untuk bisa masuk ke ruangan. Mereka juga wajib menjalani pemeriksaan suhu tubuh. Mereka yang bersuhu tubuh di atas 38 derajat Celsius tidak diperbolehkan mengikuti seleksi. Saat di dalam ruangan, panitia juga mengatur duduk para peserta tidak terlalu rapat.
Tidak hanya itu, panitia mengganti tes wawancara lisan dengan wawancara tertulis. Menurut panitia seleksi, cara tersebut digunakan untuk mencegah adanya potensi penularan yang bisa terjadi melalui kontak lisan.
Wamenag menjelaskan, sesuai rencana perjalanan haji 1441 H/2020 M, pemberangkatan jamaah haji kloter pertama akan dilaksanakan pada 26 Juni 2020 dan kloter terakhir pada 25 Juli 2020. Sementara, pelaksanaan wukuf di Arafah insya Allah jatuh pada tanggal 30 Juli 2020.
Untuk pemulangan jamaah haji yang pertama akan dilaksanakan pada 6 Agustus 2020 dan akhir pemulangan 4 September 2020. "Dengan demikian maka petugas haji harus sudah tersedia semuanya (sebelum keberangkatan jamaah)," kata Wamenag.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nizar Ali menjelaskan, seleksi ini diikuti sebanyak 489 peserta. Mereka berasal dari berbagai institusi, yaitu Kemenag, TNI, Polri, ormas Islam, hingga media.
Dia pun menjelaskan, pelaksanaan seleksi PPIH kloter dan Arab Saudi dilakukan dari tingkat kabupaten/kota pada 4 Februari 2020. Untuk pertama kalinya seleksi tersebut menggunakan sistem CAT.
Selanjutnya, pada 13 Februari 2020, seleksi PPIH Arab Saudi tingkat kanwil telah dilakukan. "Pada 28 Februari 2020 telah dilaksanakan pelatihan PPIH kloter di 13 embarkasi. Pelatihan berlangsung selama 10 hari," ungkap Nizar.
Untuk petugas PPIH Arab Saudi tingkat pusat, ujar dia, akan melaksanakan pelatihan selama 10 hari. "Rencananya akan dimulai pada 10 April mendatang.''
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
