Sebuah mobil ambulans melintas di RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Senin (7/3/2022). | Republika/Putra M. Akbar

Nasional

15 Jun 2022, 03:45 WIB

Varian Baru Covid-19 Picu Kenaikan Kasus

Varian terbaru Covid-19, yakni Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 disebut tidak berbahaya.

JAKARTA -- Pemerintah terus memantau perkembangan kasus Covid-19 pasca terdeteksinya subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5 di Tanah Air. Sebab, di sejumlah negara varian baru Covid-19 ini telah memicu kenaikan jumlah kasus Covid-19 yang kembali meningkat.

Meski di Indonesia situasi pandemi saat ini terkendali, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi subvarian tersebut. “Karena kewaspadaan kita, kehati-hatian kita, sudah memberikan hasil bahwa kondisi penanganan pandemi di Indonesia termasuk yang relatif baik dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya, Selasa (14/6).

Budi menyampaikan, varian BA.4 dan BA.5 memicu kenaikan kasus di sejumlah negara. Namun, varian tersebut memiliki tingkat kenaikan kasus, hospitalisasi, maupun kematian yang jauh lebih rendah dibandingkan awal munculnya varian Omicron.

“Hasil pengamatan kami bahwa puncak dari penularan varian BA.4 dan BA.5 ini sekitar sepertiga dari puncak Delta dan Omicron, kasus hospitalisasinya juga sepertiga dari kasus hospitalisasi Delta dan Omicron, sedangkan kasus kematiannya sepersepuluh dari kasus kematian di Delta dan Omicron,” ujar dia.

Dia pun mengonfirmasi adanya delapan kasus subvarian baru Omicron di tanah air. Satu pasien yang belum memperoleh vaksin booster memiliki gejala sedang dan tujuh pasien lainnya bergejala ringan atau tidak bergejala.

Budi memaparkan, berdasarkan indikator transmisi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO kondisi penanganan pandemi di tanah air masih relatif baik dibandingkan negara-negara lain. Standar WHO untuk kasus konfirmasi level 1 adalah maksimal 20 kasus per minggu per 100 ribu penduduk, sementara Indonesia masih 1 kasus per minggu per 100 ribu penduduk.

Positivity rate-nya juga WHO mengasih standar 5 persen, kita masih di angka 1,36 persen. Reproduction rate (Rt) atau reproduksi efektif itu juga dikasih standarnya di atas 1 yang relatif perlu dimonitor, kita masih di angka 1. Sehingga dari tiga indikator transmisi, kondisi Indonesia masih baik,” ujar dia.

Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen TNI dr Budiman mengatakan, varian terbaru Covid-19, yakni Omicron subvarian BA.4 dan BA.5, tidak berbahaya. Dia meminta masyarakat tidak perlu panik dan takut.

"Kalau kami membaca, (varian) BA.4 dan BA.5 itu sendiri sebetulnya salah satu varian yang tidak signifikan, maksudnya tidak menimbulkan gejala yang berat. Jadi, kita tidak perlu takut," kata Budiman, Selasa.

Meskipun tidak menimbulkan gejala yang berat, Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran tetap memastikan ketersediaan sarana dan prasarana untuk menanggapi situasi peningkatan kasus Covid-19. Persiapan tersebut merupakan bentuk kesiagaan RSDC Wisma Atlet Kemayoran dalam merespons peningkatan kasus yang mungkin terjadi ke depannya.

Budiman mengatakan, saat ini jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 yang menjalani perawatan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran mengalami kenaikan. Dia menyebut, saat ini ada 43 pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut. "Saat ini pasien 43 orang, sebagian besar dari PPLN (Pelaku Perjalanan Luar Negeri)," kata Budiman. ';

Kemenkeu Naikkan Target Rasio Pajak

Penerimaan negara tahun ini diperkirakan tumbuh 15,3 persen.

SELENGKAPNYA

Tawa Mega di Sarinah

Mega mengucap syukur melihat relief Sarinah telah dipugar kembali oleh Kementerian BUMN.

SELENGKAPNYA

'Investasi Telkomsel ke GoTo tak Langgar Kode Etik'

Tak ada catatan kerugian dari nilai investasi Telkomsel di GoTo jika mengacu pada harga saham.

SELENGKAPNYA
×