Terdakwa mantan Kepala Divisi I PT Waskita Karya Persero Tbk periode 2008-2012 Adi Wibowo menyimak pembacaan putusan saat sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (10/10/2022). | ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Nasional

Mantan Petinggi Waskita Beton Segera Disidang

Dalam modus pengadaan barang, internal PT WBP melakukan peminjaman nama dan bendera perusahaan.

JAKARTA -- Empat mantan petinggi di PT Waskita Beton Precast (WBP), AW, BP, AP, dan A akan segera disidangkan terkait kasus dugaan korupsi penggunaan dana fiktif untuk proyek pembangunan. Tim penyidikan Jampidsus menyatakan berkas perkara empat tersangka lengkap dan sudah dilimpahkan ke jaksa penuntutan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kejakgung), Ketut Sumedana mengatakan, pelimpahan berkas dilakukan pada Selasa (22/11). “Empat tersangka AW, BP, AP, dan A tetap dalam penahanan. Dan selanjutnya tim jaksa penuntut akan segera mempersiapkan surat dakwaan untuk kelengkapan pelimpahan berkas perkara tersebut ke pengadilan,” kata Ketut, Rabu (23/11).

Keempat tersangka adalah mantan Direktur Pemasaran PT WBP 2016-2020, Agus Wantoro (AW); General Manager Pemasaran PT WBP 2016-2020, Agus Prihatmono (AP); Staf Ahli Pemasaran PT WBP, Benny Prastowo (BP); dan General Manager (GM) Pemasaran PT WBP, Anugrianto (A). Keempatnya sejak Juli 2022 sudah dalam penahanan. Mengacu berkas perkara, keempat tersangka itu dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU Tipikor 31/1999-20/2001 subsider Pasal 3 UU Tipikor.  

Kasus dugaan korupsi yang terjadi di PT WBP ini terjadi pada periode 2016-2022 dengan taksiran kerugian negara mencapai Rp 2,58 triliun. Dikatakan, keempat tersangka melakukan penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan dalam pengadaan barang untuk proyek pemerintah.

photo
Terdakwa mantan Direktur Operasi PT Waskita Karya Persero Tbk, Adi Wibowo (kanan) saat mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (26/9/2022). - (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

“Yaitu, berupa pengadaan barang material yang tidak dapat dimanfaatkan dan beberapa pengadaan barang material yang tidak dapat ditindaklanjuti,” kata Ketut.

Dalam modus pengadaan barang tersebut, internal PT WBP melakukan peminjaman nama dan bendera  perusahaan. Dilanjutkan dengan pembuatan surat palsu berupa pemesanan barang-barang. Dalam penyidikan juga terungkap para tersangka membuat tanda terima palsu atas barang fiktif yang dipesan untuk proyek yang dikerjakan oleh PT WBP.

Ada enam proyek pembangunan dan pengadaan yang dilakukan PT WBP. Di antaranya, pembangunan Jalan Tol KLBM di Jawa Timur, pengadaan dan produksi tetrapod PT Semutama, pengadaan batu split PT Misi Mulia Metrical, pengadaan pasir PT Mitra Usaha Rakyat, serta pengadaan lahan untuk pembangunan Plan Bojonegara di Serang, Banten.

“Atas perbuatan para tersangka, menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 2,58 triliun,” kata Ketut.

Pada Oktober dan November 2022, tim penyidikan Jampidsus kembali menetapkan empat tersangka tambahan. Mereka di antaranya Hasnaeni atau si Wanita Emas yang ditetapkan tersangka selaku Direktur Utama PT Misi Mulia Metrikal. Kemudian, mantan Dirut PT WBP, Jarot Subana, karyawan di BUMN berinisial KJH, dan Dirut PT Arka Jaya Mandiri, HA. 

Gema Kemenangan Arab Saudi atas Argentina

Selain rekor tidak pernah kalah dalam 36 laga sebelumnya, Albiceleste juga diperkuat salah satu pemain terbaik dalam dua dekade terakhir, Lionel Messi.

SELENGKAPNYA

Surpres Calon Panglima TNI Siap Diserahkan

Setelah menerima surpres, barulah DPR dapat memproses nama calon panglima TNI.

SELENGKAPNYA

Raja Malaysia Panggil Dewan Sultan

TikTok ikut waspada selama krisis ini.

SELENGKAPNYA