Seorang Barista sedang meracik kopi saat West Java Coffee Festival dan Festival Ketahanan Pangan dalam acara Road to West Java Festival 2023 yang digelar Pemprov Jawa Barat, di Plaza Gedung Sate, Kota Bandung, Ahad (9/10/2022). | Edi Yusuf/Republika

Kuliner

Nikmati Seduhan Kopi Sendiri

Penyeduh kopi di rumah biasanya belum mengerti mengenai resep meracik kopi yang tepat.

OLEH SANTI SOPIA

Semakin banyak peminat dan pengonsumsi kopi di berbagai kalangan, termasuk anak-anak muda. Tak hanya itu, mereka bahkan mulai tertarik untuk menyeduh kopi secara manual (manual brewing) dan mendalami kiat-kiatnya, termasuk salah satunya dengan menggunakan metode V60. 

Menurut Roaster dan Barista Ahmad Praditya, umumnya orang yang memiliki mesin V60 kerap tidak tahu cara menyeduh kopi dengan benar. Biasanya, penyeduh kopi di rumah kurang memperhatikan rasio. “Pada dasarnya banyak yang punya alatnya cuma tidak tahu memakainya, atau memakai yang benar,” kata barista yang akrab disapa Adit dalam acara Jelajah Kopi Indonesia (JKI) inisiasi PT Otten Coffee Indonesia di Serpong, Tangerang, bulan lalu.

Ada beberapa aspek yang bisa mempengaruhi hasil seduhan kopi. Hal itu antara lain, rasio, kegunaan suhu, pemilihan grind size atau ukuran gilingan kopi, baik kasar, medium, atau halus. Rasio antara kopi dan air akan mempengaruhi hasil seduhan. Suhu yang terlalu panas juga bisa memberikan efek tertentu.

Sementara grind size juga jadi salah satu faktor penting dalam proses seduh kopi. Seorang barista harus bisa menentukan bagaimana ukuran gilingan tersebut bisa pas dan sesuai dengan metode seduh yang akan dilakukan agar mendapatkan cita rasa seduhan kopi seperti yang diharapkan. “Jadi seperti penggunaan air tidak sebanding dengan kopi. Kebanyakan air, kopi jadi hambar, rasa tidak jelas,” lanjut Adit.

Penyeduh kopi di rumah juga biasanya kerap belum mengerti mengenai resep. Padahal, sedikitnya ada tiga tahap saat menuangkan kopi. Metode V60 bisa mengekstrak dan menentukan hasil seduhan kopi. Orang cenderung mencari rasa yang tidak terlalu keras, jadi lebih ringan, punya aroma menyenangkan, kuat, dan asam yang jelas.

Dia juga menyebut, pemilihan biji kopi dapat memberikan sensasi sesuai selera penyeduhnya, yaitu natural, lebih kuat, ada cita rasa cokelat, dan lain-lain. Adit menyarankan untuk memakai 15 gram kopi dengan 225 mililiter air. Pilih ukuran giling medium dan suhu sekitar 90 derajat celcius. Jangan lupa aduk hasil seduhannya dan bisa segera diseduh untuk dinikmati.

Penikmat kopi di Indonesia kini kian tertarik dengan sensasi fruity dan aromatik, juga mengarah pada pertimbangan kesehatan. Adit melihat kopi tersebut seperti hampir menyerupai teh bunga-bungaan. Saat ini, sensasi fruity lebih banyak, dari yang sebelumnya relatif sedikit. Dulu misalnya, hanya ada varian rasa lemon atau stroberi. Sementara sekarang ada mangga, nanas, dan itu berpengaruh dari proses pascapanen.

Adit melihat tren dengan sensasi buah ini bisa dibilang unik. Sebab, penikmat kopi dapat merasakan kombinasi tiga rasa dalam satu sajian, seperti rasa kopi, teh, dan jus dalam satu minuman. Namun, tidak semua kopi bisa menghasilkan sensasi demikian, sehingga menarik dan paling banyak dicari.

photo
Seorang Barista sedang meracik kopi saat West Java Coffee Festival dan Festival Ketahanan Pangan dalam acara Road to West Java Festival 2023 yang digelar Pemprov Jawa Barat, di Plaza Gedung Sate, Kota Bandung, Ahad (9/10/2022). - (Edi Yusuf/Republika)

Untuk pertimbangan kesehatan, biasanya ada yang memilih jenis tidak over cafein, seperti kopi hitam dengan pilihan Americano atau Japanese. Saat memakai metode V60 juga bisa menjadi less cafein, sehingga tidak deg-degan, tapi membuat melek saja. 

Untuk produk dari Indonesia, kata Adit, punya keunggulan rasa, teksturnya yang berat, dan beragam jenisnya. "Dari Jawa saja itu beragam, baik Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Satu daerah punya banyak sekali dan tidak dimiliki kopi luar,” tambah Adit yang juga bagian dari Barista Indonesia. Selain itu, kualitas dan rasanya pun semakin bagus, seiring meningkatnya kesadaran petani. Hal ini, kata Adit, perlu terus dijaga. 

Sementara itu, Social Media Manager Otten Coffee Shinta Tiara memperkenalkan inovasi baru yang diklaim pertama di Indonesia, yaitu Infused Coffee. Menurut Shinta, istilah infused hanya untuk air dan buah-buahan. “Kita bawa di kopi. Keunggulannya lebih keluar aromanya karena diinfus dulu, ada fruit candy, rasa lebih manis, ada pisang dan nanas, rasanya beda-beda dari setiap varian.” Ada tiga varian rasanya, yaitu Fruit Punch, Rock Mango, serta Fruit Candy. 

Menyeduh kopi saat ini juga semakin praktis dengan mesin kapsul otomatis. Shinta menambahkan bahwa menyeduh dengan mesin otomatis ini, bahkan pengguna tidak perlu membuka tutup kemasan kopi kapsul, melainkan bisa langsung dimasukam ke dalam mesin automatis. 

photo
Barista membuat minuman kopi saat Jogja Coffee Week (JCW) kedua di Yogyakarta, Ahad (4/9/2022). - (Republika/Wihdan Hidayat)

Memajukan Kopi Lokal

Industri kopi Tanah Air dianggap semakin menyedot perhatian. Kualitasnya mampu bersaing dengan berbagai merek kopi luar yang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para peminat kopi. Minat yang tinggi tentunya dapat berdampak bagi perkembangan industri kopi lokal dan automatis dapat membantu para petani kopi lokal untuk meningkatkan perekonomiannya. 

Langkah untuk memberdayakan ratusan kopi lokal seperti itu telah digagas Initial Coffee Roaster sejak 2014. Industri kopi yang didirikan Ivan Hartanto bersama dua rekannya Kenny Soewondo dan Kevin Soewondo emberdayakan para petani lokal di berbagai wilayah Indoensia, mulai dari Aceh, Jawa, hingga Papua. 

Ivan mengatakan, Initial Coffee Roaster berdiri bukan hanya sebagai kedai kopi, namun juga bertujuan memberdayakan dan meningkatkan nilai tambah setiap pelaku yang berperan di rantai industri kopi. “Hal itu mulai dari petani kopi, prosesor kopi dan masih banyak lagi,” kata Ivan, bulan lalu. 

Mereka membeli biji kopi langsung dari ratusan petani lokal tersebut tanpa perantara. Mereka juga memastikan pembelian dilakukan di awal agar para petani bisa punya pegangan modal untuk mengembangkan produktivitas lahan kopi mereka. 

Berkat mengikuti sejumlah kampanye, transaksi produknya pun laris, seperti Kopi Espresso Early Riser Blend, dapat melonjak. Bahkan produknya pun bisa menembus, baik luar Surabaya seperti Bogor, Sumbawa, dan Samarinda. Jangkauannya pun ditambah dan meningkatkan minat peminum kopi, terutama homebrewer ataupun kedai kopi baru agar mencoba biji kopi specialty grade buatan anak negeri sendiri. 

Selain itu, kata Ivan, mereka melakukan edukasi tentang kopi kepada masyarakat, seperti lewata Coffe Academy. Lewat program ini, berbagai pelatihan bagi masyarakat dibuka, terutama untuk mereka yang ingin belajar tentang kopi dan barista. “Sejauh ini sudah ada lebih dari 300 orang yang belajar di Premium Coffee Academy kami,” jelas Ivan.

Initial Coffee Roaster juga giat berinovasi dan akan meluncurkan produk terbarunya, yakni kopi celup. Kehadiran produk tersebut berangkat dari keinginan Initial Coffee untuk terus relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama yang ingin menikmati kopi secara lebih praktis atau tidak memerlukan peralatan khusus.

“Kami ingin kopi lokal berkualitas tinggi menjadi produk yang inklusif, bisa dinikmati oleh siapa saja, di mana dan kapan saja” tambah Ivan. n ed: dewi mardiani

Istikharah Imam Syadzili

Istikharah menumbuhkan kepercayaan dalam diri.

SELENGKAPNYA

Posisi Jari Ketika Tasyahud Akhir

Mazhab Maliki berpendapat menggerakkan jari telunjuk secara terus-menerus ke kanan dan kiri.

SELENGKAPNYA

Makna Hakikat Tanda Sujud

Vibrasi positif yang memancar di dalam wajah ahl al-shalat mampu memancarkan energi positif

SELENGKAPNYA