Santri Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki mengikuti upacara HUT Kemerdekaan ke-77 RI di ponpes setempat, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (17/8/2022). Sebanyak 600 peserta dari santri dan alumni mengikuti upacara yang digelar pertama kalinya di p | ANTARA FOTO/Maulana Surya.

Laporan Utama

Tips Menghadapi Guru Langgar Aturan

Guru perlu menghadapi murid nakal dengan pola interaksi empat mata.

Ketika ada murid yang melakukan tindakan tak terpuji, apalagi pidana terhadap guru, ada beberapa hal yang harus menjadi bahan evaluasi. Pertama, adalah evaluasi terhadap murid yang melakukan tindakan tersebut. Kedua, catatan untuk si guru.

Apakah guru sudah mendidik dan mengajarkan murid sesuai dengan standar prosedur yang tepat. Ketiga, lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa. Keduanya sama-sama memengaruhi siswa, dan bisa jadi ada pengaruh buruk dari keduanya, sehingga termotivasi melakukan tindakan tak terpuji tersebut.

Pimpinan Pondok Pesantren Turus Pandeglang Banten, KH Tubagus Ahmad Dahlani Idrus, menyampaikan, ketika ada murid yang menghina atau mencela gurunya, sebetulnya guru tersebut harus melakukan evaluasi diri. Menurutnya, mungkin guru itu memiliki sesuatu yang menjadi bahan untuk diproteskan oleh murid.

photo
Sejumlah santri mengikuti kajian kitab kuning di Pondok Pesantren Darussalam, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (13/4/2022). Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencanangkan 17 Program Pesantren Juara dalam upaya memperkuat dan memandirikan pesantren dalam lembaga pendidikan yang ramah zaman, kompatibel dengan perkembagan zaman, dan siap menjawab tantangan zaman. - (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Misalnya, Kiai Dahlani pernah menemukan guru pengajar pendidikan moral pancasila (PMP), yang menyinggung hal-hal yang bersifat furu'iyah. Guru tersebut mengulas masalah kontroversial dalam kaitannya dengan amal ibadah kepada murid-murid yang terbiasa dengan mengadakan pembacaan shalawat. Lalu, guru itu menghukuminya bid'ah.

"Wah, itu pernah kejadian. Jadi artinya, guru harus banyak evaluasi, dan harus melakukan persuasi serta introspeksi," ujarnya menjelaskan kepada Republika, Rabu (28/9).

Ketika menemukan murid yang bandel, yang harus dilakukan guru adalah melakukan pendekatan secara individu. Artinya, guru perlu menghadapi murid nakal dengan pola interaksi empat mata. Pola interaksi ini, menurutnya, harus dilaksanakan.

Pengasuh Ponpes al-Hasani Kebumen, Gus Fachrudin Achmad Nawawi, menuturkan, dalam khazanah pesantren, ada tata krama yang harus dilakukan oleh seorang murid kepada gurunya. Misalnya dengan takzim, memuliakan, dan juga menghormati.

Penghormatan ini bahkan tidak hanya kepada guru, tetapi juga putra-putra gurunya. "Dalam konsep khazanah pesantren, ini sudah melekat, dan tidak akan hilang meski diterpa perkembangan zaman seperti saat ini," kata dia.

Saat ada murid yang bandel, seperti menghina atau bahkan mengancam gurunya, Gus Fachrudin menyampaikan tentang pentingnya belas kasih dan kesabaran. Seorang guru perlu ingat bahwa di sekolah ia berperan sebagai pengganti orang tua dalam hal belajar-mengajar.

"Kalau ada murid yang melanggar aturan, guru harus menyikapinya dengan kepala dingin. Jangan sampai guru lepas kontrol. Guru harus tetap sabar karena murid itu berbeda-beda karakternya. Ada yang penurut, ada yang tidak," tuturnya.

 

 

Kalau ada murid yang melanggar aturan, guru harus menyikapinya dengan kepala dingin

 

GUS FACHRUDIN ACHMAD NAWAWI Pengasuh Ponpes al-Hasani Kebumen
 


Gus Fachrudin juga mengakui, tugas yang diemban guru memang berat. Sebab, murid yang sedemikian banyaknya tentu memiliki cara berpikir yang berbeda-beda pula. Karena itu, sikap memaafkan dan istiqamah dalam mengarahkan murid ke jalan yang benar, harus dikedepankan.

Sikap buruk murid kepada guru juga tidak lepas dari pergaulannya di luar sekolah, hingga membawa sikap tak pantas tersebut ke dalam sekolah. Misalnya menghina, mengeluarkan kata-kata tak santun, dan bahkan menyampaikan nada ancaman kepada guru.

Selepas pulang sekolah, tanggung jawab murid kembali pada orang tua. Ketika ada murid yang bandel di sekolah, bahkan sudah melampaui batas, maka sebetulnya ada yang tidak beres dengan pergaulannya di luar sekolah.

"Atau ada masalah di keluarganya sehingga bisa membuat murid ini frustrasi. Bisa saja karena kurang kasih sayang dari orang tua," ujarnya.

Bahasa Radikal Tokoh-Tokoh Pergerakan Nasional

Sukarno dituduh sedang menghasut rakyat dengan kata-kata yang radikal.

SELENGKAPNYA

Optimalkan Potensi Si Kecil

Lakukan langkah tepat sepanjang periode penting buah hati.

SELENGKAPNYA

De-Dolarisasi Meluas

Cina menguatkan upaya mengikis hegemoni dan dominasi mata uang dolar AS di kawasan Asia.

SELENGKAPNYA