Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 ke warga di Taman Dewi Sartika, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Selasa (4/1). Pemerintah akan memulai vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau vaksinasi booster pada 12 Januari 2022 mendatang. Vaksinasi booster terseb | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Nasional

Survei: 54,8 Persen Responden tak Setuju Vaksin Booster

Vaksin booster akan menambah herd immunity menghadapi Covid-19 varian Omikron.

 

JAKARTA -- Survei Indikator Politik Indonesia menemukan, sebanyak 54,8 persen responden tak setuju terkait rencana pengadaan vaksin dosis ketiga atau booster Covid-19 yang rencananya akan dilakukan pemerintah pada 12 Januari 2022 dengan target sasaran sebanyak 21 juta orang. Sementara, hanya 41,7 persen responden yang setuju menerima suntik vaksin dosis ketiga ini. 

"Sebesar 54,8 persen tidak setuju, 41,7 persen setuju. Bahkan, dikasih booster pun masyarakat lebih banyak yang tidak setuju ketimbang setuju," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia dalam rilis survei nasional terbarunya bertajuk “Pemulihan Ekonomi Pasca-Covid, Pandemic Fatigue, dan Dinamika Elektoral Jelang Pemilu 2024”, secara daring Ahad (9/1). 

Selain itu, sebanyak 63,2 persen responden juga tidak setuju dengan rencana pemerintah memberikan vaksin untuk anak berusia 3-12 tahun. Hanya 34,2 responden yang menyatakan setuju. "Ini isu yang menurut kami serius harus segera diatasi karena bagaimanapun masalah ini bisa menjadi masalah tersendiri di luar dari isu teknis terkait dengan ketersediaan vaksin dan vaksinator. Kalau masyarakat tidak setuju, ya repot," tuturnya. 

Burhanuddin juga menilai, banyaknya masyarakat yang menolak vaksin booster menjadi sebab isu-isu terkait lainnya. Ia mencontohkan, misalnya, persoalan vaksin yang tidak segera terdistribusi. Survei ini dilakukan pada 6-11 Desember 2021 dengan menggunakan metode multistage random sampling. Adapun total sampel sebanyak 2.020 responden dengan jumlah sampel basis sebanyak 1.220 orang tersebar proporsional di 34 provinsi.

Dari sampel basis 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden dilakukan dengan wawancara tatap muka. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi menuturkan, vaksinasi dosis ketiga dimulai di kabupaten/kota dengan kriteria 70 persen terpenuhi dosis 1 untuk seluruh masyarakat sasaran dan 60 persen lansia.

Nadia memastikan, jenis vaksin yang akan digunakan sebagai booster telah aman bagi masyarakat karena sudah melalui uji klinis. Ia mengatakan, masih menunggu hasil uji klinik dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). "Tunggu juknisnya," ujarnya.

Ketua ITAGI Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih berkoordinasi dengan BPOM terkait jenis vaksin yang akan digunakan sebagai booster. "ITAGI masih menantikan rekomendasi dari BPOM terkait jenis vaksin yang akan digunakan," katanya. Sebelumnya, Kementerian PMK menyebut ada 244 kabupaten dan kota yang sudah memenuhi kriteria melaksanakan vaksinasi booster.

Jawa Tengah

Jawa Tengah masih menunggu kebijakan pusat, terkait dengan pelaksanaan vaksinasi dosis ke-tiga (booster). Kendati Pemerintah Pusat bakal melaksanakan vaksin booster pada Rabu (12/1) petunjuk pelaksanaan daerah masih dinanti. 

"Rencananya, kan ada tiga opsi untuk vaksinasi booster itu, yakni program pemerintah, penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan dan mandiri atau berbayar. Seperti apa nanti Ini yang kita tunggu dari Pisat," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Ahad (9/1).

Sehingga, lanjutnya, Jawa Tengah belum akan melaksanakan vaksin booster tersebut dalam waktu dekat ini. Termasuk kapan vaksinasi akan mulai  dilaksanakan juga belum dapat dipastikan. "Tetapi begitu sudah ada kejelasan perintahnya, Jawa Tengah akan siap melaksanakan," tegasnya.

Prinsipnya, Jawa Tengah siap melaksanakan jika sudah ada perintah dari pusat, termasuk juga ketersediaan vaksinnya. Maka --selain menunggu perintah-- Jawa Tengah juga akan melihat stok vaksin yang tersedia.

Kalau vaksin sudah ada dan perintahnya turun, maka Jawa Tengah tinggal melaksanakan saja. "Sebenarnya sudah banyak masyarakat yang menunggu vaksin dosis ketiga tersebut," tambahnya.

Gubernur juga mengungkapkan, capaian vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah untuk dosis pertama sudah mencapai 82 persen. Sementara vaksinasi dosis kedua sudah mencapai 60 persen.

Upaya untuk menggenjot cakupan vaksinasi tersebut juga terus dilakukan. Apalagi sekarang juga ada program percepatan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun, sehingga akan semakin  mempercepat cakupan vaksinasi secara umum,," lanjutnya.

Sekadar diketahui, pemerintah berencana melakukan vaksinasi dosis ketiga atau vaksin booster pada 12 Januari nanti. Menteri Kesehatan mengatakan, dibutuhkan sekitar 230 juta dosis untuk menyukseskan program vaksinasi booster tersebut.

Adapun syarat penerima vaksin booster adalah masyarakat Indonesia berusia di atas 18 tahun, sudah divaksin dosis kedua minimal 6 bulan, tinggal di kabupaten/ kota yang telah memenuhi kriteria vaksinasi dosis pertama 70 persen dan dosis kedua 60 persen.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat