Menpora Zainudin Amali. | ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Olahraga

Menpora: Pemerintah tak akan Campuri KLB PSSI

Fokus utama TGIPF adalah pengusutan tuntas tragedi Kanjuruhan.

SEMARANG -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memastikan pemerintah tidak akan ikut campur dalam kongres luar biasa (KLB) yang akan digelar PSSI dalam waktu dekat.

"Sudah diputuskan, pemerintah tidak akan ikut campur," kata Menpora di sela pengarahan terhadap atlet binaan Universitas Semarang (USM) di Semarang, Ahad (30/10).

Menurut dia, pemerintah tidak akan mengintervensi pelaksanaan KLB sehingga pemerintah juga tidak memiliki harapan apa pun dari yang dihasilkan nanti. Ia menuturkan, KLB merupakan kewenangan federasi sepak bola yang sudah diputuskan dan dipersilakan untuk dijalankan. "Kita tunggu saja, apa pun hasilnya," ujarnya lagi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kemenpora RI (@kemenpora)

Dalam kesempatan itu, Menpora memberikan pengarahan kepada mahasiswa yang merupakan atlet binaan USM. Menpora mengapresiasi upaya USM dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang tidak hanya dari sisi akademis.

"Tidak banyak perguruan tinggi yang memberikan kesempatan kepada atletnya, kebanyakan lebih banyak pada penekanan akademik," katanya.

Secara terpisah, Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Mahfud MD mengatakan, KLB PSSI sudah sesuai dengan rekomendasi dari TGIPF. "Sudah sesuai memang, sangat persis memang begitu agar mempercepat kongres luar biasa," kata Mahfud MD seusai menghadiri pengukuhan guru besar di Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (29/10).

Menurut dia, semua rekomendasi TGIPF sudah dilaksanakan oleh Presiden, seperti tata tertib, keamanan, dan renovasi seluruh stadion. "Sudah jalan semua rekomendasi TGIPF," kata Mahfud yang juga menteri koordinator bidang politik hukum dan keamanan (menko polhukam) itu.

 
 
Untuk tanggung jawab hukum, semua unsur pidana tengah digali. Sedangkan, tanggung jawab moralnya, kalau punya hati, ya, mundur, itu saja. Namun, tanggung jawab moral tidak bisa dipaksakan.
 
 

Sebelumnya, Mahfud juga menyampaikan, pihaknya punya banyak rekomendasi yang berkaitan dengan tragedi Kanjuruhan dan tidak akan mencampuri urusan PSSI. Namun, pihaknya mengingatkan, PSSI punya tanggung jawab hukum dan moral atas tragedi tersebut.

"Untuk tanggung jawab hukum, semua unsur pidana tengah digali. Sedangkan, tanggung jawab moralnya, kalau punya hati, ya, mundur, itu saja. Namun, tanggung jawab moral tidak bisa dipaksakan," ujarnya.

Anggota TGIPF, Akmal Marhali, kepada Republika menyatakan, KLB adalah hak konstitusi PSSI bersama para anggotanya. Ia mengatakan, KLB itu ranahnya PSSI dalam lingkup football family. Pihak di luar pemangku kebijakan sepak bola, kata Akmal, tidak bisa ikut campur. 

 
 
KLB hanyalah langkah yang harus diambil ketika pengurus PSSI bertanggung jawab moral, yakni mundur.
 
 

Namun, kata dia, harus dicatat dan digarisbawahi, KLB bukan tujuan rekomendasi TGIPF. Fokus utama TGIPF adalah pengusutan tuntas tragedi Kanjuruhan.

"KLB hanyalah langkah yang harus diambil ketika pengurus PSSI bertanggung jawab moral, yakni mundur. Ketika mundur, ada kekosongan kekuasaan, baru KLB. Jangan dibuat melompat sehingga terjadi distorsi," kata Akmal yang juga pendiri Save Our Soccer ini.

Akmal menegaskan, KLB itu bukan fokus kerja TGIPF. Menurut dia, hal itu menjadi ranah PSSI bersama pemilik suara berdasarkan konstitusi mereka. “TGIPF tetap harus fokus dan mengawal usut tuntas #TragediKanjuruhan demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat (sepak bola) Indonesia,” katanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Joko Widodo (@jokowi)

Sebelumnya, PSSI berencana menggelar KLB yang lebih cepat dari yang dijadwalkan. Desakan kepada PSSI untuk segera menggelar KLB awalnya datang dari TGIPF yang dibentuk Pemerintah Indonesia setelah terjadi tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 135 orang dan melukai ratusan lainnya.

TGIPF dalam dokumen yang dikeluarkan pada 14 Oktober 2022 merekomendasikan jajaran Komite Eksekutif (Exco) PSSI, termasuk Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas jatuhnya ratusan korban, baik meninggal maupun luka-luka, dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.

Sifat Orang Kafir

Orang kafir tak meyakini kiamat dan menganggap setelah kematian tak ada lagi kehidupan.

SELENGKAPNYA

Waspadai Gejala Kanker pada Anak

Selalu ada harapan bahwa kanker bisa ditangani.

SELENGKAPNYA

Emile 'Emin' Zehnder, Cahaya Hidayah di Turki

Terkesan akan kebaikan Muslim, lelaki Prancis ini memutuskan untuk berislam.

SELENGKAPNYA