Mencuci tangan (ilustrasi) | Pexels/Cottonbro
26 May 2021, 13:51 WIB

Serius Menerapkan Kebersihan Diri

Pandemi membuat semakin banyak orang yang memerhatikan aspek kebersihan diri.

Pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi masyarakat untuk menerapkan gaya hidup yang lebih memperhatikan kebersihan. Pandemi juga telah mengubah paradigma kebersihan dan kesehatan. 

Kehadiran virus ini mempertegas pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat. Tak hanya kebersihan diri, higienitas lingkungan juga sangat memengaruhi kesehatan kita. Itu sebabnya, menjaga kebersihan dan kesehatan penting pada masa pandemi seperti sekarang ini.

Saat ini banyak produk untuk perawatan kesehatan yang mengandung pembunuh kuman, bakteri, bahkan virus. Desinfektan banyak digunakan untuk membersihan ruangan dan berbagai permukaan benda. Namun, penggunaan yang efektif dengan harga terjangkau saat ini jadi kebutuhan utama.

Perencana keuangan Prita Ghozie mengatakan, pada masa sulit ini, cermat mengelola keuangan semakin penting. “Agar keuangan keluarga tetap sehat dan stabil, selain mengutamakan manfaat kebersihan dan kesehatan dalam pengeluaran juga disarankan memilih produk dengan efisiensi biaya sebagai inisiatif yang perlu dilakukan setiap rumah tangga,” katanya.

Terkait

Demikian juga untuk memilih produk pembersih pakaian dan masker, tentu perlu dilihat nilai keekonomisannya. Apalagi, saat ini membersihkan pakaian dan masker yang mudah terpapar virus, bakteri, dan kuman penting dilakukan, terutama setelah dari luar rumah.

Harga terjangkau dan dilengkapi inovasi daya bunuh bakteri dipilih Wings Group lewat SoKlin Antisep. Detergen berteknologi O2 Active Power ini mampu membunuh virus, bakteri, dan kuman pada pakaian tanpa merusak warna dan serat kain.

Marketing Manager Fabric Care Wings Group Joanna Elizabeth Samuel mengatakan, selain harganya terjangkau, produk ini punya proteksi ganda dan harum. "Detergen ini memberikan proteksi untuk pakaian keluarga dalam satu langkah mencuci. “Moms tidak perlu merendam pakaian ke cairan disinfektan terlebih dahulu sebelum mencucinya dengan detergen,” ujarnya pada konferensi pers virtual, beberapa waktu lalu.

Joanna mengingatkan, virus dan kuman selalu ada di sekitar kita. "Ini jadi momentum untuk menerapkan gaya hidup yang lebih memperhatikan kebersihan, tak terkecuali pakaian. Perubahan kecil yang kita lakukan dapat mewujudkan perlindungan besar karena keluarga sangat berharga,” ujar Joanna.

 
Ini jadi momentum untuk menerapkan gaya hidup yang lebih memperhatikan kebersihan, tak terkecuali pakaian.
JOANNA ELIZABETH SAMUEL
 

Kebersihan pakaian menjadi salah satu perhatian Melaney Ricardo. Artis ini pernah terinfeksi Covid-19 dan khawatir menularkannya ke anggota keluarga lainnya. “Selain hidup sehat dan bersih, aku juga mulai beralih fokus ke produk-produk yang dapat memberikan proteksi dari virus dan bakteri. Karena aku semakin sadar, kesehatanku dan keluarga sangat mahal dan berharga,” kata dia.

Dia mengaku SoKlin Antisep jadi pilihannya karena selain berfungsi sebagai desinfektan, detergen ini tak merusak baju. "Nggak perlu repot dan bingung takaran lagi. Mencuci jadi lebih mudah, cukup satu langkah, pakaian bersih terdisinfeksi, freshlagi.”

Produk detergen lain yang juga terjangkau, tapi efektif membersihkan kuman dihadirkan oleh PT Kao Indonesia lewat produk Attack Jaz1 Detergel. Vice President Marketing PT Kao Indonesia, Susilowati mengatakan, detergen ini dapat menghemat dana hingga Rp 852 setiap kali mencuci. “Kan lumayan uangnya hemat bisa untuk beli yang lain,” kata dia.

Menurut dia, detergen ini lebih hemat karena bertekstur gel, lima kali lebih kental, dan cepat larut. Selain mampu meron tokkan noda, juga aman dan lembut untuk tangan. "Selain itu, hasil cuciannya juga ramah lingkungan."

Artis Ashanty Hermansyah juga mengaku sangat memperhatikan kebersihan dan kesehatan suami dan anak-anak, salah satunya pada pakaian. “Mesin cuci jalan terus dan otomatis berpengaruh pada finansial kan,” ujarnya. Oleh karena itu, ia mengaku memilih produk yang dapat menghemat pengeluarannya itu. 

Tetap Lindungi Keluarga

photo
Pandemi membuat orang harus semakin memerhatikan kebersihan diri. (ilustrasi) - (Pexels/Nandhu Kumar)

Saat ini, kondisi pandemi Covid- 19 di Indonesia sempat mengalami penurunan beberapa pekan lalu, tapi kini mengalami kenaikan berdasarkan data terbaru. Apalagi dengan contoh tsunami Covid-19 di India, semua masyarakat di dunia, termasuk Indonesia, harus meningkatkan kewaspadaannya.

“Ini pengingat kita semua, bagaimana menegakkan protokol kesehatan lagi dan menjaga kebersihan,” kata praktisi kesehatan dr Fala Adinda dalam acara Maxkleen Media Virtual Gathering, beberapa waktu lalu. 

Menurut dia, higienitas pribadi dan rumah, termasuk kebersihan pakaian, perlu menjadi perhatian setiap orang. Itu sebabnya, masyarakat harus lebih cermat dalam memilih produk perawatan rumah tangga yang mampu melindungi keluarga dari virus, bakteri, dan kuman yang menempel di pakaian.

Berdasarkan data yang diperoleh survei Jakpat pada 2020, sebanyak tujuh dari 10 orang Indonesia setuju bahwa Covid-19 memengaruhi gaya hidup mereka, salah satunya mengenai makna higienitas. Masyarakat pun mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk kebersihan, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga.

Hal itu dibuktikan melalui data yang dilansir dari Google Year in Search 2020, terjadi lonjakan pencarian kata kunci detergen sebesar 26 persen di Indonesia pada tahun lalu. Hal itu menunjukkan, kebutuhan masyarakat Indonesia akan produk pembersih baju terpercaya yang mampu melengkapi kebutuhan dan bisa menjaga higienitas kian meningkat.

 
Kebutuhan masyarakat Indonesia akan produk pembersih baju terpercaya yang bisa menjaga higienitas kian meningkat.
 
 

Kebutuhan masyarakat pada produk kebersihan itulah yang membuat Wipro Unza Indonesia menghadirkan Maxkleen pada 2020. Hadirnya produk perawatan rumah tangga antibakteri dari Maxkleen iin, kata CEO Wipro Unza Indonesia Amit Dawn, merupakan bentuk upaya membantu masyarakat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. 

Termasuk untuk diri mereka sendiri. “Kami berharap seluruh keluarga Indonesia tetap menjaga kebersihan dan kesehatan. Maxkleen adalah jenama global untuk perawatan rumah tangga,” ujarnya. 

Rangkaian produknya seperti Air&Surface Sanitizer, All in One Disinfectant Liquid, dan Detergen cair antikuman. “Maxkleen pun berkomitmen membantu masyarakat Indonesia dalam menjaga higienitas rumah dan seisinya, termasuk baju yang kita pakai sehari-hari,” ujar Direktur Marketing Wipro Unza Indonesia Ni Made Sri Andani.

Dia mengatakan, detergen cair ini efektif membunuh kuman, menghilangkan noda membandel, dan wangi yang disukai para ibu. Bentuknya yang cair, dia melanjutkan, membuat detergen ini mudah larut dalam air, tidak meninggalkan residu, dan relatif lembut di tangan. Maxkleen Antibacterial Agent punya dua varian, yaitu Anti-Odor penghilang bau dan Color Protection pelindung warna pakaian. 

Kebersihan Diri Kala Datang Bulan 

Sensus Penduduk 2020 menunjukkan 11,5 juta kaum perempuan Indonesia saat ini berada di kelompok usia 10-14 tahun, masa dimana mayoritas remaja perempuan mengalami menstruasi pertama (menarke). Namun sayangnya, hanya 63 persen remaja perempuan yang sungguh memahami apa yang terjadi ketika menarke dan hanya 55 persen yang merasa siap. 

Selain itu, kesadaran mereka akan perilaku hidup bersih dan sehat saat menstruasi juga masih relatif rendah. Tercatat, ada satu dari dua remaja perempuan yang tidak mengganti pembalut mereka setiap empat hingga delapan jam, serta tidak mencuci tangan mereka dengan sabun sebelum dan sesudah menggantinya. 

Merespons kondisi tersebut dan untuk turut merayakan Hari Kebersihan Menstruasi Sedunia (World’s Menstrual Hygiene Day) yang diperingati setiap 28 Mei, PT Johnson & Johnson Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) memberikan edukasi manajemen kebersihan menstruasi kepada 200 remaja perempuan, 10 orang tua, dan 20 guru dari Jakarta dan Bandung.

Program ini digelar melalui bincang inspiratif bertajuk “WiSTEM2D Talk: Let’s Start the Conversation About Menstruation!” yang digelar pada Selasa (25/5). Inisiatif ini diharapkan dapat membantu remaja perempuan memiliki pemahaman lebih baik mengenai kesehatan reproduksi sejak dini sehingga mampu mempraktikkan pola hidup sehat dan bersih saat menstruasi.

Devy Yheanne selaku Country Leader of Communications and Public Affairs PT Johnson & Johnson Indonesia mengungkapkan, bersamaan dengan berbagai inovasi perawatan kesehatan, tradisi ini juga hadir dalam wujud inisiatif pendidikan WiSTEM2D (Women in Science, Technology, Engineering, Math, Manufacturing, and Design) yang memberdayakan perempuan muda lewat edukasi di enam bidang tersebut.

“WiSTEM2D Talk hari ini dihadirkan untuk menyediakan wawasan berbasis sains yang dapat menjawab berbagai keraguan remaja perempuan seputar manajemen kebersihan menstruasi,” ujarnya. 

photo
Kegiatan virtual WiSTEM2D Talk: Let’s Start the Conversation About Menstruation! yang digelar untuk memperingati Hari Menstruasi Sedunia setiap 28 Mei - (Dok Johnson & Johnson )

Menstruasi, Devy melanjutkan, tampaknya juga belum menjadi isu lumrah dibicarakan masyarakat Indonesia. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia pada 2017 mengindikasikan satu dari lima remaja perempuan tidak pernah berdiskusi seputar menstruasi dengan orang dewasa sebelum mengalami menarke.  

Selain itu, 41 persen remaja perempuan memilih merahasiakan bila sedang menstruasi guna menghindari rasa malu dan takut terhadap orang lain di sekolah, terutama remaja laki-laki. Bahkan, hal ini menjadi salah satu alasan yang menyebabkan satu dari enam remaja perempuan terpaksa tidak masuk sekolah selama sehari atau lebih saat mereka sedang menstruasi. 

Menurut Dewan Nasional Prestasi Junior Indonesia, Natalia Soebagjo, pengetahuan yang kurang memadai mengenai menstruasi telah membatasi partisipasi dan prestasi remaja perempuan di sekolah. Edukasi manajemen kebersihan menstruasi ini perlu digalakkan guna kepercayaan diri untuk mendobrak batasan serta memiliki peluang tanpa batas mencapai potensi diri terbaik. 

WiSTEM2D Talk perdana khusus untuk topik ini menghadirkan tiga pakar untuk memberikan pemahaman komprehensif seputar manajemen kebersihan menstruasi dari perspektif kesehatan dan psikologis. Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr Damarizqa Dara Sjahruddin menjelaskan, remaja perempuan harus dibekali bagaimana siklus menstruasi yang normal dan cara menangani menstruasi yang bersih dan sehat.

 
Ajak mereka terbuka apabila mengalami hal yang tidak normal saat menstruasi,
 
 

Misalnya, dengan memakai pembalut berdaya serap baik, mengganti pembalut berkala, serta mencuci tangan yang bersih sebelum dan sesudah mengganti pembalut. “Ajak mereka terbuka apabila mengalami hal yang tidak normal saat menstruasi,” ujarnya. 

Psikolog anak dan remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo memaparkan, edukasi menstruasi sangat menentukan kesehatan reproduksi perempuan ke depannya. Penting bagi remaja perempuan untuk memahami menstruasi. 

Mulai dari bagaimana menjaga kebersihan menstruasi dan apa implikasi dari tanggung jawab seksual di dalamnya. “Orang tua dan guru di sekolah perlu menyadari meski menstruasi merupakan hal lazim yang terjadi, tetapi menyikapinya tidak bisa dianggap hal yang remeh,” ia mengingatkan. 

 
Edukasi menstruasi sangat menentukan kesehatan reproduksi perempuan ke depannya. 
VERA ITABILIANA HADIWIDJOJO S Psi, Psikolog
 
 


×