Petugas kesehatan melakukan tes usap kepada warga di kawasan Krukut, Taman Sari, Jakarta, Senin (10/1/2022). Ditargetkan sebanyak 500 warga mengikuti tes usap massal Covid-19 pasca ditemukannya 36 warga yang positif Covid-19. | Republika/Putra M. Akbar

Kabar Utama

17 Jan 2022, 03:50 WIB

Alarm Seribu Kasus Sehari

Luhut memperingatkan potensi peningkatan kasus di DKI Jakarta akibat varian omikron.

JAKARTA – Kasus harian Covid-19 di Tanah Air kembali menyentuh angka psikologis sebanyak lebih dari 1.000 konfirmasi positif. “Capaian” ini harus menjadi alarm untuk meningkatkan kewaspadaan dan kembali menguatkan peran semua pihak di setiap lini demi mencegah penularan.

Pada Sabtu (15/1), kasus harian Covid-19 terkonfirmasi sebanyak 1.054 orang. Kasus di atas 1.000 orang ini menjadi yang pertama sejak Oktober 2021. Terakhir kali kasus Covid-19 mencapai di atas 1.000 kasus terjadi pada 14 Oktober 2021, persisnya sebanyak 1.053 kasus. Setelah itu, kasus harian konsisten turun. Indonesia bahkan pernah mencatat kasus harian 100-an orang pada akhir Desember 2021.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, lonjakan kasus terjadi cukup signifikan. Pada Senin (10/1), kasus positif Covid-19 berada di angka 454 orang. Kasus itu terus naik pada Selasa (11/1) sebanyak 802 kasus, Rabu (12/1) 646 kasus, Kamis (13/1) 793 kasus, Jumat (14/1) 850 kasus, Sabtu (15/1) 1.054 kasus, dan Ahad (16/1) 855 kasus. Meski kasus harian pada Ahad lebih sedikit dari Sabtu, positivity rate yang tercatat hampir sama, yakni 0,5 persen. Itu karena jumlah orang yang dites pada Ahad lebih sedikit.

photo
Pengendara motor mengenakan masker saat melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (12/1/2022). Kemenkes memprediksi puncak penyebaran kasus Covid-19 varian omikron akan terjadi pada awal atau pertengahan Februari 2022. - (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.)

Salah satu penyebab lonjakan kasus dalam beberapa hari terakhir adalah varian omikron. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, infeksi varian omikron sudah mencapai 748 kasus hingga Sabtu (15/1). Sebanyak 155 di antaranya merupakan kasus transmisi lokal.

“Sebagian besar dari kasus omikron ini merupakan pelaku perjalanan luar negeri sebanyak 569 (orang) dan transmisi lokal sebanyak 155,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, dalam diskusi daring, Ahad (16/1).

Dari 748 kasus itu, lanjut Nadia, 24 kasus di antaranya masih dalam tahap penyelidikan epidemiologi. Sebanyak 24 kasus tersebut belum diketahui pasti akibat transmisi lokal atau perjalanan luar negeri sehingga belum dimasukkan ke salah satunya.

Nadia mengatakan, saat ini juga terdapat sekitar 1.800 lebih kasus probable omikron. Seribu lebih kasus diduga omikron itu masih dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, kasus terbanyak terjadi pada pelaku perjalanan dari Arab Saudi dan Turki. “Terbanyak ketiga adalah Amerika Serikat, lalu Malaysia dan Uni Emirat Arab,” ujar Nadia.

Kemenkes, kata Nadia, menyiapkan opsi isolasi mandiri bagi pasien positif Covid-19 dengan varian omikron. Opsi ini akan diterapkan apabila kasus omikron terus melonjak. Penerapan isolasi mandiri ini bakal disertai pengawasan ketat oleh petugas puskesmas dan fasilitas kesehatan setempat. Selain itu, disediakan pula layanan telemedicine alias konsultasi dengan dokter secara jarak jauh menggunakan gawai.

Di sisi lain, Kemenkes mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan pengetesan Covid-19 dan pelacakan kasus. Apabila menemukan kasus omikron, pemerintah daerah diminta segera melokalisasi area kasus berada atau micro lockdown. Dengan begitu, klaster penularan dan lonjakan kasus dapat dicegah.

Pasti melonjak

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memperingatkan potensi terjadinya peningkatan kasus yang lebih tinggi di Provinsi DKI Jakarta akibat varian omikron. Pemerintah, kata dia, menyadari lonjakan kasus di Indonesia pasti akan terjadi cepat atau lambat. Kasus transmisi lokal saat ini tercatat sudah lebih tinggi yang disebabkan oleh para pelaku perjalanan luar negeri.

Menurut Luhut, kasus transmisi lokal ini didominasi wilayah di Jawa-Bali, seperti Provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya. Selain itu, kenaikan kasus di Jawa-Bali juga terlihat di Provinsi Jawa Barat dan juga Banten. “Hal tersebut didorong wilayah mereka yang masih masuk aglomerasi di wilayah Jabodetabek,” kata dia.

photo
Petugas kesehatan melakukan tes usap kepada warga di kawasan Krukut, Taman Sari, Jakarta, Senin (10/1/2022). - (Republika/Putra M. Akbar)

Luhut menyebut perkembangan kasus di wilayah lain masih relatif terjaga. Namun, ia mengingatkan, penyebaran kasus diprediksi akan terjadi lebih cepat karena mobilitas yang tinggi di wilayah Jawa-Bali. Meski mengalami kenaikan kasus positif secara signifikan, Luhut menyampaikan, kasus kematian nasional saat ini masih terjaga. Hingga hari ini pun tercatat belum ada kasus kematian karena varian omikron.

Kondisi ini pun menjadi alarm bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah penularan yang lebih luas. Karena itu, kata Luhut, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk mencegah lonjakan kasus akibat varian omikron.

Di antaranya yakni melakukan akselerasi vaksinasi booster bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Jabodetabek, serta menegakkan protokol kesehatan secara luas. Pemerintah juga akan memperketat persyaratan masuk ke tempat publik. Hanya masyarakat yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin yang dapat beraktivitas di tempat publik.

Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mengatakan, masyarakat harus tetap waspada karena angka kasus Covid-19 akibat varian omikron makin tinggi. Jumlahnya sudah meningkat pesat dibandingkan ketika varian omikron baru terdeteksi sebulan lalu. “Memakai masker adalah tindakan praktis untuk melawan virus dan ikhtiar untuk tetap sehat,” kata dia.

BOR di DKI Terus Naik

Keterisian tempat tidur rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) untuk pasien Covid-19 di DKI Jakarta terus mengalami kenaikan. Dari kapasitas 3.579 tempat tidur rumah sakit yang disediakan di Ibu Kota, kini terisi 19 persen atau kurang lebih 667 pasien Covid-19.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, penggunaan ICU juga mengalami peningkatan menjadi lima persen. Dari 591 kapasitas yang ada, per Ahad (16/1) telah terpakai 32 tempat. “Ini ada peningkatan dari hari ke hari. Peningkatannya dari empat hari itu, (ICU) naik menjadi lima persen dari satu persen,” kata Riza di Jakarta Selatan, Ahad (16/1).

Riza menilai, peningkatan ini belum bisa dikatakan masif, tetapi tren peningkatan ini perlu diwaspadai oleh semua pihak. Dia meminta semua tidak lengah dengan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, kasus Covid-19 di DKI varian omikron terus mengalami peningkatan. Hingga Sabtu (15/1), setidaknya ada 720 kasus omikron yang telah terkonfirmasi di Ibu Kota.

“Dari 720 orang yang terinfeksi, 78,8 persennya atau sebanyak 567 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 153 lainnya adalah transmisi lokal,” kata Dwi.

photo
Tenaga kesehatan menggunakan topeng pahlawan super (superhero) saat melayani vaksinasi anak usia 6-11 tahun bagi anak pegawai Otoritas Jasa Keuangan (OJK)di Gedung OJK, Wisma Mulia, Jakarta, Ahad (16/1/2022). Sebanyak 350 anak pegawi OJK mengikuti vaksinasi covid-19 dosis kedua menggunakan vaksin Sinovac. Penggunaan topeng superhero tersebut sebagai upaya menarik minat anak untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Republika/Thoudy Badai - (Republika/Thoudy Badai)

Namun, menurut dia, vaksinasi juga terus meningkat. Khusus di DKI, dosis pertama kini mencapai 12.053.033 orang atau 119,5 persen dari target. Jumlah itu mencakup 70 persen warga ber-KTP DKI dan 30 persen warga KTP non-DKI. Sementara untuk dosis kedua, mencapai 9.369.114 orang atau 92,9 persen.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sebagian besar transmisi lokal Covid-19 varian omikron terjadi di DKI Jakarta. Pemerintah meminta Provinsi DKI Jakarta juga masyarakat agar bersiap menghadapi potensi penularan omikron ini.

“Kami juga sampaikan bahwa sebagian besar lebih dari 90 persen memang transmisi lokal itu terjadi di DKI Jakarta. Jadi, kita memang harus mempersiapkan khusus DKI Jakarta sebagai medan perang pertama menghadapi omikron itu,” kata Menkes Budi.

Dalam rapat terbatas, menurut Menkes Budi, Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar masyarakat tak panik terhadap potensi terjadinya gelombang ketiga. Namun, masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaannya.

Selain itu, Presiden juga meminta agar pelaksanaan protokol kesehatan di DKI Jakarta lebih diperketat. Selain itu, penggunaan aplikasi PeduliLindungi juga perlu lebih ditingkatkan, serta dilakukannya testing, tracing, dan isolasi terpusat secara lebih masif.

“Dianjurkan untuk tidak berkerumun dan tidak mobilitasnya terlampau banyak. Jalankan saja yang normalnya sekarang sudah dijalankan, tapi hindari kerumunan,” kata Budi.

photo
Seorang siswa SMPN 252 mengikuti tes usap PCR di Jakarta Timur, Kamis (13/1/2022). Sebanyak 35 siswa serta 10 guru mengikuti tes usap PCR setelah terdapat satu siswa yang positif Covid-19 dan saat ini PTM (Pembelajaran Tatap Muka) diberhentikan selama lima hari. - ( ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/rwa.)

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tak melakukan perjalanan ke luar negeri serta mengurangi perjalanan ke luar kota. Hal ini dilakukan untuk memperlambat laju penularan omikron yang diprediksi sangat cepat terjadi di wilayah Jabodetabek dalam beberapa pekan ke depan.

Pemerintah juga kembali meminta bantuan TNI dan Polri untuk meningkatkan upaya surveilans serta mempercepat pelaksanaan vaksinasi booster, khususnya bagi masyarakat di wilayah Jabodetabek. “Agar mereka siap kalau nanti gelombang omikron ini naik secara cepat dan tinggi,” kata dia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan, kasus transmisi lokal saat ini tercatat sudah tinggi. Kasus ini, menurut dia, didominasi di wilayah Jawa-Bali, seperti di DKI Jakarta dan sekitarnya.

“Pemerintah menyadari cepat atau lambat akan terjadi peningkatan kasus seperti yang terjadi kemarin, di mana telah menyentuh angka 1.054 kasus per hari,” ujar Luhut.


×