MIN 1 Kota Malang | Facebook MIN 1 Kota Malang

Khazanah

Belajar Bermakna Ala MIN 1 Kota Malang

Kunci sukses yang pertama adalah belajar bermakna dalam setiap pelajaran.

OLEH FUJI EKA PERMANA

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang adalah salah satu madrasah unggulan di Indonesia. Ada dua hal yang menjadi kunci sukses madrasah ini sehingga banyak siswa-siswinya mengukir prestasi gemilang.

Kunci sukses yang pertama adalah belajar bermakna dalam setiap pelajaran. Kedua, manajemen keteladanan yang dipraktikkan dan dicontohkan langsung oleh para guru. Kepala MIN 1 Kota Malang, Suyanto menyampaikan, MIN 1 Kota Malang memiliki 1.543 siswa dan siswi, 54 rombongan belajar, dan 140 guru serta karyawan. Setiap tahun tidak kurang dari seribu prestasi diraih siswa siswi madrasah ini pada tingkat regional, nasional, dan internasional.

photo
Kepala MIN 1 Kota Malang Suyanto - (Rep-Fuji EP)
SHARE    
 

"Setiap tahun kami aktif mengikuti kegiatan untuk menguji kemampuan anak-anak MIN 1 Kota Malang di bidang akademik dan non akademik," kata Suyanto kepada Republika, Kamis (29/9).

Menurut dia, dari sisi pelajaran, anak-anak madrasah memiliki beban dua kali lipat lebih besar dibandingkan mereka yang belajar di sekolah umum. Di madrasah, mata pelajaran umum sama persis seperti di sekolah umum. Hanya saja, ada tambahan lima mata pelajaran agama, ditambah pelajaran program tahfiz di madrasah.

Mengenai rahasia di balik keunggulan MIN 1 Kota Malang, Suyanto menjelaskan, yang ditanamkan para guru kepada siswa dan siswi adalah belajar bermakna. Jadi, setiap mata pelajaran harus dicari intinya."Itu targetnya kompetensi apa yang harus dimiliki oleh putra dan putri kita, tidak terlalu dalam materinya tapi bisa dipraktikkkan oleh putra dan putri kita," kata dia.

 

 

Itu targetnya kompetensi apa yang harus dimiliki oleh putra dan putri kita

 

SUYANTO Kepala MIN 1 Kota Malang
 
SHARE    

Suyanto mencontohkan, siswa-siswi belajar IPA tentang cara hidup bersih. Mereka pun harus bisa praktik dan membiasakan pola hidup bersih. Kalau pelajarannya terkait akidah dan akhlak, maka bagaimana supaya anak-anak memiliki akidah dan akhlak yang baik.

Contoh lainnya dalam pelajaran Alquran dan Hadis, siswa-siswi menjadi gemar mengaji Alquran dan mengamalkan Alquran dan Hadis. Praktiknya pun yang lebih ditanamkan oleh MIN 1 Kota Malang kepada anak didiknya. "Setiap mata pelajaran kita cari core-nya (inti sarinya), itulah yang akan menjadi spesifikasi dari masing-masing pelajaran," ujar dia.

Lebih lanjut, Suyanto mengungkapkan, banyak orang tua merasa percaya dengan MIN 1 Kota Malang setelah anak mereka baru masuk MIN 1 Kota Malang. Menurut dia, akidah dan akhlaknya langsung tampak menjadi lebih baik.Siswa-siswi MIN 1 Kota Malang, menurut Suyanto, diajari menerapkan ajaran 5-S, yakni senyum, sapa, salam, salim, santun. "Serta suka menolong, maaf, dan terima kasih," kata dia.

Selain belajar bermakna, MIN 1 Kota Malang juga memiliki manajemen keteladanan yang membuat siswa dan siswinya banyak meraih prestasi di berbagai bidang. Semuanya, kata Suyanto, berawal dari keteladanan, dari atas ke bawah, yakni mulai dari kepala madrasah sampai ke bawah memberikan keteladanan dalam hal apapun.

photo
MIN 1 Kota Malang - (Facebook MIN 1 Kota Malang)
SHARE    
 
"Misalnya kita ada program mahabah (madrasahku, hijau, asri dan bebas sampah), kepala madrasahnya tidak boleh bawa botol plastik (sekali pakai), jadi saya bawa botol minum, kotak nasi, saya harus jadi contoh dan itu akan diikuti oleh bapak dan ibu guru, dalam kegiatan apapun bapak-ibu guru tidak boleh menghasilkan sampah di madrasah ini," papar Suyanto.

Ia menjelaskan, keteladanan yang dipraktikkan kepala madrasah dan para guru akan dilihat siswa dan siswi. Maka, mereka akan mengikuti perbuatan baik yang dilakukan bapak-ibu guru mereka di sekolah. "Siswa-siswi jadinya membawa botol minum, kotak nasi, dan memakan makanan yang sesuai dengan anjuran madrasah," katanya.

MIN 1 Kota Malang juga memiliki program Dering Subuh. Program ini dibuat untuk memantau apakah anak-anak sudah shalat Subuh atau belum. "Bapak ibu gurunya juga sudah saya pastikan mereka ikut shalat Subuh berjamaah di masjid."

Ade Irma Suryani: Anak Periang Korban G30S

Walaupun Ade luka parah, tapi dia tidak pingsan sama sekali.

SELENGKAPNYA

Misteri Cakra Madura pada G30S

Mengapa Kompi Pasopati yang dipimpin Lettu Dul Arief yang ditugaskan menculik para jenderal?

SELENGKAPNYA

Kekejaman PKI dari Masa ke Masa

Penyiksaan sebelum pembunuhan juga terjadi terhadap sejumlah orang di Solo pada 1965.

SELENGKAPNYA