ILUSTRASI Orang Mukmin yang mampu menjaga lisannya akan mendapatkan naungan rahmah dari Allah SWT. | DOK ANTARA Prasetyo Utomo

Khazanah

Jaga Hati dan Lisan

Sekurang-kurangnya, seorang Mukmin harus menginsafi dirinya. Jangan sampai hati dan lisannya menjadi alat keburukan.

OLEH HASANUL RIZQA

Al-‘Aliim merupakan salah satu dari nama-nama terbaik yang hanya dimiliki Allah Ta’ala. Artinya adalah “Allah Maha Mengetahui". “Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan” (QS at-Taghabun: 4).

Ayat Alquran itu mengisyaratkan seluruh insan untuk menyadari keagungan Allah SWT. Kadang kala, manusia merasa bebas melakukan apa pun. Padahal, mereka semua pasti akan dimintai pertanggungjawaban kelak di hari kiamat.

Sekurang-kurangnya, seorang Mukmin harus menginsafi dirinya. Jangan sampai hati dan lisannya menjadi alat keburukan.

photo
ILUSTRASI Allah menyuruh umat Islam agar tidak melakukan syak wasangka terhadap sesama saudara seiman. - (DOK REP PRAYOGI )

Jaminan Surga

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya dalam memelihara lidah” (HR Bukhari). Beliau juga pernah menjamin surga bagi siapa saja di antara Muslimin yang sanggup menjaga apa yang terdapat di antara kedua bibirnya (lisan) dan apa yang terdapat di antara kedua kakinya (kemaluan).

“Sungguh, seorang hamba mengucapkan kalimat tanpa dipikirkan terlebih dahulu, dan karenanya ia terjatuh ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat” (HR Muslim). Pesan Rasulullah SAW itu mengandung hikmah agar kita selalu menjadikan lisan sebagai sarana kebajikan. Telah begitu banyak pertikaian di dunia ini bermula dari caci-maki yang diucapkan.

Jauhi Prasangka

Hati yang keruh menjadi lahan subur untuk perasaan iri dan dengki. Dari sana, timbul syak wasangka yang tidak berdasar bukti yang kuat. Lebih parah lagi ketika emosi batin itu terlampiaskan. Hasilnya adalah dusta atau fitnah demi menjatuhkan nama baik orang lain.

Alquran menasihati kita, “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang” (QS al-Hujurat: 12).

photo
ILUSTRASI Salah satu cara menjaga hati ialah dengan selalu berintrospeksi diri. - (DOK AP Achmad Ibrahim )

Introspeksi Diri

Umar bin Khattab berkata, “Perhitungkanlah diri kalian sebelum kalian dihitung. Timbanglah amal kalian sebelum perbuatan kalian ditimbang.”

Sang fakih, Hasan al-Bashri pernah menyampaikan petuah, “Orang-orang yang paling mudah melalui masa penghitungan amal kelak pada hari kiamat adalah mereka yang semasa hidupnya senantiasa mengintrospeksi diri demi meraih ridha Allah.”

Maka, jadikanlah hati dan lisan sebagai alat untuk menilai diri sendiri terlebih dahulu. Proses muhasabah penting untuk meningkatkan kualitas pribadi sebagai seorang hamba Allah. Bila menyadari kesalahan dan dosa, segeralah bertobat.

“Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri” (QS al-Baqarah: 222).

Salammu, Doa Terbaikmu

Kalimat salam adalah doa yang membawa seluruh makna keselamatan dari semua rasa sakit.

SELENGKAPNYA

Bagaimana Cara Shalat Dokter yang Melakukan Operasi?

Dokter yang tidak bisa meninggalkan proses mengoperasi pasien karena keadaan darurat bisa mendapatkan keringanan

SELENGKAPNYA

Apakah Keputihan Termasuk Najis?

Proses membersihkan najis ini memang mudah karena bisa langsung ganti dengan celana dalam yang bersih

SELENGKAPNYA