Ilustrasi KRAS atau Krakatau Steel, BUMN pemroduksi baja. | ANTARA FOTO

Ekonomi

30 Nov 2021, 09:25 WIB

KRAS Jual Baja Secara Daring

HIPMI mengapresiasi atas peluncuran KRASMart yang merupakan bentuk hilirisasi dan pertumbuhan Krakatau Steel.

JAKARTA  — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengapresiasi emiten produsen baja pelat merah, yakni PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), dalam meluncurkan inovasi digital aplikasi bernama KRASMart. Peluncuran aplikasi ini untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Mardani H Maming mengatakan, transformasi digital di Krakatau Steel juga sudah dimulai dengan membangun digital control tower (DCT) yang memberikan informasi secara real time aktivitas operasional, komersial, keuangan, hingga penjualan.

Mardani menilai, produk digital yang sudah diimplementasi bagi user internal dan eksternal adalah aplikasi berbasis mobile apps, web based, dan sales go yang membantu memudahkan pengecekan aktivitas penjualan.

HIPMI mengapresiasi atas peluncuran KRASMart yang merupakan bentuk hilirisasi dan pertumbuhan Krakatau Steel dan industri baja Indonesia yang semakin baik. Mardani mengatakan, kinerja Krakatau Steel mengalami sejumlah pertumbuhan yang signifikan, seperti laba operasi pada 2020 mencapai Rp 2,4 triliun, padahal di tengah masa pandemi Covid-19 dan semoga dapat mencapai target peningkatan laba sebesar 43 persen pada tahun ini.

Banyak terobosan dan gebrakan yang telah dilakukan oleh Krakatau Steel sepanjang 2021, seperti merilis produk barunya, yakni bondek, launching KRASMart Marketplace, dan lain-lain. “Kami yakin pertumbuhan Krakatau Steel akan sangat signifikan,” kata Mardani di Jakarta, Senin (29/11).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Krakatau Steel (krakatau.steel)

Krakatau Steel meluncurkan aplikasi yang memudahkan pembelian produk baja, yaitu KRASMart Marketplace pada Jumat (26/11). Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi momentum percepatan transformasi digital di berbagai bidang, baik dalam kehidupan masyarakat secara luas maupun Industri. 

Silmy mengatakan, industri 4.0 memberikan peluang yang besar sekaligus tantangan untuk Indonesia. Ia menyebutkan, pasar Indonesia sangat besar. Karena itu, transformasi digital di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini merupakan sebuah kewajiban, termasuk sektor Industri yang ramah dengan teknologi dan cakap digital di mana semua digunakan untuk pertumbuhan ekonomi nasional lebih baik ke depan.

Silmy berharap aplikasi KRASMart dapat memudahkan konsumen melakukan transaksi pembelian sehingga akan meningkatkan penjualan, produktivitas, dan efisiensi masing-masing sales force.

Silmy menyampaikan, platform penjualan ini menyediakan berbagai produk baja dari Krakatau Steel dan Group dari produk baja hulu hingga produk baja hilir sehingga akan terintegrasi dan konsumen dapat berbelanja produk baja sama seperti marketplace retail yang umumnya digunakan untuk consumer goods

Silmy mengatakan, fitur yang lebih kurang mirip dengan marketplace retail ini akan membawa perubahan bagi industri baja yang selama ini melakukan penjualan secara konvensional.

Tidak hanya KRASMart Marketplace, Silmy mengatakan, program digitalisasi lainnya yang sudah dilakukan, di antaranya aplikasi salesforce digitalization, DCT, KRASMart Connect, dan KRASsoptima. 

Silmy mengatakan, secara volume, angka penjualan produk baja utama, yaitu hot rolled coil (HRC) dan cold rolled coil (CRC) serta produk pipa baja, long product, maupun pelat baja mengalami peningkatan 36,9 persen menjadi 1,59 juta ton pada kuartal III 2021 dibandingkan periode sama tahun 2020 sebesar 1,16 juta ton.

“Nilai penjualan perseroan tercatat sebesar Rp 23 triliun pada kuartal III 2021 ini meningkat 71,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan penjualan ini disebabkan penetrasi produk Krakatau Steel ke pasar semakin baik dengan program digitalisasi, customer engagement, dan hilirisasi,” kata Silmy.

Penjualan produk hilirisasi juga mengalami peningkatan volume penjualan sebesar 656,2  persen menjadi sebesar 13.181 ton hingga kuartal III 2021 dibandingkan periode yang sama pada 2020 sebesar 1.743 ton.


×