Petugas mengevakuasi korban kebakaran yang terjadi di Gedung Cyber 1, Jakarta, Kamis (2/12/2021). | ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Jakarta

03 Dec 2021, 09:19 WIB

Gedung Cyber 1 Kebakaran, Dua Korban Meninggal 

Kedua korban kebakaran Gedung Cyber 1 meninggal karena terlalu banyak menghirup asap.

JAKARTA – Dua dari tiga orang yang terjebak dalam kebakaran di Gedung Cyber 1 di Jalan Kuningan Barat, Mampang, Jakarta Selatan, meninggal dunia. Kedua korban yang meregang nyawa bernama Seto Fachrudin, berusia 17 tahun dan satu lagi, yakni Muhammad Redzuan Khadafi berusia 18 tahun.

Menurut Humas Gulkarmat DKI Jakarta, Mulat Wijayanto, kedua korban meninggal karena terlalu banyak menghirup asap. Kedua korban meninggal dalam keadaan gosong, akibat kepulan asap panas. "Yang usia 18 tahun meninggal di lokasi, yang satunya lagi meninggal ketika di bawah ke RSUD Mampang," ujar Mulat saat dikonfirmasi, Kamis (2/12).

Kedua korban meninggal, Mulat mengatakan, merupakan karyawan dari PT Abinawa yang melakukan kunjungan ke Gedung Cyber 1. Jika berdasarkan kartu tanda penduduknya, Seto beralamat di Gang Anggrek Gas Alam, Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Kemudian Redzuan beralamat di KP Tipar, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Sementara satu korban lainnya bernama Bagus berusia 20 tahun. 

Mulat menuturkan, kebakaran terjadi sekira 12.43 WIB. Adapun titik api kebakaran berada di lantai dua gedung tersebut. 

Sebelumnya, untuk memadamkan amukan si jago merah, Mulat mengatakan, awalnya pihaknya menerjunkan empat unit mobil pemadam kebakaran dan 14 personel diterjunkan. Kemudian ditambah menjadi 22 unit mobil dengan 100 personel. "Totalnya ada 22 unit dengan 100 personel," kata Mulat.

Untuk penyebab kebakaran, menurut Mulat, diduga akibat arus pendek listrik. Adapun nilai kerugian hingga saat ini belum dapat diprediksi. 

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Kota Jakarta Selatan, Herbert Plider Lomba Gaol, menuturkan, tiga orang korban tersebut, semuanya pekerja yang masih sangat muda. "Pekerja usia 17 tahun dan 18 tahun. Dia (bekerja) teknisi," ungkapnya.

Menurut Mulat, kebakaran terjadi sekira 12.43 WIB. Adapun titik api kebakaran berada di lantai dua gedung tersebut. 

Petugas kesehatan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta juga turut menyediakan mobil ambulans untuk mengevakuasi korban. Selain itu juga mengantisipasi kemungkinan adanya korban yang terjebak di dalam gedung tersebut.

Gedung Cyber merupakan salah satu area kerja Bursa Efek Indonesia (BEI). Insiden kebakaran yang terjadi di salah satu area kerja bursa itu, lokasinya terpisah dari Gedung BEI, SCBD Sudirman.

Meskipun demikian, Sekretaris BEI Yulianto Aji Sadono mengatakan, kejadian tersebut tidak berdampak pada Data Center BEI. Aktivitas operasional perdagangan BEI juga tetap berjalan dengan normal. 

"Kami informasikan bahwa Kamis (2/12) pukul 12.25 WIB, telah terjadi insiden kebakaran pada salah satu area kerja PT Bursa Efek Indonesia (BEI)," kata Yulianto.

Sementara itu, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono W Widodo, mengatakan setidaknya ada dua broker yang terkendala karena kebakaran ini. "Satu broker yang self suspend, yang lain berjalan normal," kata Laksono. 

Salah satu perusahaan sekuritas, Indo Premier Sekuritas, mengaku terdampak pada insiden ini. Melalui akun Instagram, Indo Premier Sekuritas mengatakan, kebakaran telah mengakibatkan jaringan data perusahaan terganggu dan belum dapat digunakan untuk sementara waktu.

"Kami sedang menghadapi situasi force majure, di mana data center kami di Gedung Cyber Mampang mengalami kebakaran. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami," tulis Indo Premier Sekuritas melalui akun Instagram @indopremier.

photo
Petugas menerobos asap tebal saat berusaha memadamkan kebakaran yang terjadi di Gedung Cyber 1, Jakarta, Kamis (2/12/2021). - (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.)


×