Syekh Ali Jaber. | Republika/Muhammad Fauzi Ridwan
22 Sep 2020, 03:10 WIB

Menag: Penikam Syekh Ali Jaber Harus Diproses Hukum

Aparat jangan mudah menyimpulkan penikam Syekh Ali Jaber gila

JAKARTA — Menteri Agama Fachrul Razi meminta masyarakat memercayakan penanganan perkara penganiayaan Syekh Ali Jaber kepada hukum. Polri yang kini menangani kasus tersebut menghimpun keterangan saksi dan barang bukti untuk mengusut kasus ini hingga tuntas. 

"Saya sangat prihatin dengan peristiwa yang menimpa Syekh Ali Jaber. Penusukan itu perbuatan kriminal dan pelakunya harus ditindak secara hukum dengan adil," tegas Menag di Jakarta, Senin (14/09).

Menteri Agama mengecam tindakan penusukan Syekh Ali Jaber, karena hal tersebut merupakan bentuk kejahatan terhadap ulama yang menjadi sorotan masyarakat luas. Ulama merupakan panutan dan teladan masyarakat. Ketika mereka diserang, maka masyarakat akan marah.

Menag mengapresiasi langkah cepat aparat menangkap pelaku. Setelah aksi penganiayaan terjadi, pelaku langsung diamankan penyidik Polri.

Terkini

Menag minta agar kasus tersebut diusut hingga tuntas. "Percayakan penyelesaian kasus ini pada aparat. Masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi," ujarnya.

Menurut Menag, dakwah adalah kegiatan positif untuk mencerahkan masyarakat dalam menjalani kehidupan beragama, bermasyarakat, dan berbangsa secara baik, damai, dan didasari semangat kerukunan. Keamanan terhadap aktivitas berdakwah Islam rahmatan lil alamin harus dijamin negara.

Hal ini juga sejalan dengan ikhtiar dan komitmen Kemenag untuk merawat kerukunan umat beragama. "Ajaran agama tidak membenarkan segala bentuk tindak  kekerasan, atas nama apapun dan terhadap siapapun, termasuk atas nama agama, atau terhadap penceramah agama," tandasnya.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Kemanan, Mahfud MD, meminta seluruh aparat untuk menjamin keamanan para ulama yang melakukan dakwah. Menurut Mahfud, pemerintah menjamin kebebasan ulama untuk terus berdakwah.

photo
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukkam) Mahfud MD - (ANTARA FOTO)

 

 

Saya menginstruksikan agar semua aparat menjamin keamanan kepada para ulama yang berdakwah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan di era Covid 19

 

MAHFUD MD, Menkopolhukam
 

"Pemerintah menjamin kebebsan ulama untuk terus berdakwah amar makruf nahi munkar dan saya menginstruksikan agar semua aparat menjamin keamanan kepada para ulama yang berdakwah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan di era Covid 19" ujar Mahfud melalui pesan singkat.

Hal tersebut ia sampaikan terkait dengan kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jaber di Lampung pada Ahad. Mahfud menginstruksikan aparat keamanan di Lampung untuk lekas mengusut dan mengungkap kasus itu. Mahfud menilai, pelaku penusukan adalah musuh kedamaian dan perusak kebersatuan.

"Aparat keamanan Lampung supaya segera mengumumkan identitas pelaku, dugaan motif tindakan, dan menjamin bahwa proses hukum akan dilaksanakan secara adil dan terbuka," ungkap Mahfud.

Mahfud menjelaskan, Syekh Ali Jaber adalah ulama yang banyak membantu pemerintah dalam amar makruf nahi munkar dalam kerangka Islam sebagai rahmat dan sumber kedamaian di dunia. Selama ini, kata dia, Syekh Ali Jaber selalu berdakwah sekaligus membantu satgas Covid-19 dan BNPB untuk menyadarkan umat agar melakukan sholat di rumah pada awal-awal peristiwa Corona.

Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto memastikan kegiatan dakwah atau syiar agama syekh Ali Jaber di wilayahnya akan tidak akan terhenti. Ia menyebut, agenda syekh Ali akan tetap berlanjut hingga programnya di provinsi ini selesai.

"Hal-hal terkait kegiatan syekh Ali Jaber di Lampung tetap berlangsung sebab pemerintah menjamin kebebasan berdakwah asalkan sesuai protokol kesehatan yang berlaku," kata Kapolda Purwadi Arianto, di Mapolresta Bandarlampung, Ahad (13/9) malam.

Selain itu, menurut Purwadi, pihaknya pun akan memfasilitasi keamanan syekh Ali saat berdakwah. Ia menyebut, kegiatan syekh Ali di Lampung tetap berjalan hingga selesai di sini karena kondisi fisiknya juga masih sehat.

"Kami akan memfasilitasinya," tegasnya.

Bahkan, menurut Purwadi, pascaperistiwa penikaman tersebut, syekh Ali langsung melanjutkan program dakwahnya di tempat lain di Kota Bandarlampung. Purwadi menegaskan bahwa pascakejadian penyerangan tersebut, pihaknya akan lebih memperketat penjagaan, baik itu acara yang tertutup maupun terbuka guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan seperti ini terulang kembali.

"Di tempat kejadian perkara pun sebenarnya sudah ada aparat yang berjaga, namun memang pada acara tersebut pelaku secara tiba-tiba menyerang korban," kata dia.

 

Kronologi

photo
Syekh Ali Jaber memberikan tausiyah tentang bulan Ramadhan kepada ratusan karyawan Elcorps di kantor Elcorps kawasan Cibaligo, Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (23/5). Perusahaan bisnis produk Muslim, Elcorps, menggelar kegiatan Welcoming Ramadhan dengan tema Amazing Ramadhan: Kobarkan Semangat, Raih Kemenangan untuk menyambut bulan puasa - (Republika/Muhammad Fauzi Ridwan)

Pendakwah Syekh Mohammad Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal saat berceramah di Masjid Falahuddin, Jalan Tamin, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Kota Bandar Lampung, Ahad (13/9) petang. Syekh Ali menderita luka tusuk di lengan kanan bagian atas.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah jamaah dan pihak kepolisian diperoleh kronologi penusukan terjadi saat Syekh Ali Jaber belum lama membuka kajian dalam acara Wisuda Tahfidz Quran tersebut. Seorang lelaki tanggung menaiki panggung acara sambil membawa sajam dan mengincar perut Syekh Ali Jaber.

"Penusukan tersebut terjadi berawal dari Syekh Ali Jaber yang ingin memberikan hadiah kepada anak kecil yang bisa membaca Al-Fatihah dengan benar," kata warga Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjung Karang Barat (TKB), Bandarlampung, Andika, Ahad.

Andika menjelaskan, ketika anak yang dipanggil ke atas panggung tersebut mampu membacakan surat Al-Fatihah dengan benar, Syekh Ali Jaber berniat memberikan hadiah kepada anak tersebut sehingga ditanya olehnya apakah anak tersebut ingin sepeda ataupun yang lainnya.

"Kemudian anak tersebut turun panggung ke ibunya untuk bertanya kepada ibunya dan naik lagi ke panggung dan memberitahu Syekh Ali Jaber dia ingin sepeda," jelasnya.

Setelah itu, spontan Syekh Ali Jaber memanggil ibu anak tersebut untuk naik ke panggung dan meminjam ponsel si ibu untuk berfoto bersama.  Namun, karena ponsel orang tua anak tersebut tidak bisa menyimpan gambar, maka Syekh Ali ingin meminjam ponsel jamaah lainnya.

"Nah, saat Ali Jaber mencoba meminjam handphone itu, pelaku penusukan tersebut lari dari arah sebelah kanan langsung naik ke panggung dan menusuk syekh. Tusukannya di lengan sebelah kanan," kata Andika.

Melihat gelagat lelaki yang tidak dikenal naik panggung, Syekh Ali Jaber langsung mengelak. Namun, Syekh Ali Jaber tetap terkena tusukan di bagian tangan. Dalam kondisi tangan berdarah, Ali kemudian dibawa jamaah ke puskesmas terdekat.

“Jamaah langsung membawa Syaikh Ali Jaber ke Puskesmas Gedong Air. Ada bekas darah jahitan di tangan kanannya,” kata Rudi, salah seorang jamaah Masjid Falahuddin.

Adapun, pelaku langsung ditangkap oleh jamaah yang lain. Aparat kepolisian langsung mengamankan pelaku ke pos polisi terdekat untuk menghindari amuk massa.

Kapolsek Tanjungkarang Barat AKP David Jackson membenarkan pelaku langsung ditahan petugas, setelah diamankan para jamaah sesaat kejadian. “(Pelaku) sudah diamankan,” katanya.

Insiden penusukan tersebut mengejutkan jamaah yang hadir pada acara Wisuda Alquran tersebut. Sebagian jamaah berteriak, terutama para ibu-ibu dan remaja putri yang menyaksikan perisitwa di panggung kehormatan tersebut.

“Tiba-tiba saja lelaki itu naik panggung dan menghunuskan pisaunya ke arah syekh. Semua terkejut histeris,” kata Wati, jamaah remaja putri.

Syekh Ali Jaber mengatakan, peristiwa berawal saat dirinya baru saja meminta seorang anak untuk maju ke atas panggung. "Acara baru awal, saya panggil anak 9 tahun untuk tes bacaannya karena itu acara wisuda hafalan Al Quran, ketika selesai keluarga minta foto. Saat itu, ada seseorang pemuda lari ke atas panggung," ujarnya.

Syekh Ali Jaber melanjutkan, beruntung saat itu dirinya sempat menangkis tusukan pemuda tidak dikenal itu. "Alhamdulillah, saya sempat melihat, kalau tidak mungkin tusukan bisa kena leher atau dada saya," katanya.

Bekas tusukan senjata tajam di bahu kanan Syaikh Ali Jaber terpaksa dijahit oleh petugas Puskesmas Gedong Air, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung. Menurut, pihak Puskesmas Gedong Air, kondisi Syekh Ali Jaber sehat dan langsung diamankan ke tempat lain seusai lukanya mendapatkan jahitan.

Pihak kepolisian tengah mendalami kasus penusukan Syekh Ali Jaber. Kabid Humas Polda Lampung Komisaris Besar Polisi Zahwani Pandra Arsyad, menyebutkan, pelaku berinisial AA berusia sekitar 20 tahunan.

"Polisi tengah menyelidiki motif pelaku melakukan penikaman terhadap pendakwah kondang tersebut," kata Zhawani.

Menurut Pandra, pelaku merupakan warga sekitar dan saat ini polisi telah mengamankan tersangka beserta barang bukti. "Masih dimintai keterangannya atas motif penusukan terhadap penceramah asal Madinah tersebut, dalam waktu 1x24 jam," ujar Pandra.

Penyidik mendatangkan seorang dokter spesialis kejiwaan dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kurungan Nyawa, Lampung, untuk memeriksa kejiwaan pelaku. Hasil pemeriksaan dokter tersebut akan menjadi dasar keterangan saksi. Dia mengatakan, dokter spesialis kejiwaan tersebut sedang melakukan observasi dengan melakukan pemeriksaan awal terhadap pelaku.

Setelah sempat viral foto dan nama terduga pelaku penusukan Syekh Ali Jaber, akun Instagram bernama @andrian_alfin dihujani caci maki warganet, Ahad (13/9) malam. Namun, akun ini belum terkonfirmasi apakah benar milik pelaku yang kini diamankan di Polsek Tanjungkarang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Republika, Ahad malam, identitas pelaku bernama Alpin Andria bin M Rudi (26 tahun), dengan alamat rumah di sekitar Jalan Tamin, Sukajawa, Tanjungkarang Barat, tak jauh dari lokasi kejadian.

 

Jangan mudah menyimpulkan gila

Wakil Ketua DPR RI Bidang Politik Hukum dan HAM Azis Syamsuddin prihatin dan mendesak aparat kepolisian dapat segera membuka motif penyerangan terhadap  Syekh Ali Jaber. Peristiwa penyerangan ini merupakan hal yang sangat tercela dan tidak beradab.

"Kepolisian jangan mudah memberikan kesimpulan ‘gangguan kejiwaan’ terhadap pelaku " Kata Azis Syamsuddin di Jakarta, Senin (14/9).

Politikus Golkar asal Lampung itu meminta aparat kepolisian cepat dan tegas dalam melakukan investigasi kasus ini secara detail. Sehingga motif sesungguhnya dapat diketahui. Jika memang ada aktor-aktor di belakang pelaku, maka menurut dia wajib diungkap dan ditindak secara tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Wakil Ketua Umum Golkar ini mengharapkan peristiwa ini dapat dijadikan pembelajaran bagi aparat keamanan ke depanya dalam mengamankan kegiatan ceramah dan akan mengawasi jalannya proses penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian.

photo
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin - (ANTARA FOTO)

 

 

 

Saya mempertanyakan standar operasional pengamanan Syekh Ali Jaber, terlebih ini ulama besar

 

AZIS SYAMSUDDIN, Wakil Ketua DPR
 

"Saya mempertanyakan standar operasional pengamanan Syekh Ali Jaber, terlebih ini ulama besar," katanya. Dia meminta fungsi deteksi dini dan keamanan ke depannya dapat dilakukan dengan baik oleh kepolisian dan intelijen.


×