Merger antara Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia, resmi diumumkan pada Selasa (4/1), di Jakarta. | Setyanavidita Livikacansera/Republika

Inovasi

06 Jan 2022, 13:34 WIB

Cerita Baru Industri Telekomunikasi

Pelanggan akan terus menerima layanan dan beragam penawaran tanpa gangguan.

Awal 2022, membuka lembaran baru bagi industri telekomunikasi Indonesia. Pada Selasa (4/1), penyelesaian penggabungan usaha antara PT Indosat Tbk dengan PT Hutchison 3 Indonesia resmi dilakukan, setelah menerima semua persetujuan hukum dan pemegang saham yang diperlukan. Perusahaan tersebut kini bernama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).

Vikram Sinha selaku President Director Indosat Ooredoo Hutchison yang ditunjuk, menyampaikan, penggabungan ini, menandai dimulainya babak baru yang menarik bagi Indosat Ooredoo Hutchison.

“Dengan didukung oleh pengalaman kelas dunia dan keahlian lokal yang terbukti, penggabungan ini merupakan upaya untuk menghubungkan dan memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya, dalam konferensi pers, di Jakarta, Selasa (4/1).

Menurut Vikram, saat ini, Indosat Ooredoo Hutchison berada di posisi yang lebih kuat untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital di Indonesia. Termasuk juga, menjadi pemain penting dalam ekosistem 5G dan transformasi digital bangsa.

photo
Presiden Direktur Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Terpilih, Vikram Sinha, memberikan kata sambutan dalam acara peresmian penggabungan usaha antara Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia, Selasa (4/1), di Jakarta. - (Setyanavidita Livikacansera/Republika)

Ia menegaskan, penggabungan usaha ini tidak akan berdampak pada pelanggan Indosat Ooredoo Hutchison. Pelanggan, akan terus menerima layanan dan beragam penawaran tanpa gangguan.

Untuk menandai hari pertama hadirnya secara resmi dan sebagai tanda terima kasih Perusahaan bagi kesetiaan pelanggan, IOH pun memberikan bebas menelepon sebulan bagi sesama pengguna hingga 200 menit sehari.

Director & Chief Strategy & Execution Officer Indosat Ooredoo Hutchison Armand Hermawan menjelaskan, merger ini akan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh pelanggan. Karen,a kekuatan finansial yang dimiliki kini membuat IOH mempunyai kapasitas untuk memberikan layanan yang lebih baik.

Gabungan perusahaan ini juga akan memiliki jaringan dan cakupan yang lebih besar, sehingga akan membuat pelanggan punya jangkauan yang lebih luas. "Ada peningkatan efisiensi yang didapat karena perusahaan dapat mengalihkan investasi ke daerah-daerah lain, di luar daerah yang sebelumnya sudah padat dengan sinyal kami," kata Armand.

Selain itu, ia meyakini, ruang pertumbuhan inovasi juga akan menjadi lebih luas sehingga pengalaman digital pelanggan akan lebih terjamin. Teknologi 5G yang saat ini telah ada di depan mata pun menjadi tantangan pertama bagi IOH untuk unjuk gigi.

Terkait dengan rencana pengembangan 5G, Director & Chief Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison Muhammad Danny Buldansyah mengatakan, gabungan dua usaha ini akan menghasilkan spektrum yang mencukupi agar penggelaran 5G akan jauh lebih baik.

“Gabungan usaha ini juga akan membuat permodalan perusahaan lebih kuat untuk menyelenggarakan 5G,” ujarnya.

Dorong Efisiensi

photo
CEO Terpilih Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, mmbreikan sambutan dalam peresmian penggabungan usaha antara INdosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia, Selasa (4/1), di Jakarta. - (Setyanavidita Livikacansera/Republika)

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate memberikan persetujuan atas merger dan akuisisi antara PT Indosat Tbk dan PT Hutchison 3 Indonesia. Persetujuan itu termuat dalam Keputusan Menteri Kominfo Nomor 7 Tahun 2022 tentang Persetujuan Penggabungan Penyelenggaraan Telekomunikasi PT Indosat Tbk dan PT Hutchison 3 Indonesia.

Menurut Johnny, selama dua tahun terakhir, upaya merger operator telekomunikasi menjadi upaya mendorong peningkatan efisiensi dan produktivitas industri telekomunikasi di Indonesia. Bahkan, dapat meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan termasuk pemenuhan kewajiban pelayanan universal.

“Hari ini adalah hari dimana satu tahap industri telekomunikasi indonesia maju dan berkembang, melalui proses konsolidasi industri telekomunikasi merger dan akuisisi,” ujarnya dalam keterangan pers, yang diterima Republika, Selasa (4/1), di Jakarta.

Johnny melanjutkan, penggabungan PT Indosat Tbk dan PT Hutchison 3 Indonesia menjadi hasil konkret pelaksanaan Undang-Undang Cipta Kerja No 11 Tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran (Postesiar). Implementasi pengaturan itu ditujukan untuk menata dan memperkuat industri telekomunikasi nasional.

“Berbagai payung hukum juga disiapkan untuk melakukan penataan industri agar lebih efisien, pangsa pasar yang lebih besar dan capital structure yang lebih kuat. Termasuk juga, mendukung pengembangan industri telekomunikasi di Indonesia, seperti perluasan tulang punggung telekomunikasi 4G dan pengembangan operasi komersial 5G dan turunannya,” jelas Johnny.

Undang-Undang Cipta Kerja sektor Postelsiar menitikberatkan pada tiga aspek penataan yakni infrastructure sharing, spectrum frequency sharing, dan pricing policy atau kebijakan harga batas atas dan batas bawah. Pengaturan itu ditujukan untuk melindungi konsumen dan industri telekomunikasi di Indonesia.

Melalui Keputusan Menkominfo Nomor 7 Tahun 2022, seluruh hak dan kewajiban PT Hutchison 3 Indonesia yang terkait dengan penyelenggaraan telekomunikasi, beralih menjadi hak dan kewajiban PT Indosat Tbk. Johnny menegaskan, setelah merger dan akuisisi dilakukan, IOH pun wajib memenuhi dua komitmen.

Pertama, menambah jumlah site baru paling sedikit sebanyak 11.400 site sampai dengan 2025, sehingga secara total jumlah site paling sedikit berjumlah  52.885 di 2025. Komitmen kedua, berkaitan dengan perluasan cakupan wilayah yang terlayani oleh layanan seluler, paling sedikit sebanyak 7.660  desa dan kelurahan baru sampai dengan 2025.

Sehingga secara total cakupan wilayah yang terlayani oleh layanan seluler paling sedikit  berjumlah 59.538 desa dan kelurahan di 2025. “Dan meningkatkan kualitas layanan sampai dengan 2025 paling sedikit 12,5 persen untuk download throughput dan delapan persen untuk upload throughput,” ujar Johnny. 

 

 

Merger dan akuisisi dalam rangka konsolidasi industri telekomunikasi Indonesia semakin didukung. Sehingga kita bisa menghasilkan iklim industri telekomunikasi yang lebih produktif dan lebih efisien di Indonesia untuk mendukung transformasi digital nasional.

JOHNNY G PLATE, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo)
 

 

 

 


×