Gabungan suporter menunaikan Shalat Ghaib untuk korban tragedi Kanjuruhan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa (4/10/2022). | Republika/Wihdan Hidayat

Kabar Utama

Presiden: Audit Semua Stadion

Aremania meminta aparat dan pihak terkait tidak menyembunyikan fakta-fakta yang ada.

MALANG – Salah satu faktor yang ditengarai memperparah situasi dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, adalah tertutupnya beberapa gerbang saat pertandingan sudah selesai. Presiden Joko Widodo secara khusus menyoroti hal tersebut dan menginstruksikan jajarannya untuk melakukan audit total seluruh infrastruktur stadion yang digunakan dalam pertandingan sepak bola.

“Saya juga akan perintahkan Menteri PUPR untuk mengaudit total seluruh stadion yang dipakai untuk liga, baik Liga 1, Liga 2, maupun Liga 3, semuanya. Apakah gerbangnya sesuai dengan standar? Cukup lebar?” kata Jokowi usai mengunjungi sejumlah korban tragedi Stadion Kanjuruhan di RSUD dr Saiful Anwar, Kota Malang, Rabu (5/10).

Audit tersebut dianggap penting untuk memastikan tragedi sepak bola yang terjadi pada Sabtu (1/10) lalu tidak pernah kembali terjadi di Tanah Air. Tugas audit stadion tersebut diberikan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Presiden pun memberikan waktu satu bulan kepada Kementerian PUPR untuk melakukan audit stadion tersebut.

“Apakah gerbangnya sesuai dengan standar, manajemen lapangannya yang memegang kendali siapa, semuanya. Dari peristiwa ini kita harus perbaiki semuanya, manajemen pertandingan, manajemen lapangan, manajemen pengelolaan stadion, semuanya harus kita audit total,” ujar Jokowi.

Selain bertemu dengan para korban, mantan wali kota Solo itu juga meninjau langsung Stadion Kanjuruhan untuk mendapatkan gambaran tata letak stadion berkapasitas sekitar 35 ribu penonton itu. Jokowi melihat adanya beberapa aspek dari Stadion Kanjuruhan yang perlu dibenahi. Kondisi inilah yang melatarbelakanginya untuk memerintahkan audit seluruh stadion di Tanah Air.

“Saya lihat tadi ada pintu yang terkunci dan juga tangga yang terlalu tajam, ditambah kepanikan yang ada. tapi itu saya hanya melihat lapangannya, nanti semua akan disimpulkan oleh tim independen pencari fakta sekali lagi yang paling penting seluruh bangunan stadion akan diaudit oleh Kementerian PUPR,” ujar Presiden.

Dia menambahkan, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) juga menyatakan kesanggupannya untuk membantu perbaikan tata kelola sepak bola Tanah Air jika diperlukan. Komitmen tersebut disampaikan Presiden FIFA Gianni Infantino saat berbincang dengan Jokowi melalui sambungan telepon pada Senin (3/10) malam.

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan mulai turun ke lapangan untuk mengusut kasus yang merenggut 131 korban jiwa itu. Satu tim yang dipimpin oleh mantan kepala BNPB, Doni Monardo sudah berada di Malang pada Rabu (5/10) dan telah bertemu dengan sejumlah pihak. Tim akan bertugas hingga Ahad (9/10).

photo
Presiden Joko Widodo dan istrinya Iriana menjenguk penyintas Tragedi Kanjuruhan di RSUD dr Saiful Anwar, Malang, Rabu (5/10/2022). - (EPA-EFE/Indonesian Presidential Palace/Rusman)

“Semua pihak terkait, mulai dari persiapan, pelaksanaan pertandingan, terjadinya kerusuhan, pascakerusuhan, dan penanganan korban, akan ditemui oleh tim. Dengan demikian, akan diketahui pada bagian apa, siapa melakukan apa, dan siapa yang bertanggung jawab atas terjadinya kerusuhan,” kata Ketua TGIPF Mahfud MD.

Aremania mengawal

Tokoh Aremania, Anto Baret, meminta TGIPF Tragedi Kanjuruhan bersikap transparan dalam upaya mengungkap peristiwa yang menewaskan ratusan pendukung Arema FC tersebut. Permintaan tersebut diutarakan Anto di hadapan ribuan Aremania yang menghadiri gelaran doa bersama pada Selasa (4/10) malam.

“Pak Jokowi sudah memberikan instruksi keras kepada Kapolri, Pak Mahfud MD, Panglima. Baik, kita tunggu. Tetap kita kawal. Kita nanti bentuk tim secara masif terus menerus kita mengawal ini,” kata Anto.

Anto mengajak ribuan Aremania ikut mengawal proses pengungkapan tragedi Kanjuruhan. Ia kembali meminta aparat dan pihak terkait tidak menyembunyikan fakta-fakta terkait kerusuhan di Kanjuruhan. Andi menegaskan dirinya siap mengawal kasus tersebut sampai tuntas.

“Kalau ada satu fakta yang disembunyikan, kalau ada fakta yang terselubung, saya secara pribadi, sampai mati pun akan saya kawal,” kata Anto.

Anto pun mengingatkan rekannya Aremania untuk lebih berhati-hati agar tidak ada pihak yang menunggangi dalam pengungkapan kasus tersebut. Di sisi lain, Andi mengajak seluruh Aremania bisa menghormati proses hukum yang berjalan, mengingat Indonesia adalah negara hukum. “Kita harus tetap hati-hati dan waspada. Jangan sampai ada pihak-pihak lain yang menunggangi kita,” ujar dia.

Pidanakan Prajurit

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyatakan, telah memeriksa lima prajurit yang melakukan tindakan berlebihan kepada suporter Arema dalam kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Dari lima prajurit tersebut, empat di antaranya telah mengakui perbuatannya.

Andika menjelaskan, sanksi tegas akan diberikan kepada prajurit yang terbukti bertindak berlebihan kepada suporter. Menurut dia, tindakan prajuritnya tersebut sudah memenuhi unsur pidana, yakni di antaranya Pasal 351 KUHP dan KUHPM (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer) Pasal 126.

“Saya berusaha untuk tidak (ke pengadilan) etik. Karena etik ini apabila tadi, ada memang syarat-syaratnya. Bagi saya itu sudah sangat jelas, itu pidana,” kata Andika di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/10).

Andika menyatakan, tak akan menyerah untuk menggali berbagai informasi terkait tindakan prajuritnya yang berlebihan saat pertandingan Arema FC melawan Persebaya pada Sabtu (1/10). Selain itu, pihaknya juga tengah memeriksa unsur pimpinan.

“Karena mereka ini kan sersan dua (serda) ada empat orang dan prajurit satu (pratu) satu orang. Kita memeriksa juga yang lebih atasnya. Prosedur apakah yang mereka lakukan? Apakah mereka sudah mengingatkan? Dan ini sampai dengan tingkat komandan batalyonnya yang ada juga di situ,” kata Andika.

photo
Aparat menghantam seorang suporter dengan tameng di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022). - (AP Photo/Yudha Prabowo)

Andika mengatakan, peristiwa ini akan menjadi evaluasi bagi TNI ke depannya. Tragedi ini, menurut dia, menunjukkan bahwa arahan yang disampaikan terkait batas kewenangan TNI dalam pengamanan pertandingan tidak dilaksanakan dengan baik.

Pangdam V Brawijaya Mayjen Nurchahyanto menyampaikan permohonan maaf atas kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang. Nurchahyanto mengakui, ada prajuritnya yang bertindak berlebihan saat ikut mengamankan kerusuhan yang terjadi.

“Saya selaku pangdam V Brawijaya menyampaikan permohonan maaf atas apa yang terjadi di Kanjuruhan, di mana ada prajurit kami yang bertindak over acting sehingga menyebabkan ada beberapa suporter aremania yang mungkin tersakiti,” kata Nurchahyanto.

Sebelumnya, beredar di media sosial adanya anggota TNI yang menendang suporter Aremania yang turun ke lapangan saat kerusuhan yang terjadi. Nurchahyanto memastikan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap prajurit terkait. “Prajurit ini sedang diproses, manakala terbukti bersalah akan diproses,” ujar dia.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menyerahkan seluruhnya proses pencarian fakta sebenarnya kepada Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF). Dia mengatakan, kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI itu kemungkinan bukan tanpa sebab.

“Kita menunggu tim dari TGIPF, kita tunggu dari kepolisian juga menyerahkan kepada TGIPF untuk mencari sebenarnya yang terjadi apa,” kata Dudung.

Adapun kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum TNI itu terekam dalam video yang tersebar di media sosial. Aksi itu terjadi ketika Aremania turun ke lapangan dari area tribun Stadion Kanjuruhan. Di sisi lain, menurut Dudung, banyak juga anggota TNI lain yang turut membantu menyelamatkan para Aremania ketika tragedi kerusuhan itu terjadi.

“Tentunya kita melihat banyak prajurit kita yang menolong masyarakat dari mulai lapangan sampai kendaraan ambulans, bahkan sekarang juga di rumah sakit kita juga yang menolong,” ujar dia.

Temuan Komnas HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkapkan temuan sementara dari penyelidikan tragedi di stadion Kanjuruhan, Malang. Komnas HAM mendapati kondisi korban yang sangat memprihatinkan. Hal itu ditemukan Anam setelah mendatangi lokasi sekaligus mendalami tragedi tersebut.

Komisioner Bidang Penyelidikan dan Pemantauan Komnas HAM Choirul Anam mengaku, mendapati indikasi penyebab kematian korban melalui profil sejumlah jenazah. “Pertama adalah kondisi jenazahnya banyak yang mukanya biru. Jadi, muka biru ini banyak. Ini yang menunjukkan kemungkinan besar karena kekurangan oksigen karena juga gas air mata,” ujar Anam.

Korban luka juga tak luput dari pemantauan Komnas HAM. Anam memperoleh data soal korban luka, yang sebagian Aremania menderita patah tulang. Hasil temuan sementara Komnas HAM tersebut memperkuat dugaan banyak korban kehilangan nyawa akibat membabi-butanya tembakan gas air mata dari aparat. 

Membanjirnya gas air mata menyebabkan Aremania berhamburan mencoba keluar stadion. Namun, ada beberapa gerbang yang tertutup sehingga mereka tidak bisa keluar stadion dan terjebak saling berdesakan dengan kepungan gas air mata.

Mengenang Maulid Nabi di Kediaman Habib Umar Alatas

Lebih dari 100 ribu kaum Muslimin dan Muslimat mendatangi acara maulid.

SELENGKAPNYA

Operasi Keperawanan, Bolehkah?

Bagi wanita yang memang masuk dalam kategori pezina, mereka tetap diharamkan untuk melakukan operasi

SELENGKAPNYA

Keluarga Cemara, Adaptasi Baru dengan Kelindan Persahabatan

Serial ini mengusung nilai-nilai persahabatan, cinta, dan keluarga

SELENGKAPNYA