Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. | Prayogi/Republika.

Ekonomi

07 Dec 2021, 11:34 WIB

Erick Angkat Darmawan Prasodjo Jadi Dirut PLN

Erick Thohir meminta dirut baru PLN Darmawan Prasodjo tingkatkan transformasi.

JAKARTA — Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 2021 memutuskan mengangkat dan menetapkan Darmawan Prasodjo sebagai direktur utama (dirut) PLN menggantikan Zulkifli Zaini. Sebelumnya, Darmawan menjabat sebagai wakil dirut PLN.  

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, dalam mengelola perusahaan, terutama BUMN, seorang pemimpin harus menyandarkan tanggung jawab yang diemban dengan hati dan keikhlasan.

Menurut Erick, Zulkifli, yang sebelumnya menjabat sebagai dirut PLN sejak Desember 2019, dinilai telah memimpin perusahaan yang melayani kebutuhan hidup seluruh rakyat Indonesia ini dengan hati dan keikhlasan.

Erick menyebut, Zulkifli memahami komitmen dan amanah dalam mengelola PLN untuk bertahan dan tetap melayani serta meringankan beban masyarakat miskin dan tidak mampu saat pandemi Covid-19.

Dalam kurun dua tahun, menurut Erick, PLN telah memperbaiki kinerja keuangan dan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 345,4 triliun dan mencapai laba bersih sebesar Rp 5,99 triliun pada 2020. Erick menyebut, laba ini naik 39,3 persen dibandingkan pada 2019.

“Lalu secara perlahan, dalam kepemimpinan Pak Zul, PLN berhasil menurunkan jumlah rasio utang menjadi senilai Rp 452,4 triliun serta secara paralel mendorong potensi nilai saving atas biaya sebesar Rp 25,90 triliun dengan melakukan renegosiasi jadwal commercial operation date (COD) atas 14 IPP,” kata Erick di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (6/12).

Erick menyampaikan, semua pencapaian ini merupakan hasil akumulatif dari transformasi PLN dengan fokus pada peningkatan pendapatan, penurunan biaya pokok penyediaan, dan peningkatan layanan. “Dalam kepemimpinan Pak Zul, usaha transformatif juga dilakukan juga secara paralel sebagai salah satu garda dalam program pemulihan ekonomi nasional selama pandemi,” kata Erick menambahkan. 

Erick memerinci kontribusi PLN melalui diskon listrik dengan target penerima 31,4 juta rumah tangga pada 2020 dan 32,6 juta rumah tangga pada 2021 telah membantu menjaga kestabilan ekonomi dan sosial di masyarakat. 

Selain itu, Erick juga mengapresiasi pencapaian positif lain, seperti penambahan jenis pendapatan baru PLN sebesar Rp 4,1 triliun melalui intensifikasi dan ekstensifikasi, kolaborasi dengan swasta dan BUMN lain dalam penggunaan kompor listrik atau induksi di satu juta rumah, penyediaan biomassa dan pengembangan industri biomassa untuk co-firing di 52 lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

PLN juga berhasil menandatangani nota kesepahaman dengan Asian Development Bank untuk merealisasikan target energi bersih di Indonesia melalui Energy Transition Mechanism. “Meski apa yang sudah dilakukan Pak Zul merupakan bagian utama tanggung jawab, pada kesempatan ini saya menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya atas komitmen yang sudah diberikan selama ini. Saya yakin rekam jejak terbaik yang ditorehkan menjadi legacy dan fondasi untuk pemimpin berikutnya,” ujar Erick. 

Erick juga mengingatkan dirut PLN yang baru, Darmawan, untuk melanjutkan dan meningkatkan berbagai upaya transformasi yang telah dilakukan. Ia menilai tantangan transformasi PLN ke depan tidak hanya terbatas pada perbaikan finansial PLN, tetapi juga bagaimana menghadapi tantangan zaman yang mana energi yang lebih hijau.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PLN (pln_id)

Erick mendorong Darmawan dapat memimpin PLN untuk mulai melakukan perbaikan atas model bisnis. Termasuk, menyiapkan organisasi PLN yang lebih efektif. PLN, Erick menambahkan, juga perlu mempersiapkan diri melakukan akselerasi bisnis dalam menghadapi tren baru, seperti ekosistem kendaraan listrik.

Wakil Menteri BUMN I Pahala N Mansury juga mengucapkan terima kasih kepada Zulkifli yang menjaga kinerja PLN selama pandemi. Ia juga meminta Darmawan meneruskan transformasi dalam transisi energi di PLN. “Kami terima kasih kepada Pak Zul, dirut sebelumnya yang sudah bertugas selama dua tahun dengan kinerja yang baik pada masa-masa pandemi. Kita berharap penggantian akan mendorong percepatan transisi energi,” kata Pahala kepada Republika.

Komisi VI DPR menilai pergantian dirut PLN mampu memberikan semangat baru di tubuh BUMN kelistrikan tersebut. Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PAN Intan Fauzi menilai, sosok dirut baru juga bukan orang lama sehingga estafet transformasi yang dilakukan perusahaan masih bisa berjalan dengan baik. 

“Penggantinya kan wadirutnya sendiri ya, di mana dari sisi kinerja selama ini juga sudah tune in di dalam PLN. Jadi, kami kira pergantian posisi ini tidak akan mengganggu kinerja perusahaan. Transformasi yang selama ini sudah dilakukan tetap bisa dilanjutkan,” kata Intan kepada Republika.

Intan juga mengatakan, selama dua tahun Zulkifli menjabat, berbagai upaya restrukturisasi keuangan bisa berjalan baik sehingga PLN mampu membukukan laba pada semester pertama tahun ini.

Ia menambahkan, langkah perbaikan keuangan ini harus terus dijaga. “Karena, PLN sebagai BUMN juga berkontribusi dalam pendapatan negara melalui deviden. Langkah transformasi keuangan yang sudah dilakukan Pak Zulkifli saya kira harus tetap dilanjutkan agar menjadikan PLN tetap sehat,” ujar Intan.

Refinancing utang

Sebagai dirut baru PLN, Darmawan mengatakan, tahun depan salah satu program utama PLN adalah melakukan restrukturisasi utang. Meski ia enggan menyebutkan nominal utang yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat, langkah refinancing utang akan dilakukan pada tahun depan.

Darmawan mengatakan, langkah refinancing utang ini dilakukan sebagai salah satu mandat dari Menteri BUMN yang juga mengingatkan untuk membuat kondisi keuangan PLN tetap sehat. Ia menjelaskan, langkah refinancing menjadi salah satu cara menyehatkan perusahaan.

“Tahun lalu dan tahun ini kami sudah mengelola utang dengan baik hingga turun Rp 50 triliun. Tahun depan kita akan refinancing lagi. Kita sedang petakan mana mana saja yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat,” ujar Darmawan.

Darmawan menambahkan, selain refinancing utang, langkah untuk menyehatkan keuangan PLN adalah dengan efisiensi. Ia mengatakan, efisiensi dilakukan dengan menurunkan cost of production dan memaksimalkan kinerja dengan digitalisasi.

Darmawan juga mengatakan, tahun depan investasi PLN akan dialokasikan, terutama pada proyek-proyek yang memiliki reaten yang lebih baik. Dengan demikian, nilai pengembalian modal akan lebih tinggi dari cost of fund yang dilakukan perusahaan.


×