Jamaah haji Indonesia bersiap menuju Bir Ali untuk mengambil miqat, Ahad (12/6). Mereka akan menunaikan ibadah umrah di Masjidil Haram, Makkah. | Tim MCH

Kabar Utama

Jamaah Haji Bergerak ke Makkah 

Sebanyak 753 jamaah haji RI gelombang satu mulai diberangkatkan ke Makkah.

 A SYALABY ICHSAN dan ALI YUSUF dari Madinah, Arab Saudi

MADINAH — Sebanyak 753 jamaah haji RI gelombang satu mulai diberangkatkan ke Makkah setelah mengambil miqat untuk ihram di Bir Ali, Madinah, Ahad (12/6) sore WAS. Jamaah yang berasal dari Kloter Solo (SOC) 1 dan Jakarta-Pondok Gede (JKG) 1 itu ditempatkan di Hotel Kiswah dan Hotel Luluah, Makkah, seusai menempuh perjalanan maksimal tujuh jam.  

Kepala Daker Makkah Mukhammad Khanif menjelaskan, Kompleks Hotel Kiswah terletak di Sektor 4. Perhotelan ini memiliki kapasitas berkisar 24-25 ribu jamaah. Kompleks dengan lima tower tersebut merupakan  perhotelan dengan daya tampung terbesar dari sektor-sektor akomodasi lainnya. “Ini disewa semua untuk jamaah haji Indonesia khususnya SOC (Solo),”jelas dia kepada Tim MCH di Makkah, Arab Saudi, Sabtu (11/6).

Sementara itu, jamaah dari Kloter JKG 1 akan ditempatkan di Hotel Luluah yang berada di Sektor 3. Jamaah yang berasal dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede itu  menempati Hotel 301.Dia menjelaskan, jamaah akan melaksanakan umrah wajib setelah menaruh koper di pemondokan dan beristirahat. Setelah itu, mereka diantar ke Masjidil Haram dengan menggunakan bus shalawat. Bus ini disiapkan untuk mengantar jamaah Indonesia shalat lima waktu di Masjidil Haram. 

Dia menjelaskan, seluruh petugas Daker Makkah sudah berkoordinasi untuk menyiapkan kedatangan para jamaah ke Makkah. Semua seksi dari akomodasi, transportasi, bimbingan ibadah, kesehatan, hingga pelayanan kedatangan dan kepulangan sudah siap untuk melayani para jamaah. 

 

Pihak PPIH juga sudah berkoordinasi dengan Muasasah Asia Tenggara. Menurut dia, kooordinasi penting dilakukan mengingat  muasasah masih menjadi pihak yang ditunjuk Arab Saudi untuk melayani jamaah haji. “Ketika ada jamaah yang akan rotasi keberangkatan nanti semua paspor ada di muasasah. Demikian jika ada jamaah yang wafat kita koordinasi dengan muasasah,”jelas dia. 

Kepala Sektor Bir Ali Daker Madinah PPIH Arab Saudi Aruji Maswatu menceritakan, jamaah diminta untuk mengenakan kain ihram sejak di hotel. Mereka diberangkatkan ke Bir Ali pukul 17.00 WAS. Setelah tiba di Bir Ali, mereka diarahkan untuk ke kamar mandi untuk berwudhu di pintu yang sudah disediakan. Setelah itu, jamaah diarahkan untuk ke masjid guna menunaikan shalat sunah dua rakaat untuk kemudian berniat melaksanakan ihram. 

"Teknisnya ketika setelah shalat, sampai di bus kami pastikan petugas masuk ke dalam bus akan ditanya niat umrah atau tidak,"ujar Aruji di Bir Ali, Madinah, Sabtu (11/6) Waktu Arab Saudi (WAS). 

Bir Ali menjadi tempat miqat jamaah yang akan melakukan umrah wajib dalam rangkaian haji tamattu (umrah dulu sebelum berhaji). Jamaah berada di Bir Ali selama satu jam.  Aruji menjelaskan, dia akan memastikan seluruh jamaah singgah di Bir Ali terlebih dahulu mengingat sebelumnya ada sopir bus yang tidak masuk tempat miqat tersebut.

Untuk memastikan itu, Aruji menjelaskan, petugas sudah menyimpan kontak semua sopir yang akan mengantar para jamaah. Jika selama 30 menit belum sampai dari pemondokan, pihaknya akan menghubungi sopir terkait dan memintanya kembali ke Bir Ali. 

Kedua, pihaknya memastikan seluruh jamaah (pria) memakai ihram sejak dari hotel. Tentunya hal itu akan menjadi tugas PPIH di sektor. Petugas juga akan  memastikan seluruh jamaah tidak melanggar larangan ihram, khususnya untuk jamaah laki-laki. "Kami harus memastikan mereka tidak mengenakan apa-apa lagi di balik ihram,”ujar dia. 

Adapun beberapa larangan ihram yakni memakai minyak wangi, memakai penutup kepala, memakai pakaian berjahit, memakai alas kaki yang tertutup dan sebagainya. 

Keempat, pihaknya memastikan semua jamaah sudah berniat umrah. Terakhir,  memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal menuju Makkah. Di Bir Ali mereka turun sesuai urutan busnya. Di sana  ada pintu-pintu khusus untuk berwudu dan terpisah laki-laki dan perempuan. Setelah itu, mereka akan shalat sunah dua rakaat. Jamaah kemudian akan dibimbing untuk berniat.

Jamaah kemudian masuk ke bus dan akan kembali dicek jumlahnya. Jika semua sudah sesuai, bus diberangkatkan ke Makkah. Aruji menjelaskan, di Bir Ali ada 15 petugas dan tiga di antaranya adalah perempuan. Mereka akan bekerja mulai pukul 7.00 sampai 16.00. Hal itu karena untuk malam hari tidak boleh ada perjalanan ke Makkah. Sebaliknya pasca-wukuf, tim akan bertugas di Terminal Hijrah. Petugas akan menyambut jamaah gelombang dua dari Makkah menuju Madinah. 

Pelayanan kesehatan

Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah menyatakan sudah siap melayani jamaah haji Indonesia. Semua alat medis dan komponen pendukung lainnya sudah kembali dipasang.

"Jamaah masuk ke Makkah pada Ahad (12/6) 12 malam. Sehari sebelumnya sudah kita persiapkan semua alat-alat, komponen, petugas semua sudah siap sesuai dengan jadwal jaganya masing masing," kata Kepala Seksi Kesehatan Daker Mekah dr Muhammad Imran, Sabtu (11/6).

Imran mengatakan, KKHI Makkah menerima rujukan dari Tenaga Kesehatan Haji (TKH) kloter maupun dari sektor untuk penanganan lanjut jamaah yang mengalami masalah kesehatan. Pelayanan disediakan selama 24 jam penuh. Layanan kesehatan diberikan langsung di KKHI maupun yang mobil/ di lapangan. 

photo
Koper-koper jamaah asal Kloter Solo (SOC) 1 di Hotel Tabah Tower Madinah, siap untuk diangkut ke Makkah pada Ahad (12/6) dengan bus. Mereka akan mengambil miqat di Bir Ali, Madinah, untuk kemudian melaksanakan umrah wajib di Masjidil Haram. - (Tim MCH)

Ia menambahkan, sebanyak 250 tempat tidur sudah disiapkan di KKHI Makkah, baik untuk rawat inap maupun pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).  "Pelayanan di KKHI mulai dari pelayanan IGD atau kegawatdaruratan, pelayanan rawat inap, spesialistik, termasuk pelayanan kesehatan penunjang seperti laboratorium, radiologi, gizi," jelas Imran

Layanan spesialistik meliputi spesialis penyakit dalam, spesialis penyakit paru, spesialis jantung dan pembuluh darah, spesialis syaraf, spesialis bedah ortopedi, spesialis bedah umum, spesialis kesehatan jiwa, spesialis anestesi, spesialis rehab medik, spesialis emergensi medis, spesialis penerbangan, dan spesialis mikrobiologi klinis.

Sementara, pelayanan kesehatan di lapangan meliputi tim sanitasi dan food security. Tim ini yang akan memberikan pelayanan sanitasi di KKHI, pondokan, dan katering. Kemudian, ada tim promosi kesehatan yang akan memberikan edukasi promosi kesehatan kepada jamaah haji.  Selanjutnya, ada juga emergency medical tim (EMT) yang akan fokus pada deteksi dini kegawatdaruratan.

Secara keseluruhan, ada sebanyak 145 tenaga kesehatan sudah disiapkan di KKHI Makkah dan akan melayani 100.051 jamaah haji Indonesia dari Madinah. Adapun layanan kesehatan yang disiapkan Kementerian Kesehatan selama pelaksanaan haji tersebar di 296 titik. 

"Layanan ini sebagai tempat layanan kesehatan yang bisa dimanfaatkan oleh jamaah haji Indonesia. Sebanyak 173 jenis obat-obatan dan 45 perbekalan kesehatan juga telah disiapkan," katanya.