Oni Sahroni | Daan Yahya | Republika

Konsultasi Syariah

Pernah Bersedekah Kemudian Diakui Sebagai Zakat

Kewajiban setiap entitas untuk mengetahui fikih zakat terkait dengan profesi dan usahanya.

DIASUH OLEH USTAZ DR ONI SAHRONI; Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia 

Assalamu’alaikum Wr Wb

Jika kita sudah berdonasi/bersedekah, misalnya, ke petugas keamanan, khadimah, atau sopir, apakah itu boleh diniatkan dan diakui sebagai zakat? Sehingga, tarif zakat yang harus dikeluarkan nanti dikurangi dengan donasi yang sudah dikeluarkan sebelumnya. Mohon penjelasan, Ustaz. -- Harun, Jakarta

Wa’alaikumussalam Wr Wb

Kesimpulannya, donasi infak/sedekah yang sudah ditunaikan tidak bisa dikategorikan zakat dan tidak menggugurkan kewajiban zakat. Misalnya, si A pada 2021 tidak mengeluarkan zakatnya karena tidak pernah menghitung kewajiban zakatnya. Terhitung selama 2021, ia berbagi dan berinfak untuk pembantu rumah tangganya, sopirnya, ta’awun di kas RT, serta donasi saat ada yang membutuhkan di tengah perjalanan.

Diperkirakan yang sudah dikeluarkan sebesar Rp 1 juta. Kemudian, pada 2022, si A baru mengalkulasi kewajiban zakatnya dan disimpulkan kewajiban zakatnya adalah Rp 1 juta. Kemudian, ia berniat berdonasi Rp 1 juta yang pernah dikeluarkan pada 2021 sebagai infak tersebut itu dijadikan zakatnya sehingga tidak perlu mengeluarkan zakatnya kembali.

Apa yang dilakukan oleh si A tersebut tidak menggugurkan kewajiban zakatnya. Ia harus berzakat sesuai dengan perhitungan zakatnya dengan menentukan tahun berapa saja yang belum ia tunaikan zakatnya dan berapa yang harus disalurkan sebagai zakat.

Hal ini didasarkan pada (1) di antara syarat zakat adalah niat. Saat donasi tersebut diberikan dengan niat infak bukan zakat karena belum diketahui kewajiban zakatnya, maka tidak menggugurkan kewajiban zakat.

Jika donasi diniatkan zakat dan sedekah secara sekaligus, itu tidak dibolehkan karena zakat itu yang prinsip (ashal) sehingga harus diniatkan secara khusus. Ibnu Hazm dalam al-Muhalla menjelaskan, zakat yang ditunaikan oleh seorang Muslim untuk dirinya atau yang mewakilinya atas perintahnya itu sah apabila diniatkan sebagai zakat yang wajib (al-Muhalla, Ibnu Hazm, 4/205).

As-Suyuthi menjelaskan, seseorang mengeluarkan 5 dirham sebagai zakat dan berniat zakat dan sedekah secara sekaligus, maka donasi tersebut tidak dikategorikan zakat, tetapi bernilai sedekah sunah tanpa ada perbedaan di antara para ulama (al-Asybah wa an-Nazhair, as-Suyuthi, hlm 22).

(2) Infak itu berbeda dengan zakat. Di antara perbedaannya adalah zakat itu hanya boleh disalurkan untuk mereka yang memenuhi kriteria penerima zakat, seperti dhuafa. Sedangkan, infak itu boleh disalurkan untuk mereka yang bukan dhuafa, tetapi tercukupi dan pas-pasan.

Dari sisi wajib atau tidak, zakat wajib, sedangkan infak atau sedekah itu sunah dan bersifat sukarela. Dari sisi penerima, zakat hanya diperuntukkan salah satu dari penerima zakat sebagaimana ditentukan dalam nash. Zakat tidak boleh diberikan kepada non-Muslim, sedangkan infak boleh diberikan kepada non-Muslim. Zakat tidak boleh diberikan kepada orang tua, sedangkan infak boleh diberikan kepada orang tua.

Singkatnya, andaikan dalam periode sebelumnya uangnya disalurkan sebagai infak untuk tetangga dan lainnya yang bukan dhuafa, maka tidak termasuk kategori zakat.

(3) Dari sisi prioritas, yang wajib didahulukan daripada yang sunah. Seperti halnya dalam shalat, shalat wajib ditunaikan terlebih dahulu sebelum yang sunah, seperti shalat sunah rawatib. Sebelum bersedekah atau berinfak kepada orang lain, pastikan zakat yang berstatus wajib dan fardhu kepada dirinya itu tertunaikan. Agar tidak terjadi kewajiban zakat tersebut tidak tertunaikan atau ditinggalkan hingga ia berdosa meninggalkan salah satu rukun Islam, padahal ia banyak berinfak.

Oleh karena itu, menjadi kewajiban setiap orang atau entitas yang memiliki pendapatan, baik seperti seorang profesional maupun ada usaha yang dikelolanya, untuk mengetahui fikih zakat terkait dengan profesi dan usahanya dan melakukan kalkulasi apakah wajib zakat atau tidak, berapa yang harus ditunaikan, dan ditunaikan melalui lembaga zakat. Wallahu a’lam.

Surau Kecil Menuju Perang Surabaya

Masjid Sabilillah menjadi salah satu destinasi wisata yang diunggulkan Kota Malang.

SELENGKAPNYA

Tiga Pejabat Kemenperin Tersangka Kasus Impor Garam

Para tersangka memalsukan data kebutuhan impor garam industri

SELENGKAPNYA

Tragedi Kanjuruhan Pelanggaran HAM

Komnas HAM menyebut, pelanggaran HAM terjadi karena penggunaan kekuatan berlebihan.

SELENGKAPNYA