Sejumlah petugas memperbaiki kirmir dan makam yang rusak terdampak longsor di TPU Sirnaraga, Jalan Pajajaran, Cicendo, Kota Bandung, Rabu (5/10/2022). | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Nusantara

Bandung Gelar Program Padat Karya Antisipasi Banjir

Kota Bandung memiliki setidaknya 20 titik yang menjadi langganan banjir.

BANDUNG — Upaya siaga banjir dilakukan di banyak kota di Indonesia, termasuk di Bandung. Program Padat Karya yang digagas oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung telah digulirkan di 24 kecamatan.

Kepala Disnaker Kota Bandung Andri Darusman mengatakan program padat karya difokuskan untuk membersihkan saluran air di pemukiman dari sampah salah satunya untuk mencegah banjir.

"Dengan padat karya apalagi sedang musim penghujan saluran air dapat kita bersihkan ini juga dalam upaya kita mencegah terjadinya banjir," ujarnya, Rabu (5/10). "Mudah-mudahan dapat membantu kebersihan wilayah, terutama masalah Bandung kan salah satunya sampah dan banjir."

Ia mengatakan, program padat karya banyak diminati masyarakat. Untuk itu, pihaknya telah mengajukan program serupa untuk dilanjutkan di 151 kelurahan. "Ini masih kurang. Masih banyak titik titik belum tergarap. Kita inginnya ini terus berlanjut di 151 kelurahan," katanya.

"Banyak sekali yang ingin ikut serta dalam padat karya, di Cicendo ada 80 orang jadi dibagi lima hari. Apalagi di Sukajadi ada 200 orang jadi dibagi dua hari. Ini menjadi konsen kita juga agar bermanfaat bagi semua," imbuhnya.

photo
Sejumlah petugas memperbaiki kirmir dan makam yang rusak terdampak longsor di TPU Sirnaraga, Jalan Pajajaran, Cicendo, Kota Bandung, Rabu (5/10/2022). Sebanyak 25 makam dan beberapa jenazah nyaris hanyut terdampak longsoran kirmir atau dinding pembatas sungai akibat hujan deras yang mengguyur Kota Bandung pada Selasa (4/10/2022). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Lurah Pasirkaliki Kecamatan Cicendo, Bonda Prabu Nur'alam mengatakan, program padat karya di wilayahnya berfokus pada pembersihan sampah di saluran air dan ranting-ranting pohon. Sampah yang didapat bisa mencapai volume 500-750 meter kubik.

Ia menyebut, peserta padat karya di kelurahan Pasir Kaliki berjumlah 50 orang. Mereka merupakan warga yang belum memiliki pekerjaan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Daya Rusak Air Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung Dini Dianawati mengatakan Kota Bandung memiliki setidaknya 20 titik yang menjadi langganan banjir. Ia menyatakan, Pemkot Bandung juga telah menyediakan beberapa rumah pompa untuk mencegah banjir di daerah Perumahan Bumi Adipura dan Rancabolang.

Selain itu, memperbaiki saluran drainase, dan intens melakukan pemeliharaan, pengerukan sampah di gorong-gorong, serta penambalan jalan. Dia mengungkapkan, salah satu kendala yakni masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah sembarangan ke sejumlah sungai.

photo
Sejumlah petugas memperbaiki kirmir dan makam yang rusak terdampak longsor di TPU Sirnaraga, Jalan Pajajaran, Cicendo, Kota Bandung, Rabu (5/10/2022). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Sungai Citarum

Sementara itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum menyiagakan 400 petugas pengawas untuk memantau kondisi Sungai Citarum serta kolam retensi dan bendungan-bendungan di sekitar daerah aliran sungai tersebut selama musim hujan dalam upaya mencegah banjir.

"Itu kan kita wilayahnya di 14 kabupaten dan kota, dari mulai hulunya di Bandung sampai ke Purwakarta hingga Bekasi," kata Kepala BBWS Citarum Bastari, Rabu (5/10).

Petugas pengawas akan memantau tinggi muka air sungai serta memastikan kolam retensi maupun bendungan bisa menampung air yang mengalir dari hulu Sungai Citarum sehingga tidak sampai meluap dan menimbulkan banjir. "Kami juga melihat tanggul-tanggul, sungai-sungai, kita lihat kondisi mana yang kritis. Meski kita belum bisa melakukan perbaikan semuanya, paling tidak lokasi kritis bisa kita antisipasi," kata dia.

Bastari mengemukakan, banjir yang terjadi di wilayah Bandung selatan belakangan tidak separah beberapa tahun sebelumnya. Menurut dia, belakangan banjir lebih cepat surut, bisa surut dalam hitungan jam.

photo
Sejumlah petugas memperbaiki kirmir dan makam yang rusak terdampak longsor di TPU Sirnaraga, Jalan Pajajaran, Cicendo, Kota Bandung, Rabu (5/10/2022). Sebanyak 25 makam dan beberapa jenazah nyaris hanyut terdampak longsoran kirmir atau dinding pembatas sungai akibat hujan deras yang mengguyur Kota Bandung pada Selasa (4/10/2022). Republika/Abdan Syakura - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

BBWS berkoordinasi denganBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, hingga Dinas Pekerjaan Umum dalam mengerahkan sumber daya dan sarana-prasarana pendukung untuk mencegah dan menanggulangi banjir selama musim penghujan. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman warga mengenai mitigasi dalam upaya penanggulangan bencana.

"Masyarakat harus sadar kalau tinggal di daerah banjir paling tidak bisa menyelamatkan barang-barang. Jangan sampai banjir menimbulkan korban harta, benda, ataupun jiwa," kata dia.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat Bambang Imanudin mengatakan 900 bencana terjadi di wilayah Jawa Barat selama Januari hingga September 2022. Bencana yang terjadi selama kurun itu kebanyakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. 

Mengenang Maulid Nabi di Kediaman Habib Umar Alatas

Lebih dari 100 ribu kaum Muslimin dan Muslimat mendatangi acara maulid.

SELENGKAPNYA

Operasi Keperawanan, Bolehkah?

Bagi wanita yang memang masuk dalam kategori pezina, mereka tetap diharamkan untuk melakukan operasi

SELENGKAPNYA

Keluarga Cemara, Adaptasi Baru dengan Kelindan Persahabatan

Serial ini mengusung nilai-nilai persahabatan, cinta, dan keluarga

SELENGKAPNYA