Jamaah umrah sedang melakukan tawaf mengelilingi Kabah, di Masjidil Haram, Arab Saudi. Ulama saling berselisih pendapat tentang pernikahan orang yang sedang berihram. | SAUDI MINISTRY OF MEDIA

Fikih Muslimah

26 May 2022, 06:40 WIB

Bolehkah Menikah atau Menikahkan dalam Keadaan Ihram?

Mayoritas ulama melarang orang yang sedang berihram menikahkan.

OLEH IMAS DAMAYANTI

Ihram merupakan rukun haji yang dilakukan dengan mengucapkan niat dan berpakaian ihram. Dalam fikih, makna ihram sendiri adalah dilarang untuk melakukan keharaman ketika memasuki wilayah ihram.

Contoh perbuatan yang dilarang dalam ihram seperti membunuh, memotong rambut, dan juga berhubungan suami istri. Jika berhubungan suami istri tidak diperkenankan, lantas bagaimana hukumnya jika seseorang yang sedang berihram menikah atau menikahkan orang lain?

Ibnu Rusyd dalam kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid menjelaskan, para ulama saling berselisih pendapat tentang pernikahan orang yang sedang berihram. Menurut Imam Malik, Imam Syafii, Al-Laits, Al-Auza’i, dan Imam Ahmad, orang yang sedang berihram tidak boleh menikah atau menikahkan.

Jika ia melakukannya, maka hukumnya batal. Inilah pendapat dari Sayyidina Umar bin Khattab, Sayyidina Ali bin Abu Thalib, Ibnu Umar, dan Zain bin Tsabit. Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah, tidak mengapa. Namun yang perlu ditekankan, mayoritas ulama melarang orang yang sedang berihram menikahkan.

Hal ini berdasarkan hadis Sayyidina Usman yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Orang yang sedang ihram tidak boleh menikah, dan juga tidak boleh menikahkan.”

photo
Jamaah memanjatkan doa saat berada di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Mayoritas ulama melarang orang yang sedang berihram menikahkan. EPA-EFE/SAUDI MINISTRY OF MEDIA HANDOUT HANDOUT EDITORIAL USE ONLY/NO SALES - (SAUDI MINISTRY OF MEDIA)

Adapun tentang hadis Maimunah riwayat Imam Bukhari yang menyatakan bahwa sesungguhnya Nabi SAW menikahinya saat beliau sedang berihram, menurut mereka, hadis tersebut dipersilisihkan bagaimana kejadiannya.

Selain tidak ada hujjahnya, dimungkinkan juga hal itu hanya khusus berlaku bagi Nabi saja. Karena itu, hadis yang melarang hal ini dinyatakan lebih baik. Namun demikian yang perlu diketahui mengenai adanya silang pendapat di antara ulama terkait menikah dalam keadaan ihram ini karena adanya pertentangan antara hadis-hadis masalah itu.

Di antaranya adalah hadis Ibnu Abbas, “Anna Rasulullah SAW nakaha Maimunah wa huwa muhrim.” Yang artinya, “Sesungguhnya Rasulullah SAW menikahi Maimunah saat beliau dalam keadaan ihram.”

Hadis shahih tersebut diriwayatkan oleh para perawi yang biasa meriwayatkan hadis shahih. Namun hadis tersebut disanggah oleh banyak hadis. Antara lain hadis berikut, “Anna Rasulallah SAW tazawwajaha wa huwa halalun.” Yang artinya, “Sesungguhnya Rasulullah SAW menikahinya ketika beliau dalam keadaan sudah tahalul.”

photo
Jamaah umrah berpakaian ihram sedang melakukan tawaf di Ka'bah, Makkah, Arab Saudi. (Saudi Ministry of Hajj and Umrah via AP) - (AP/HOGP/Saudi Ministry of Hajj and Umrah)

Menurut Abu Umar, hadis itu diriwayatkan dari beberapa jalur sanad; yakni dari jalur sanad Abu Rafi, dari jalur sanad Sulaiman bin Yasar budak Maimunah, dan dari jalur sanad Yazid bin Al-Asham. Dalam pada itu Imam Malik juga meriwayatkan sebuah hadis yang bersumber dari Sayyidina Usman bin Affan.

Sesungguhnya ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Laa yankihu al-muhrimu wa la yunkahu wa laa yakhthubu.” Yang artinya, “Orang yang berihram tidak boleh menikah maupun menikahkan, dan juga tidak boleh melamar.”

Ulama-ulama yang lebih mengunggulkan kedua hadis ini atas hadis Ibnu Abbas. Mereka mengatakan bahwa orang yang sedang dalam keadaan ihram tidak boleh menikah atau menikahkan.

Sedangkan ulama-ulama yang lebih mengunggulkan hadis Ibnu Abbas atau mengompromikan hadis tersebut dengan hadis Sayyidina Usman bin Affan, dengan mengartikan bahwa yang dimaksud ialah larangan yang bersifat makruh. Mereka mengatakan bahwa orang yang sedang dalam keadaan ihram boleh menikah atau menikahkan.

Pada dasarnya, menurut Ibnu Rusyd, silang pendapat ini berpulang pada adanya pertentangan Nabi SAW dengan ucapannya. Oleh karena itu, yang tepat ialah mengompromikannya atau lebih menguatkan ucapan.


Mati dalam Keadaan Fitrah

Dari Allah fitrah dan hendaknya kembali kepada Allah dalam keadaan fitrah. Bersih semua.

SELENGKAPNYA

Tumbuhkan Kesadaran Kesehatan Ibu dan Anak

Penyebab tingginya angka kematian ibu melahirkan adalah rendahnya kesadaran kesehatan

SELENGKAPNYA

135 Tahun Sherloc Holmes

Publikasi tahun 1949 menyatakan warga London begitu putus asa setelah mendengar berita kematian Holmes.

SELENGKAPNYA
×