Rasulullah memberi apresiasi khusus atas dedikasinya di dunia perawatan.
Keberanian dan kecerdasan Asma’ binti Yazid ini jarang ditemui pada masa Nabi.
Kata-kata Miqdad mengalir laksana anak panah yang lepas dari busurnya, hingga merasuk ke dalam hati orang-orang mukmin.
Dhubaah Binti Zubair adalah salah satu sahabiyah yang banyak meriwayatkan hadis.
Khaulah lantas mengangkat tangannya dan berdoa dengan kesungguhan, penuh harap kepada Allah SWT, dan rasa kesedihan dalam hatinya.
Asy-Syifa bint Abdullah mampu membaca dan menulis sejak zaman jahiliyah.
Meski tidak dianugerahi penglihatan, Ibnu Ummi Maktum mendapat keistimewaan berupa kecintaan terhadap agama meski nyawa taruhannya.
Nabi Muhammad SAW menyebut Khalid bin Walid sebagai salah satu pedang Allah Ta’ala.
Orang yang paling peduli dan paling siap membantu mereka yang miskin adalah Ja'far bin Abi Thalib
Zaid menguasai bahasa Ibrani, baik lisan maupun tulisan.
Kematian ayahnya menjadi sebab turunnya hukum waris.
Abdullah bin Rawahah tampil membawa pedang ke medan tempur Badar, Uhud, Khandaq, Hudaibiyah, dan Khaibar.
Setiap hari, Khubaib bin Adi harus menerima siksaan.
Ummu Haram meminta didoakan oleh Rasulullah agar bergabung dengan pasukan Muslim.
Rasulullah menyebut ia mendengar langkah kaki Ummu Sulaim di surga karena ketakwaannya.
Pemikiran Ibn Abbas jernih sehingga mampu merekam seluruh tingkah laku dan perkataan Rasulullah hingga akhir hayat.
Ketika sakratul maut datang, dalam kepedihan yang tak tertahankan, Habib tetap mempertahankan syahadatnya.
Atiqah sempat menikah empat kali dengan pria-pria terbaik dari generasi awal Islam.
Catatan-catatan Alquran yang direkam Ummu Waraqah jadi rujukan Zaid bin Tsabit.
Hudzaifah banyak meriwayatkan hadis karena kedekatan secara personal dan spiritual dengan Rasulullah SAW.
Kisah Ulama Thailand Mengislamkan Kerajaan Buton
Konversi masyarakat Buton ke dalam Islam diperkuat kemunculan mitos-mitos Islam.
MH Thamrin Dalam Perjuangan Indonesia Merdeka
Tokoh Betawi ini menjadi yang pertama gunakan bahasa Indonesia dalam sidang Volksraad.
Lawatan Sjafruddin Prawiranegara di Sumpur Kudus
77 tahun pemerintahan di Rimba Sumatra.
