
Internasional
Pasukan Militer Bakar Desa di Myanmar
Pasukan keamanan membakar sebuah desa di Myanmar tengah setelah bentrok dengan penentang junta
MAGWAY -- Pasukan keamanan membakar sebuah desa di Myanmar tengah setelah bentrok dengan penentang junta yang berkuasa. Bentrokan ini menyebabkan sedikitnya dua orang lanjut usia terbakar hingga meninggal dunia pada Rabu (16/6).
Menurut beberapa penduduk desa yang memberikan laporan, hanya sekitar 30 rumah yang tersisa dari King Ma pada Rabu. Sedangkan, sekitar 200 rumah menjadi tumpukan abu dan batu bata. Api cukup besar untuk direkam oleh sistem pelacakan api satelit NASA pada pukul 21:52 waktu setempat pada Selasa (15/6).
Penduduk desa menolak namanya disebutkan karena khawatir ditindak pemerintah. Berbicara dengan syarat anonim, dia mengatakan bahwa pasukan keamanan membakar setelah menghadapi lawan junta. Menurutnya, sebagian besar warga sudah meninggalkan desa sebelum tentara tiba dan melepaskan tembakan.
Warga tersebut mengaku yakin para tentara mencari anggota pertahanan desa yang didirikan untuk melindungi desa dari polisi dan tentara junta militer. Sebagian besar pasukan pertahanan desa dipersenjatai senjata berburu.
“Reports that the junta has burned down an entire village in Magway, killing elderly residents, demonstrate once again that the military continues to commit terrible crimes and has no regard for the people of #Myanmar."
Dan Chugg, British Ambassador pic.twitter.com/Rho9xbqJ8w — National Unity Government Myanmar (@NUGMyanmar) June 16, 2021
Pasukan pertahanan desa memberi peringatkan pada warga sebelum tentara tiba. Jadi hanya tinggal empat atau lima warga yang masih berada di dalam desa saat tentara melakukan penggeledahan.
Ketika mereka tidak menemukan apa-apa, para tentara itu membakar rumah-rumah warga desa. "Ada sejumlah hutan di dekat desa kami, sebagian besar dari kami mengungsi ke hutan," katanya.
Warga desa itu menjelaskan, dia yakin ada tiga korban, seorang anak laki-laki pengembala domba yang tertembak di paha, dan pasangan orang lanjut usia yang tidak bisa melarikan diri. Pasangan itu diyakini telah meninggal, tapi sejumlah media melaporkan mereka hilang.
Lantaran kejadian itu, warga tersebut pun mengaku tidak berani pulang ke desanya. "Kami pikir ini belum berakhir. Kami akan pindah ke desa lain. Bahkan, bila kami pulang ke desa kami, tidak ada tempat tinggal karena semuanya hangus," katanya.
Sementara itu, televisi pemerintah Myanmar MRTV menyebut bahwa 40 teroris membakar sebuah rumah di Kin Ma sehingga memicu kebakaran yang menyebar ke 100 dari 225 rumah di desa itu. Laporan itu menjelaskan, kebakaran tersebut terjadi di Kin Ma, sebuah desa berpenduduk sekitar 800 orang di Wilayah Magway pada Selasa.
Dikabarkan bahwa kobaran api disebabkan oleh teroris dan dengan sengaja merencanakan untuk mendiskreditkan militer.
#Myanmar military and villagers #trade accusations after houses razed | Mizzima Myanmar News and Insight https://t.co/xpSnLSCngn pic.twitter.com/sirWDmuj0O — Mizzima News (@MizzimaNews) June 17, 2021
Foto-foto yang diambil pada Rabu setelahnya menunjukkan kabut asap tipis di atas Kin Ma dari bara api di tanah yang menghitam. Papan kayu yang terbakar, lembaran logam, batu bata dan panci masak berserakan, dengan hanya beberapa pohon yang tersisa berdiri. Beberapa gambar menunjukkan bangkai hewan.
"Laporan bahwa junta telah membakar seluruh desa di Magway dan membunuh penduduk lanjut usia, menunjukkan sekali lagi bahwa militer terus melakukan kejahatan yang mengerikan dan tidak menghargai rakyat Myanmar,” kata kedutaan Inggris di Myanmar, yang mengutip duta besar Dan Chugg.
Kecaman Barat terhadap pemerintah militer telah berkembang atas penggunaan kekuatan terhadap lawan-lawannya. Namun Perserikatan Bangsa-Bangsa dan ASEAN tidak dapat mengambil sikap bersatu yang akan memberikan lebih banyak tekanan pada para pemimpin kudeta.
Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik mengatakan, pasukan keamanan telah membunuh sekitar 865 warga sipil sejak kudeta. Kelompok hak asasi manusia juga menuduh pasukan Myanmar membakar ratusan desa pada 2017 selama serangan yang mendorong sekitar 700 ribu minoritas Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.
Fire razes a Myanmar village, killing four elderly people. Residents of Kin Ma village in central Myanmar’s Magway region told RFA that military forces set the fire. pic.twitter.com/99sxfsBzoR — Radio Free Asia (@RadioFreeAsia) June 16, 2021
Pasukan keamanan telah membantah membakar dan dalam beberapa kasus menyalahkan Rohingya karena melakukannya. Hingga berita ini diturunkan junta militer belum memberikan komentar terkait insiden kebakaran di desa Kin Ma.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.