Renovasi rumah (ilustrasi) | Karolina Grabowska Pexels
16 Oct 2021, 07:22 WIB

Jurus Hemat Renovasi Rumah

Renovasi rumah tanpa perencanaan matang bisa menjadi penyebab biaya membengkak.

Renovasi rumah tidak melulu dilakukan karena ingin mengubah desain rumah menjadi lebih enak dipandang, namun juga karena ada beberapa bagian yang harus diperbaiki. Itulah mengapa kebutuhan untuk merawat ataupun merenovasi rumah bagi sebagian orang tetap ada meski di saat krisis seperti sekarang.

Karena saat ini dan mungkin beberapa waktu ke depan pandemi Covid-19 masih akan tetap berlangsung, tentu perlu ditekankan agar biaya renovasi rumah bisa efektif dan tidak lewat dari anggaran.

Itu pula yang dilakukan oleh Iwan Kurniawan (43 tahun) ketika memutuskan untuk melakukan renovasi rumah kecil-kecilan. ''Saya hanya mengecat rumah dan memperbaiki sedikit saja bagian rumah yang sudah rusak,'' kata dia saat dihubungi akhir pekan lalu.

Ayah dua anak yang tinggal di Bandung ini mengaku sudah menyiapkan dana khusus untuk memperbaiki dan mempercantik rumahnya. ''Untung saya dapat tukang yang bisa diandalkan sehingga tidak sampai over budget. Meski hanya mengecat dan merenovasi sedikit saja, ternyata biayanya lumayan juga ya,'' kata dia.

Terkait

photo
Renovasi rumah (ilustrasi) - (Ivan Samkov Pexels)

Perencana keuangan, Mike Rini Sutikno, mengatakan bahwa perawatan maupun renovasi rumah tanpa perencanaan matang bisa menjadi penyebab biaya membengkak. “Identifikasi dulu apa saja yang perlu diganti, diperbaiki, atau mungkin direnovasi. Lalu sesuaikan dengan bujet yang ada,” kata Mike saat dihubungi Republika.

Untuk lebih mempermudah pemahaman tentang kelola anggaran perawatan atau renovasi rumah, Mike kemudian membagi ke dalam tiga bagian yaitu perawatan rumah skala ringan, skala sedang, dan skala besar.

Skala ringan didefinisikan sebagai perawatan yang tidak memerlukan biaya besar seperti atap bocor, gagang pintu rusak, kunci pintu rusak atau hilang dan sebagainya.

Menurut Mike, biaya perawatan rumah skala ringan tidak perlu diambil dari tabungan, namun bisa diambil dari pos anggaran hiburan dari gaji bulanan saja. Karena biaya yang perlu dikeluarkan juga tidak terlalu besar. “Atap bocor atau kunci hilang begitu kan nggak sampai sejuta biayanya, paling puluhan sampai ratusan ribu. Jadi Anda bisa ambil dari jatah ngopi, jatah entertainment bulanan saja,” kata Mike.

Lalu perawatan rumah skala sedang misalnya pintu rumah rusak dan perlu diganti, pagar karatan atau rusak dan lain sebagainya. Menurut Mike, biaya perawatan skala sedang bisa diambil dari tabungan atau dari gaji bulanan tergantung kemampuan finansial masing-masing.

Bagi seseorang yang berpenghasilan lebih dari Rp 10 juta per bulan bisa mengambil dari gaji, sementara yang penghasilannya UMR disarankan untuk mengambil dari tabungan.  “Kalau yang penghasilannya masih UMR pasti akan berat kalau ambil jatah beli pintu baru atau pagar baru dari gaji. Solusinya ya ambil dari tabungan, tapi jika tidak punya tabungan bisa memilih opsi kredit, pakai cicilan. Anda juga harus ingat kalau mencicil sesuaikan dengan kemampuan finansialnya,” jelas Mike.

Sementara skala besar didefinisikan sebagai renovasi rumah sebagian atau keseluruhan yang biayanya bisa puluhan juta sampai ratusan juta. Mike mengatakan bahwa anggaran untuk skala ini seharusnya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari, karena biayanya tidak kecil. Jika tabungan tidak cukup, bisa mempertimbangkan opsi pinjaman jangka menengah.

Pada praktiknya, Mike menyarankan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan arsitek atau ahli yang berkompeten dalam merenovasi rumah, alih-alih memikirkannya sendiri. Selain bisa mengontrol biaya, tahapan konsultasi juga penting agar renovasi rumah tidak asal. Mike menjelaskan bahwa persoalan renovasi rumah tidak sekadar estetika, namun juga harus fungsional, mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan.

“Dalam hal memilih komponen bangunan, perabot, itu kan nggak boleh ngasal. Jangan asal pilih karena bagus saja, tapi apakah fungsional atau tidak, bahaya tidak untuk anak, misalnya. Perihal itu memang sebaiknya dikonsultasikan dengan yang ahli,” kata Mike.

 

 

 

Jangan asal pilih karena bagus saja, tapi apakah fungsional atau tidak.

Mike Rini
 

 

 

Buat Estimasi Anggaran

Agar bisa menghemat biaya saat renovasi rumah, arsitek independen Wulan Sari Puteri menyarankan agar pemilik rumah menentukan estimasi bujet yang akan dikeluarkan dan tentukan bagian mana yang akan direnovasi. Apakah mau direnovasi sampai fasad luar saja atau hanya bagian interiornya?

Jika memang ingin renovasi sampai fasad, lanjut Wulan, bisa menambah akses roster untuk bagian luarnya, tepat di samping area pintu masuk. Karena selain bisa mempercantik tampilan rumah, juga jadi area pemisah dari halaman depan rumah ke bagian luar. “Jadi untuk para bapak yang biasa ada tamu tapi mau sekalian chill bisa di bagian area teras depan, tanpa perlu terganggu orang luar,” kata arsitek lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Adapun jika ingin renovasi interior banyak alternatif yang bisa meningkatkan estetika rumah tanpa perlu mengeluarkan biaya fantastis. Misalnya jika ingin membuat rumah terkesan bersih, modern dan tidak monoton, bisa memilih tema warna putih dan abu-abu, atau bahkan bisa memilih furnitur yang terkesan tembus pandang.

Seiring perkembangan teknologi digital, banyak sekali lokapasar yang menyuguhkan furnitur unik dan menarik perhatian. Sayangnya banyak orang yang sering kali kalap belanja furnitur tanpa mempertimbangkan aspek fungsional dan keamanan.

Itulah mengapa penting sekali memiliki perencanaan dan mengkonsultasikannya kepada arsitek. “Untuk memastikan kita on right path, memang butuh tenaga profesional. Tapi, kalau kalian punya jiwa artistik yang gede, nggak ada salahnya buat coba renovasi sendiri, bisa jadi hasilnya oke seperti pakai tenaga profesional,” jelas Wulan.

Dia kemudian bercerita bahwa beberapa hari lalu, dirinya juga baru selesai merenovasi ruang tamu di rumahnya. Untuk biaya, dia membuat estimasi anggaran maksimal Rp 500 ribu. Mulanya dia berencana mau cat ulang, tapi setelah dianalisis itu tidak sesuai dengan anggaran.

“Kalau cat ulang kan harus pake tiner dulu buat kupas cat lamanya, itu butuh waktu dan tenaga terlalu banyak, mana satu sisi dinding butuh sekitar empat liter tiner, empat liter cat pelapis dan empat liter cat luarnya. Setelah dihitung-hitung tidak sepadan buat mengeluarkan sebanyak itu,” kata Wulan.

Akhirnya, setelah mencari alternatif lain, dia pun menjatuhkan pilihan pada wallpaper tempel 2D berkualitas bagus. Supaya ruang tamunya tertutupi oleh wallpaper, ia membutuhkan 10 roll yang berukuran 30x5 meter. Adapun agar tahan lama, dia juga membeli lem dan alat untuk meratakan wallpaper pas ditempelkan di dinding.

“Aku beli alat buat meratakan wallpaper-nya juga agar tahan lama. Eh ternyata bisa ditambah lem fox di bagian ujung atas dan ujung bawah biar tidak terkelupas. Karena kan kalau pasang wallpaper itu terkenal akan ketidaktahanannya, dan ternyata hal itu bisa ditepis dengan penggunaan lem fox di kedua ujung sisi,” jelas Wulan.

 

photo
Pembangunan apartemen (ilustrasi) - (dok INPP)

Saatnya Milenial Punya Properti

Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia mengindikasikan harga properti residensial tumbuh meningkat pada triwulan II 2021. Pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan II 2021 tercatat 1,49 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 1,35 persen (yoy).  

Lantaran itulah, jika belum memiliki properti seperti rumah atau apartemen, ada baiknya mulai memikirkan cara untuk memilikinya. Jika tidak dihuni sendiri, properti pun tetap layak untuk dijadikan salah satu instrumen investasi karena nilainya yang terus meningkat.

Presiden Direktur INPP Anthony Prabowo Susilo mengaku sangat yakin properti akan tumbuh kembali pada tahun ini. Untuk itu pula pihaknya memberi keringanan untuk masyarakat yang ingin memiliki properti khususnya apartemen. Ini terkait dengan rencana manajemen memberikan keringanan terkait jadwal pembayaran cicilan yang tadinya direncanakan pada 8 November 2021 menjadi 6 Desember 2021. 

PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) sendiri pekan ini mengumumkan dirinya sebagai pemegang saham pengendali baru baik secara langsung maupun tidak langsung dari PT Prospek Duta Sukses (PDS) dengan susunan direksi dan  dewan komisaris baru dan siap melanjutkan pengembangan Apartemen 45 Antasari. 

Pengumuman tersebut menyusul pengesahan proposal perdamaian antara debitur dan kreditur oleh majelis hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang dikuatkan dengan Putusan Mahkamah Agung. "Sebagai pengembang baru proyek 45 Antasari, saat ini kami telah mulai menghubungi para pembeli untuk menindaklanjuti perihal kepemilikan unit apartemen,'' ujar Anthony.

INPP menjelaskan rencana pembangunan Tower I akan dilaksanakan pada Juni 2022. Topping off direncanakan 12–18 bulan setelah pembangunan dimulai yaitu Juni–Desember 2023. Proses pembangunan Tower I dijadwalkan selesai dalam 30 bulan setelah pembangunan dimulai yaitu Desember 2024.  

Anthony optimis pihaknya dapat menyelesaikan proyek apartemen tersebut dan melanjutkan serah terima kepada konsumen tepat waktu karena didukung oleh manajemen INPP yang berpengalaman. 


×