Khazanah
Pemkot Bogor Renovasi Masjid At-Taqwa
Peletakan batu pertama renovasi Masjid At-Taqwa itu dilakukan oleh Wali Kota Bogor.
BOGOR-- Pemerintah Kota Bogor mengalokasikan anggaran Rp 2,68 miliar dari APBD Kota Bogor tahun 2021 untuk renovasi Masjid At-Taqwa di Komplek Balai Kota Bogor. Peletakan batu pertama renovasi Masjid At-Taqwa itu dilakukan oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya, di lokasi renovasi masjid, Rabu.
Bima Arya pada kesempatan tersebut mengatakan, Masjid At-Taqwa ini kapasitasnya sudah semakin terbatas, sedangkan jemaahnya, baik dari lingkungan Pemerintah Kota Bogor maupun dari luar, terus bertambah.
Menurut dia, rencana merenovasi bangunan masjid tersebut agar menjadi lebih luas dan lebih nyaman sebenarnya sudah ada agak lama, tapi baru terlaksana saat ini. "Semoga pelaksanaan renovasi masjid ini berjalan lancar sesuai dengan target, meskipun di tengah situasi pandemi COVID-19," katanya.Bima juga mengajak seluruh jemaah untuk meniatkan agar, pelaksanaan renovasi masjid tersebut dapat berjalan lancar. "Insya Allah mendapat ridho dari Allah SWT dan semoga kita selalu diberikan kesehatan," katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum Pemerintah Kota Bogor, Yadi Cahyadi, menambahkan, selama pelaksanaan renovasi, untuk sementara aktivitas di Masjid At-Taqwa dihentikan hingga renovasi selesai, demi keamanan dan keselamatan jemaah.Yadi menjelaskan, pekerjaan renovasi Masjid At-Taqwa ini akan menambah luas masjid sekitar 212 m2. Akan ada penambahan empat kubah dan mimbar akan ditempatkan di tengah.
"Jadi, ada perbedaan konsep penataan ruangan dari sebelumnya. "Rencana pekerjaan renovasi ini sekitar 150 hari," katanya,Menurut dia, luas Masjid At-Taqwa saat ini adalah 426,4 m2 dengan daya tampung jemaah di lantai bawah dan atas sekitar 500 jamaah. Setelah direnovasi daya tampungnya bisa bertambah 200 jemaah, menjadi sekitar 700 jamaah.
Sosialisasikan prokes
Dewan Masjid Indonesia (DMI) sejak tahun pertama pandemi Covid-19 sudah menyeru masjid-masjid di Tanah Air untuk ikut mengimbau masyarakat mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Di tengah lonjakan kasus Covid-19 saat ini, DMI kembali mengingatkan masjid-masjid untuk turut menyeru masyarakat menaati prokes.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DMI, Imam Addaruquthni, mengatakan, sudah lama DMI mengeluarkan edaran agar masjid-masjid rajin memantau, mengeluarkan maklumat, seruan dan imbauan, agar masyarakat menerapkan prokes dengan baik serta disiplin. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan sound system masjid.
"Masyarakat juga berkepentingan menjaga kesehatannya, dan masjid sebagai pusat masyarakat juga memang kita anjurkan (menerapkan prokes dan sosialisasi prokes)," ujar Imam kepada Republika, Selasa (29/6).
Ia menyampaikan, sejak awal pandemi, masjid-masjid telah menerapkan prokes untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19. Mereka menyiapkan penyanitasi tangan, masker, mengatur jarak jamaah, dan lain-lain.
Masjid-masjid juga diharuskan melakukan penyemprotan disinfektan, juga memberikan edukasi soal Covid-19 melalui sound system masjid. "Itu sumbangan atau peran serta masjid di dalam menanggulangi Covid-19, DMI juga menyerukan seperti itu," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta para tokoh agama dan pengurus rumah ibadah mendoakan Kota Surabaya agar terbebas dari Covid-19. Ia juga meminta para tokoh menyosialisasikan protokol kesehatan kepada jamaahnya.
Eri mengatakan, sudah menyampaikan permohonan itu kepada para tokoh agama dan pengurus rumah ibadah se-Kota Surabaya saat dialog virtual, Senin (28/6) malam. "Salah satunya yang kami sampaikan adalah minta tolong jarak antarumat pada saat beribadah diberi jarak 1,5 meter," katanya, Selasa (29/6).
Penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat di rumah ibadah, menurut dia, sangat penting mengingat varian baru Covid-19 penularannya cepat, sehingga kalau tidak kuat bisa langsung terpapar. "Jadi, silakan tetap beribadah, tetapi harus dijalankan protokol kesehatannya. Ini ikhtiar kami," ujar dia.
Selain itu, ia juga berharap pengurus rumah ibadah dari semua agama mendoakan warga Kota Surabaya yang terpapar Covid-19 supaya cepat sembuh dan Surabaya bisa segera terbebas dari Covid-19. Ia yakin doa dari para tokoh agama beserta umatnya akan dijawab oleh Tuhan yang Mahakuasa.
"Kami antisipasi penyebaran Covid-19 dengan ketakwaan yang penuh dan ikhtiar yang sungguh-sungguh. Insya Allah dengan ikhtiar dan doa yang kita panjatkan, seberat apapun cobaan ini akan segera bisa dilewati," ujarnya.
Eri yakin, Tuhan tidak mungkin memberikan cobaan melebihi kemampuan hamba-Nya. Itu artinya semua itu bisa terlewati dengan bergandeng tangan. Ia juga mengatakan, sengaja meminta tolong tokoh agama untuk mengingatkan masyarakat soal prokes karena suara mereka lebih gampang didengar oleh umatnya masing-masing. "Saya titipkan Kota Surabaya kepada mereka, insya Allah Surabaya bisa terbebas dari Covid-19.”
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
