Ilustrasi muktamar NU | ANTARA FOTO

Khazanah

02 Dec 2021, 08:28 WIB

Muktamar NU Terus Disiapkan

Seyogianya setiap warga NU ikut andil menyukseskan muktamar.

JAKARTA – Meskipun belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU), perhelatan akbar warga Nahdliyin yang rencananya digelar di Lampung itu terus disiapkan. Persiapan itu di antaranya terkait infrastruktur di lokasi muktamar, juga materi-materi yang akan dibahas dalam forum terbesar di NU ini.

"Kami panitia terus mempersiapkan muktamar, persiapan infrastruktur masih berjalan di Lampung, salah satunya di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussa'adah, penyelesaian kamar-kamar untuk tempat tidur, sanitasi dan kekuatan sinyal Wi-Fi. Lalu membangun aula untuk acara yang akan dihadiri Presiden,” ungkap Ketua Organizing Committee atau Ketua Panitia Muktamar ke-34 NU, KH M Imam Aziz, melalui konferensi pers daring, Selasa (30/11).

Ia menerangkan, berdasarkan skenario awal, muktamar dipusatkan di tiga lokasi. Pembukaan muktamar akan dilangsungkan di Ponpes Darus Saadah. Sementara dua lokasi lainnya yaitu UIN Raden Intan Lampung dan Universitas Malahayati.

"Ini membutuhkan effort (usaha) luar biasa. Ini cara NU membesarkan pesantren harus menjadi benteng rahmatan lil ‘alamin," ujar dia.

Sebagai bagian dari persiapan pula, rencananya akan digelar Konser Amal Koin Muktamar di Balai Sarbini, Jakarta, pada 13 Desember 2021. Seluruh hasil penjualan tiket konser akan didonasikan untuk Muktamar NU.

“Konser Amal Koin Muktamar menjadi wadah penggalangan donasi dan partisipasi warga untuk mendukung terselenggaranya Muktamar ke-34 NU secara mandiri, berwibawa, dan bermartabat," kata Kiai Imam.

Ia juga menyampaikan, muktamar menjadi forum tertinggi NU untuk merefleksikan perjalanan sebelumnya dan merencanakan tujuan ke depan. Muktamar juga merupakan momentum bagi warga Nahdliyin untuk saling bersilaturahim secara nasional, bahkan internasional.

“Muktamar milik bersama segenap warga Nahdliyin di berbagai pelosok negeri, bahkan dunia,” ujar dia.

Saat ini, menurut Kiai Imam, warga Nahdliyin telah berdiaspora ke berbagai penjuru dunia. Kesadaran dan kecintaan mereka terhadap rumah besar NU pun makin nyata, dan siap menyambut muktamar dengan penuh kegembiraan.

 Menurut dia, sudah seyogianya setiap warga Nahdliyin ikut andil dan berperan serta dalam menyukseskan hajatan akbar lima tahunan ini, dengan cara masing-masing. “Ada sumbangan gagasan, pemikiran, dan tenaga,” katanya.

Demi suksesnya muktamar pula, Panitia Pengarah (Steering Committee/ SC) Muktamar ke-34 NU juga terus bergerak menyiapkan materi-materi yang akan dibahas di masing-masing komisi. Panitia pengarah bersama para pimpinan komisi melakukan rapat koordinasi pada Selasa (30/11) lalu di gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta.

Ketua Panitia SC Muktamar ke-34 NU, Prof Muhammad Nuh, menyampaikan, perlu satu sesi khusus untuk melakukan konsinyasi agar setiap materi komisi tidak saling tumpang tindih ataupun bertentangan. Sesi khusus itu akan dilaksanakan pada awal pekan kedua Desember mendatang.

“Konsinyasi untuk merapikan semua materi sehingga siap untuk dicetak dan dibagikan,” katanya seperti dilansir laman resmi NU.

Hal lain yang harus dilakukan adalah pengenalan materi pembahasan kepada muktamirin, mulai dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU). Hal ini, menurutnya, penting agar muktamar tidak kehilangan arah.

Sementara itu, Sekretaris Panitia SC Muktamar ke-34 NU, KH Asrorun Ni'am Sholeh, menyampaikan, rapat koordinasi dilaksanakan guna mengonsolidasikan materi-materi muktamar, mulai dari organisasi, program, rekomendasi, serta masalah strategis keagamaan yang didiskusikan di bahtsul masail maudhu'iyah, waqi'iyah, dan qanuniyah.

Ia menyampaikan, masing-masing komisi dan bidang sudah melakukan pendalaman untuk menyiapkan materinya. "Dalam pengecekan terakhir, secara umum, materi sudah siap pekan kedua Desember," ujarnya.

Penyiapan materi ini, kata dia, tidak terpengaruh dengan diskusi mengenai waktu pelaksanaan muktamar. Sebab, keputusan terkait penetapan waktu muktamar berada dalam domain PBNU.

"Panitia pengarah mendapat mandat menyiapkan materi. Hingga hari ini kita terus konsolidasikan," ujar katib syuriah PBNU itu.

Sementara itu, terkait waktu pelaksanaan muktamar, Ketua PBNU Saifullah Yusuf mengatakan, kepengurusan PBNU secara resmi akan berakhir pada 25 Desember 2021. Artinya, Muktamar ke-34 NU harus digelar sebelum 25 Desember 2021.

 
Sesuai hasil Munas Alim Ulama dan Konbes, muktamar digelar tanggal 23-25 Desember 2021, sehingga masa kepemimpinan PBNU berakhir pada 25 Desember.
 
 

“Sesuai hasil Munas Alim Ulama dan Konbes, muktamar digelar tanggal 23-25 Desember 2021, sehingga masa kepemimpinan PBNU berakhir pada 25 Desember,” kata tokoh NU yang akrab disapa Gus Ipul itu melalui keterangan tertulis, Rabu (1/12).

Sesuai keputusan Munas dan Konbes, kata dia, jika ada perkembangan pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan dilaksanakannya muktamar, maka penentuan waktu pelaksanaan muktamar diserahkan kepada PBNU.

“Padahal pemerintah berencana menerapkan PPKM Level 3 mulai 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022, sehingga muktamar pada 23-25 Desember 2021 jelas tidak mungkin,” ujar Gus Ipul.

Terkait hal ini, Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, telah memerintahkan memajukan muktamar pada 17 Desember 2021. Sementara Ketua Umum lewat Sekjen PBNU menginginkan muktamar dimundurkan pada akhir Januari 2022. 


×