Calon penumpang bus memeriksakan kondisi kesehatannya sebelum kembali ke rantau, di mobil Jasa Raharja, di Padang, Sumatra Barat, Selasa (11/6/2019). | ANTARA FOTO

Ekonomi

01 Jul 2022, 08:29 WIB

Kinerja BUMN Asuransi Tumbuh Positif

Penopang utama pencetakan laba asuransi Jasa Raharja berasal dari pencapaian pendapatan.

JAKARTA -- Pemerintah mencatat laba konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp 126 triliun sepanjang 2021. Realisasi tersebut tumbuh 869 persen dibandingkan laba pada 2022 sebesar Rp 13 triliun.

Dari jumlah tersebut, BUMN asuransi PT Jasa Raharja memperoleh laba sebesar Rp 1,6 triliun atau naik 7,97 persen dibandingkan 2020. Hal ini memberikan dampak positif ke sektor asuransi Indonesia sekaligus memberikan multiplier effect ke sektor transportasi.

Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A Purwantono mengatakan, di tengah kondisi pemulihan ekonomi Indonesia, capaian kinerja positif tersebut didorong inovasi dan transformasi digital yang searah dengan kebijakan Kementerian BUMN.

“Laba merupakan bagian dari kinerja positif yang dicetak Jasa Raharja, yang ikut mendongkrak sektor perasuransian Indonesia, dan memberikan dampak positif bagi sektor transportasi,” kata Rivan, Kamis (30/6).

Menurut Rivan, penopang utama pencetakan laba Jasa Raharja berasal dari pencapaian pendapatan, yakni berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 5,92 triliun, atau tumbuh 4,58 persen dibandingkan periode 2020. 

Sementara itu, dari anak usaha BUMN, PT Asuransi BRI Life mencatatkan pertumbuhan pendapatan premi sebesar 51,8 persen secara tahunan sepanjang kuartal I 2022. Total pendapatan premi perseroan sepanjang kuartal I 2022 sebesar Rp 2,5 triliun, naik dibandingkan kuartal I 2021 senilai Rp 1,65 triliun. Peningkatan pendapatan premi ini dikontribusi dari penjualan lini nonunit linked.

Secara keseluruhan total pendapatan usaha sebesar Rp 2,91 triliun sepanjang kuartal I 2022 atau naik 77,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2021 sebesar Rp 1,63 triliun.

Direktur Utama BRI Life Iwan Pasila mengatakan, pertumbuhan signifikan tersebut ditopang oleh penetrasi nasabah yang sangat baik, sejalan dengan penetrasi induk usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

"Induk kami terus penetrasi nasabah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ke bawah, sehingga kami juga penetrasi nasabah-nasabah ritel melalui produk yang ada. Kami pun bisa capai hampir 16,5 juta tertanggung, ini capaian signifikan," kata Iwan.

Guna melakukan penetrasi lebih dalam kepada nasabah BRI, perseroan menyediakan asuransi mikro dengan premi Rp 50 ribu setahun. Dengan asuransi mikro tersebut, BRI Life mampu menggaet 1-1,5 juta pemegang polis tiap bulannya.

Selain itu, BRI Life juga mengoptimalisasi jalur pemasaran melalui lima kanal distribusi antara lain distribusi, in branch sales, alternatif, corporate, dan agency. Iwan memperkirakan kinerja sampai dengan akhir kuartal II 2022 dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya, kemungkinan akan melambat. Perseroan telah mengantisipasi adanya periode puasa Ramadhan dan Lebaran sehingga penghimpunan premi telah dipacu pada kuartal I 2022.

"Strategi kami harus tumbuh di atas industri kalau mau gain market share. Sampai akhir tahun mungkin 10-15 persen, kalau bisa double. Mulai tahun lalu kami sudah mapping nasabah BRI kebutuhannya seperti apa supaya bisa siapkan produk-produk sesuai kebutuhan mereka," kata Iwan.


PSG Minta Rp 3,4 Triliun untuk Peminat Neymar

Klub mana pun yang tertarik pada Neymar harus membayar 220 juta euro.

SELENGKAPNYA

Jadwal Melontar Jumrah Dibagi Dua Waktu

Komisi VIII DPR mengapresiasi layanan yang diberikan kepada jamaah haji 2022.

SELENGKAPNYA

NATO: Rusia adalah Ancaman Langsung

Untuk kali pertama, Jepang, Australia, Korea Selatan, dan Selandia Baru hadir di KTT NATO.

SELENGKAPNYA
×