Ilustrasi kegiatan BUMN PT Hutama Karya. | ANTARA FOTO/Ardiansyah

Ekonomi

17 Jun 2022, 12:50 WIB

Hutama Karya Susun Penggunaan PMN 2023

Kementerian BUMN mengajukan tambahan PMN sebesar Rp 73,26 triliun kepada 10 BUMN pada 2023.

JAKARTA — PT Hutama Karya (Persero) sedang menyusun rencana penggunaan penyertaan modal negara (PMN) tahun anggaran 2023 yang akan diterima pada triwulan II tahun depan. Nantinya PMN senilai Rp 30,56 triliun tersebut akan dilakukan untuk melanjutkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). 

“PMN akan digunakan untuk penyelesaian pembangunan ruas-ruas JTTS tahap I,” kata Wakil Direktur Utama Hutama Karya Aloysius Kiik Ro di Jakarta, Rabu (15/6). 

Sejumlah ruas tersebut antara lain Binjai – Langsa Rp 1,096 miliar, Indralaya – Muara Enim Rp 1,028 miliar, Kisaran – Indrapura Rp 1,176 miliar, dan Kuala Tanjung – Parapat Rp 3,037 miliar. Begitu juga denganRuas Bengkulu – Taba Penanjung Rp 266 miliar, Sigli – Banda Aceh Rp 952 miliar, Padang – Sicincin Rp 5,339 miliar, dan Pekanbaru – Pangkalan Rp 797 miliar.  

Aloysius mengatakan, nantinya juga dimulai pembangunan ruas-ruas JTTS tahap 2 yakni Ruas Betung – Tempino – Jambi Rp 8,962 mikiar dan ruas Junction Pekanbaru – Bypass Pekanbaru Rp 7,909 miliar. Dari sejumlah ruas tersebut, Hutama Karya akan mendahulukan penyelesaian pembangunan  ruas-ruas JTTS tahap I. 

“Selain itu, Hutama Karya juga akan menyelesaikan JTTS tahap II tepatnya ruas Betung-Tempino-Jambi dan Junction Pekanbaru – Bypass Pekanbaru,” kata Aloysius menambahkan.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengajukan tambahan PMN sebesar Rp 73,26 triliun kepada 10 BUMN pada 2023. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, usulan tersebut terdiri atas PMN tunai sebesar Rp 69,82 triliun dan PMN nontunai Rp 3,44 triliun.

"Kenapa ada tambahan PMN, ini untuk meningkatkan kapasitas maupun cover kelaim pressure yang tinggi karena covid dan klaim di asuransi kredit," kata pria yang akrab disapa Tiko itu, beberapa waktu lalu.

Tiko menjelaskan, rincian usulan PMN tunai meliputi PLN sebesar Rp 10 triliun, Defend ID sebesar Rp 3 triliun, ID Food sebesar Rp 2 triliun, Hutama Karya sebesar Rp 30,56 triliun, holding pariwisata atau InJourney sebesar Rp 9,5 triliun, IFG sebesar Rp 6 triliun, KAI sebesar Rp 4,1 triliun, Indonesia Re sebesar Rp 3 triliun, Damri sebesar Rp 870 miliar, dan Airnav sebesar Rp 0,79 triliun. Sementara, PMN nontunai 2023 ditujukan untuk Defend ID sebesar Rp 0,838 triliun dan ID Food sebesar Rp 2,609 triliun.

Tiko menyampaikan, usulan PMN terbesar ada pada Hutama Karya untuk pembangunan infrastruktur JTTS. Pembangunan tersebut terdifi atas PMN konstruksi JTTS Tahap I dan Tahap II.

"Angka PMN Rp 30,56 triliun ini turun dari permohonan sebelumnya sebesar Rp 36,78 triliun dikarenakan optimasi pendanaan dari kerjasama Asset Recycling jalan tol dengan INA (dan sudah termasuk pendanaan JTTS Tahap II)," kata Tiko. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT Hutama Karya (Persero) (hutamakarya)

Selain mendapatkan dana dari PMN, Hutama Karya sebelumnya juga berhasil melangsungkan kerja sama investasi mempercepat pengembangan jalan tol di Indonesia bersama Indonesia Investment Authority (INA). Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto optimistis investasi dari INA menjadi sumber pembiayaan baru, melengkapi dana PMN dan pinjaman, yang membantu pihaknya mempercepat pembangunan ruas-ruas JTTS lainnya.

"Hutama Karya sebagai BUMN yang tengah menjalankan penugasan pemerintah untuk membangun JTTS sepanjang 2.800 km mulai dari Provinsi Lampung hingga Aceh, akan terus menyelesaikan seluruh tahapan, mulai dari pendanaan, perencanaan, pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan, sehingga percepatan penyelesaian JTTS dapat berjalan lancar dan dapat selesai sesuai target," kata Budi.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Induk (HoA) antara INA dan Hutama Karya untuk sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatra, mencakup ruas Tol Bakauheni – Terbanggi Besar, Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung, dan Tol Medan – Binjai. 

Sesuai mandat, INA berperan menarik investasi domestik dan internasional sebagai alternatif pembiayaan non-utang, yang digunakan untuk membangun infrastruktur berkelanjutan di Indonesia, termasuk pengembangan infrastruktur jalan tol.

Tahun lalu INA menandatangani nota kesepahamam (MoU) membentuk platform investasi dengan komitmen hingga 3,75 miliar dolar AS untuk penanaman modal di sektor jalan tol dengan mitra strategis global, antara lain bersama Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), APG Asset Management (APG), dan Caisse de dépôtet placement du Québec (CDPQ).  ';

×