vp,,rm
Artists perform at the opening ceremony prior to the World Cup, group A soccer match between Qatar and Ecuador at the Al Bayt Stadium in Al Khor, Sunday, Nov. 20, 2022. | AP/ap

Kabar Utama

'Mereka Harus Menghargai Kami'

Sebelum perhelatan Piala Dunia dimulai, Qatar menghadapi banyak kritikan.

OLEH FERNAN RAHADI dari Doha, Qatar

Mundher (57 tahun) mengaku kesal dengan beragam pemberitaan media-media Barat yang kerap mendiskreditkan Islam dan tuan rumah Qatar pada penyelenggaraan Piala Dunia 2022. Ia menyatakan, sebagai bagian dari komunitas Muslim di seluruh dunia, kita perlu mendapatkan respek yang layak.

Sebelum perhelatan Piala Dunia dimulai, Qatar menghadapi banyak kritikan dan tuduhan buruk atas sikapnya terhadap LGBT hingga perlakuan terhadap pekerja migran. Qatar pun dihujani kritikan atas keputusan melarang adanya bir di dalam dan sekitar stadion Piala Dunia.

Kritikan atas larangan bir salah satunya dilayangkan mantan pemain Jerman, Oliver Bierhoff, yang kini menjadi ofisial timnas Jerman. Bierhoff menyebut bir menjadi bagian dari turnamen.

"Ketika kita datang ke Eropa, Amerika Serikat, kita menghargai mereka. Maka, ketika mereka datang ke sini, mereka juga harus menghargai kami," ujar Mundher yang ditemui Republika di Education City Stadium, menjelang laga Tunisia melawan Denmark, Selasa (22/11).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (republikaonline)

Mundher menekankan, setiap agama memiliki nilai dan ajaran yang sepatutnya dihargai pemeluk agama lain. Menurut dia, hal terpenting yang perlu dilakukan adalah saling menghargai dan hidup berdampingan satu sama lain.

"Kita harus memiliki respek satu sama lain, itulah yang kerap dipromosikan negara-negara Barat," kata Mundher yang mengaku sudah dua pekan berada di Qatar.

Alaeddin Khalaff, seorang warga Qatar, mengaku sepakat bahwa nilai-nilai Islam perlu disosialisasikan selama penyelenggaraan Piala Dunia. Menurut pegawai pemerintah tersebut, hal itu memang sengaja dilakukan Pemerintah Qatar untuk menunjukkan Islam sebagai negara inklusif kepada dunia.

Hal yang sama dikatakan Thariq, seorang guru berkebangsaan Tunisia yang berdomisili di Qatar. Namun, dia mengatakan, nilai Islam tidak selalu perlu ditunjukkan dengan hal-hal yang berbau ritual, cara berbusana, dan sebagainya.

photo
Sekelompok Muslim melaksanakan shalat sebelum menghadiri acara pembukaan Piala Dunia 2022 di Stadion Al Bayt di Al Khor, Qatar, Ahad (20/11/2022). - (AP Photo/Aijaz Rahi)

"Islam itu agama universal. Ketika Anda melihat orang-orang mengantre dengan teratur dan rapi, itulah Islam. Sama halnya dengan pelayanan yang bagus dan cepat. Itu juga merupakan nilai Islam," katanya saat ditemui di Msheireb Metro Station.

Ben, fan asal Australia, mengaku takjub dengan kesiapan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Segala ketakutan yang ditimbulkan berbagai media-media Barat, menurut dia, tidak semuanya benar. "Qatar menurut saya telah menunjukkan diri sebagai negara Muslim yang eksklusif. Kami sangat bahagia berada di sini," katanya.

Qatar merupakan negara Muslim pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia. Menjadi tuan rumah salah satu pesta olahraga terbesar di dunia, Qatar tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mempromosikan Islam. Mereka berusaha menghilangkan hal-hal negatif mengenai agama yang dianut oleh miliaran orang di seluruh dunia.

Seperti dikutip dari Samaa, Selasa (22/11), di setiap langkah dari hotel ke stadion, penyelenggara acara memastikan bahwa pesan Islam disampaikan dengan cara yang halus. Mungkin ini juga pertama kalinya bagi penonton yang menghadiri pertandingan perdana acara besar tersebut mendapatkan bingkisan yang mencerminkan keramahan yang dianjurkan dalam Islam.

Aturan dasar lainnya juga diberlakukan secara ketat. Alkohol yang sangat dilarang dalam Islam tidak diizinkan, bahkan untuk orang asing di stadion di Qatar. Menjamin pengalaman yang luar biasa, Qatar memastikan para pengunjung tidak melewatkan keindahan dan keagungan yang dihadirkan oleh panggilan azan.

Tuan rumah juga menyiapkan muazin dengan suara merdu dan memasang mikrofon di stadion untuk azan. Karena itu, area shalat juga telah dialokasikan di stadion. Di samping itu, tuan rumah telah mengambil beberapa langkah lainnya bagi pengunjung untuk memberi mereka pengalaman tentang apa yang sebenarnya diajarkan Islam.

Pada saat acara pembukaan Piala Dunia, akar budaya badui Qatar dipamerkan. Saat emir negara itu membuka Piala Dunia, dia mencium tangan sang ayah dan menyambut dunia ke acara sepak bola terbesar, yang pertama kali diadakan di Timur Tengah.

"Dari Qatar, dari dunia Arab, saya menyambut semua orang di Piala Dunia 2022. Betapa indahnya orang dapat mengesampingkan apa yang memisahkan mereka, untuk merayakan keragaman dan apa yang menyatukan mereka," kata Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani dalam acara pembukaan, dikutip dari Khaleej Times.

photo
Aktor Hollywood Morgan Freeman berbincang dengan Duta Piala Dunia FIFA Ghanim Al Muftah tentang menghormati perbedaan pada acara pembukaan Piala Dunia 2022 di Stadion Al Bayt di Al Khor, Qatar, Ahad (20/11/2022). - (AP Photo/Natacha Pisarenko)

Terlepas dari kemewahan dan penantian dari Piala Dunia 2022 ini, hal yang menarik perhatian dunia dan memikat para penonton adalah pembacaan ayat-ayat Alquran oleh qari berusia 20 tahun Ghanim Al Muftah yang juga merupakan duta Piala Dunia FIFA. Ghanim yang lahir dengan kondisi langka, yang mengganggu perkembangan tulang belakang bagian bawahnya, muncul bersama aktor pemenang Oscar Morgan Freeman. Aktor Amerika itu duduk di lapangan di samping sang qari asal Qatar. 

Freeman lantas membawakan narasi segmen pembukaan upacara Piala Dunia 2022 berjudul “The Calling”. Ia membawa pesan kepada seluruh penonton dan penikmat bahwa saat ini semua orang berkumpul dalam satu suku besar.

"Bagaimana bisa begitu banyak negara, bahasa dan budaya bersatu jika hanya satu cara yang diterima?" ujar Freeman. "Ketika Anda terpanggil ke sini (Qatar—Red), kami menyambut Anda ke rumah kami," kata Ghanim. Ucapannya ini merujuk pada bayt al-sha'ar atau tenda yang pernah digunakan oleh orang-orang badui nomaden di semenanjung Arab untuk berteduh, yang mengilhami desain stadion.

Freeman kemudian berbicara kepada para penonton dengan mengatakan, "Sepak bola menyatukan bangsa dan cinta mereka untuk permainan yang indah. Apa yang menyatukan bangsa juga menyatukan komunitas." 

Perjalanan Panjang ke Al Bayt

Tempat duduk para jurnalis Indonesia tidak disediakan layar monitor untuk menonton pertandingan

SELENGKAPNYA

Krusial di Laga Perdana

Salah satu kekuatan terbesar Polandia terletak pada kehadiran Robert Lewandowski di lini serang.

SELENGKAPNYA

Menanti Tarian Messi di Lusail

Arab Saudi menjadi ujian perdana Messi untuk merengkuh trofi juara Piala Dunia.

SELENGKAPNYA