Petugas melaksanakan tes PCR untuk para calon jamaah haji di Bale Asri Pusdai, Kota Bandung, Senin (20/6/2022). | Edi Yusuf/Republika

Nusantara

21 Jun 2022, 03:45 WIB

Kasus Aktif Covid-19 Kota Bandung Naik 100 Persen

Kesiagaan terhadap kenaikan Covid-19 juga dilakukan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

BANDUNG -- Kenaikan kasus Covid-19 perlu diantisipasi agar tidak melonjak. Dinas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Ahyani Raksanagara, mengatakan saat ini kasus Covid-19 kembali naik karena adanya berbagai relaksasi dan masyarakat yang kurang disiplin kepada protokol kesehatan.

Selama dua pekan terakhir, jumlah kasus harian Covid-19 di Kota Bandung naik hingga 100 persen jika dibandingkan jumlah kasus sebelumnya. “Dua pekan yang lalu kasus aktif itu 69, nah sekarang itu per tanggal kemarin (19/6) kasus aktifnya 131, naik 100 persen,“ ujarnya, Senin (20/6).

Ia menambahkan, jumlah kasus harian Covid-19 di Kota Bandung sejatinya sempat berada di angka dua atau tiga orang saja per hari, sedangkan dalam dua pekan terakhir justru melambung hingga 26 orang per hari. "Kenapa ini terjadi? Satu memang ditemukan ada subvarian. Kedua sudah ada relaksasi aktivitas yang luar biasa. Jadi aktivitas perjalanan laut, udara, dan darat itu sudah lebih bebas," terangnya.

photo
Petugas melaksanakan tes PCR untuk para calon jamaah haji di Bale Asri Pusdai, Kota Bandung, Senin (20/6/2022). Tes PCR tersebut dilakukan mulai dari 10 hingga 14 hari sebelum keberangkatan, dengan maksud agar calon jamaah haji yang positif covid-19 masih punya waktu untuk menjalani karantina dan penyembuhan. - (Edi Yusuf/Republika)

Meski subvarian virus omikron ini tidak memiliki tingkat fatalitas yang tinggi atau bisa disebut tanpa gejala, namun dia menegaskan bahwa penyebaran subvarian BA.4 dan BA.5 ini tergolong cepat. Sehingga masyarakat harus tetap menerapkan disiplin pada protokol kesehatan.

Berdasarkan kasus aktif per kecamatan per tanggal 19 Juni 2022 ada total 119 kasus aktif Covid-19. Tiga kecamatan memiliki kasus aktif tertinggi, yaitu Kecamatan Antapani 12 kasus, Kecamatan Sukajadi 12 kasus, dan Kecamatan Cicendo 10 kasus. Sedangkan kecamatan dengan kasus konfirmasi aktif sejumlah 28 Kecamatan (93,33 persen) dan 2 Kecamatan (6,67 persen)  tanpa kasus konfirmasi aktif.

"Alhamdulillahnya waktu itu hampir semua kecamatan ada kasus. Kalau sekarang hanya tinggal beberapa kecamatan, beberapa sudah hijau, sudah bersih," papar Ahyani.

photo
Peserta sepeda gembira (fun bike) melintas di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (19/6/2022). Acara tersebut dilakukan dalam pelonggaran protokol kesehatan dan diikuti anggota Polri, TNI dan masyarakat itu untuk menyambut HUT ke-76 Bhayangkara. - (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Kesiagaan terhadap kenaikan Covid-19 juga dilakukan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Kesiapsiagaan terhadap Risiko Peningkatan Kasus Covid-19 di Surabaya. Surat Edaran bernomor 443.33/10413/436.7.2/2022 itu dikeluarkan dalam upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19, dengan memperhatikan langkah-langkah yang telah ditentukan.

“Kami imbau untuk menjaga Kota Surabaya tetap berada dalam level 1 sesuai dengan indikator transmisi komunitas pada indikator yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan dan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri),” kata Eri, Senin (20/6).

Eri juga meminta meningkatkan percepatan vaksinasi di seluruh wilayah, khususnya anak usia 6-11 tahun, lansia, kelompok masyarakat rentan, serta booster untuk lansia dengan target 50 persen. Termasuk menginstruksikan peningkatan Active Case Finding (ACF) pada kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah secara rutin setiap satu bulan sekali.

“Melaporkan kasus Covid-19 secara rutin dan terpadu melalui aplikasi Lawan Covid-19 Surabaya. Mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo di wilayah masing-masing,” ujarnya. ';

×