Relawan Baznas melakukan pencarian korban gempa Cianjur | Ist

Khazanah

Baznas Gelar Manajemen Tanggap Darurat di Cianjur

Ada 74 orang personel gabungan Baznas yang diterjunkan ke lokasi bencana.

JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melakukan manajemen tanggap darurat di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang terdampak bencana gempa bumi. Baznas menyampaikan, tenda dan makanan masih menjadi kebutuhan utama bagi penyintas gempa di wilayah tersebut.

Pimpinan Baznas Nadratuzzaman Hosen mengatakan, Baznas Tanggap Bencana (BTB) sudah bergerak ke lokasi bencana di Cianjur. Ada 74 orang personel gabungan Baznas yang diterjunkan ke lokasi bencana. Di antaranya, sembilan tenaga medis, empat logistik, dan enam puluh lebih tim tanggap bencana.

photo
Pimpinan Baznas RI Nadratuzzaman Hosen (Prayogi/Republika.)

Menurut dia, armada yang digunakan terdiri atas 13 kendaraan, lima ambulans, dua mobil logistik, satu motor trail, dan sebagainya. Saat ini, tim Baznas masih terus melakukan evakuasi. Berdasarkan laporan, masih ada 100 lebih korban yang tertimbun. "Layanan kesehatan sudah diturunkan, dapur umum, dapur air, kita sudah ada di sembilan titik, distribusi bantuan dilakukan terus," ujar Nadratuzzaman saat konferensi pers bertajuk ‘’Baznas Respons Gempa Cianjur’’ di Kantor Baznas, Jakarta, Rabu (23/11).  

Nadratuzzaman juga menyampaikan, sejauh ini bantuan belum merata dan belum memenuhi kebutuhan para penyintas gempa di Cianjur. Akses ke lokasi-lokasi terdampak gempa masih sulit. Sementara, tenda dan makanan masih menjadi kebutuhan utama. Ia menceritakan, warga tidak mau jauh dari sekitar rumahnya yang terdampak gempa, mungkin karena takut dijarah dan lain sebagainya. Untuk itu, Baznas akan menyiapkan tenda untuk warga.

 
Baznas terus melakukan pencarian korban gempa, melanjutkan evakuasi, distribusi makanan siap saji
NADRATUZZAMAN Pimpinan Baznas
 

"Baznas terus melakukan pencarian korban gempa, melanjutkan evakuasi, distribusi makanan siap saji, memberikan layanan pengungsi seperti layanan kesehatan dan dapur umum, dapur air, distribusi logistik, tempat tidur," ujar Nadratuzzaman. 

Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Baznas Saidah Sakwan menyampaikan, konsentrasi Baznas pekan ini sampai dua pekan ke depan adalah melakukan manajemen tanggap darurat. Fokus proses tanggap darurat adalah menjaga jiwa. "Untuk menjaga jiwa, maka fokusnya melakukan evakuasi teman-teman penyintas yang belum dievakuasi ke RS, teman-teman penyintas yang ada di RS Darurat harus dievakuasi ke RS rujukan," katanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Badan Amil Zakat Nasional (baznasindonesia)

Saidah juga menyampaikan, Rumah Sakit Baznas (RSB) dengan lima ambulans terus disiagakan. Sekarang setiap ambulans melakukan perjalanan empat kali dalam sehari. Mereka melakukan evakuasi pasien yang harus dirujuk, baik ke rumah sakit di Sukabumi maupun ke Bandung.

Ia menjelaskan, dalam manajemen tanggap darurat, Baznas mengembangkan sembilan titik dapur umum. Dapur umum menyediakan makanan siap saji melalui bank makanan Baznas. Bahkan, sudah disiapkan lima Z-Chicken yang beroperasi 24 jam untuk melayani sarapan, makan siang, dan makan malam bagi para mustahik.

Baznas juga mengajak para penyintas untuk bersama-sama membangun dapur umum. Baznas menyiapkan infrastruktur dan logistiknya. Baznas juga sudah membeli 45 tenda yang distribusikan ke sembilan titik."Tenda-tenda tersebut untuk layanan kesehatan, shelter untuk anak yang di dalamnya dilakukan manajemen psikososial, terutama memastikan proses pendidikan anak tetap berlangsung, kita juga menyiapkan fasilitas mushala sementara," kata Saidah.

Lima Persen Belanja Modal PLN untuk UMKM

Langkah ini jadi bagian semangat penggunaan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

SELENGKAPNYA

Kemenangan Bersejarah Arab Saudi

Saudi tak boleh cepat puas mengingat ini baru laga pertama.

SELENGKAPNYA

Tuntutan Fokus A Selecao

Portugal sebenarnya memiliki problem yang jauh lebih besar.

SELENGKAPNYA