
Sejumlah calon tenaga kerja migran mengikuti pelatihan bela diri praktis bersama Kopo Ryu Jujitsu Indonesia (KJI) dan Woman Self Defense of Kopo Ryu (WSDK). | Edi Yusuf/Republika

Kegiatan ini digelar Dinas Tenaga Keja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provonsi Jawa Barat, di Balai Latihan Kerja Pekerja Migran Indonesia (BLKPMI) Disnakertrans Provinsi Jawa Barat,. | Edi Yusuf/Republika

Dengan pengetahuan konsep bela diri, diharapkan menjadi bekal untuk calon pekerja migran dalam menghadapi tindak kejahatan yang terjadi saat mereka bekerja di luar negeri. | Edi Yusuf/Republika

Pekerja migran perempuan Indonesia kerap menjadi korban kekerasan domestik selama menjalani pekerjaan di luar negeri. | Edi Yusuf/Republika

Sejumlah calon tenaga kerja migran mengikuti pelatihan bela diri praktis bersama Kopo Ryu Jujitsu Indonesia (KJI) dan Woman Self Defense of Kopo Ryu (WSDK). | Edi Yusuf/Republika

Instruktur beladiri Eko Hendrawan melatih tenaga kerja migran teknik bela diri praktis yang digelar Kopo Ryu Jujitsu Indonesia (KJI) dan Woman Self Defense of Kopo Ryu (WSDK). | Edi Yusuf/Republika
Peristiwa
Latihan Bela Diri Praktis Calon Pekerja Migran
Kegiatan ini digelar Disnakertrans Provnsi Jabar bekerja sama dengan KJI dan WSDK Bandung.
BANDUNG -- Sejumlah calon tenaga kerja migran mengikuti pelatihan bela diri praktis bersama Kopo Ryu Jujitsu Indonesia (KJI) dan Woman Self Defense of Kopo Ryu (WSDK) Bandung, Senin (18/9/2023).
Kegiatan ini digelar Dinas Tenaga Keja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provnsi Jawa Barat, di Balai Latihan Kerja Pekerja Migran Indonesia (BLKPMI) Disnakertrans Provinsi Jawa Barat di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.
Dengan pengetahuan konsep bela diri, diharapkan menjadi bekal untuk calon pekerja migran dalam menghadapi tindak kejahatan yang terjadi saat mereka bekerja di luar negeri. Baca Selengkapnya';