Pilihan perjalanannya antara wilayah Spanyol, Eropa Barat, dan Eropa Timur.

Eropa menjadi benua yang memantik minat para penjelajah sejak dahulu. Benua biru ini punya keindahan dan keberagaman tersendiri. Dengan waktu tempuh belasan jam dari Nusantara,  wilayah ini menjadi destinasi wisata yang mulai diburu banyak pelancong Muslim dari Tanah Air.

 

Salah satunya Permata Okta. Perempuan ini menjelajahi wilayah Eropa Barat bersama beberapa temannya pada Agustus tahun lalu. Okta memilih menggunakan jasa biro perjalanan untuk lebih memudahkan dan menghindarkan dia dari hal-hal yang tidak diinginkan.  "Kalau pakai travel kita kan tidak perlu lagi mikir makan gimana, tidur di mana, terus mau ke mana saja. Lebih aman daripada backpackeran. Sudah terjamin semuanya, termasuk visa," ujarnya beberapa waktu lalu.

 

Untuk melakukan perjalanan ke Eropa ini, ia menabung sejak setahun sebelumnya. Ia sadar jika biaya yang harus dikeluarkan jauh lebih besar dari jalan-jalan di wilayah Asia atau Australia. Pun waktu yang dibutuhkan juga lebih panjang.  Wanita berusia 28 tahun ini memilih perjalanan yang memawakan waktu 12 hari agar lebih puas.

 

Untuk biaya, ia menyiapkan sekitar Rp 35 juta untuk perjalanan itu. Bujet ini untuk jaga-jaga akan kebutuhan mendadak saat berada di sana. Selama perjalanan itu, Okta mengunjungi beberapa negara, seperti Amsterdam, Swiss, dan Frankfurt. Di tempat ini ia belajar mengenai sejarah-sejarah yang serta bangunan-bangunan yang dianggap bersejarah dan memiliki nilai.  "Suasananya beda dari Indonesia. Meski Islam di sana minoritas, tapi bukan berarti nggak bisa makan dan shalat. Sudah ada masjid dan mushala yang dibangun jadi bisa aman untuk ibadah," lanjutnya.

 

Selama perjalanan menggunakan travel, ia merasa mendapatkan banyak ilmu baru dari informasi yang diberikan oleh sang tour guide. Tidak hanya menceritakan tentang sejarah lokasi yang didatangi, tapi terkadang diselipkan pula sejarah Islam yang pernah terjadi di wilayah-wilayah itu. "Itu enaknya pakai travel," candanya.

 

General Manager ESQ Tours & Travel, Muhammad Solihin, menyebut market wisatawan Indonesia yang ke Eropa memang ada. Setiap bulannya ada dua hingga tiga kelompok yang berangkat. Pilihan perjalanannya antara wilayah Spanyol, Eropa Barat, dan Eropa Timur.  "Kebanyakan wisatawan milih yang ke Spanyol karena di Spanyol juga banyak cerita sejarahnya. Ini menjadi daya tarik sendiri untuk sejarah peradaban Islam, cerita-ceritanya. Baru pilihan kedua ke Eropa Barat," ujarnya.

 

Di ESQ Tours & Travel, biaya perjalanan ke Eropa dipatok dengan kisaran Rp 40 juta, ini mengikuti pergerakan kurs rupiah dengan euro. Waktu perjalanannya pun dibuat panjang selama 12 hari karena untuk sampai ke lokasi sudah memakan waktu satu hari sendiri.  Mengenai siapa yang akan menjadi pembimbing perjalanan, travel ini menyediakan dua orang. Satu dari pihak travel sendiri, biasanya akan mengisi perjalanan dengan kisah-kisah sejarah peradaban Islam.

 

Sementara, lainnya dari local guide yang beragama Muslim. Ia lebih akan bercerita mengenai kondisi wilayah yang sedang didatangi, seperti jumlah penduduk dan kebiasaan penduduk lokal.  Untuk masalah makanan, Solihin mengaku di wilayah Spanyol sudah banyak tersedia restoran dan makanan halal. Namun, untuk wilayah Eropa Barat, pihaknya akan bekerja sama dengan WNI yang tinggal di sana. Makanan akan disediakan oleh mereka dalam bentuk boks dan diserahkan kepada pelancong di tengah-tengah perjalanan.

 

"Orang Indonesia ini pada dasarnya religius, mereka jadi takut kalau ke tempat baru yang minoritas Islam, kondisinya bagaimana. Mereka sama sekali tidak tahu tentang kondisi di lapangan. ESQ Tours & Travel sendiri awal 2012 mengenalkan wisata halal ke Eropa. Mulai dari situ ternyata banyak yang berminat, dan travel-travel lain juga mulai membuat konsep serupa," ucap dia.

Kebanyakan wisatawan milih yang ke Spanyol karena di Spanyol juga banyak cerita

sejarahnya.

ESQ Tours & Travel kini mulai membuka perjalanan ke wilayah Eropa Timur, termasuk Rusia. Pesertanya kebanyakan yang sudah pernah ke wilayah Eropa Barat dan ingin memperluas perjalanan ke arah Timur.

 

Tour Leader Wisata Halal Dunia, Dayan Surya, menyebut peminat wisata halal ke Eropa memang tinggi. Setiap bulannya ia bisa memberangkatkan dua kelompok. Ketika sedang musim mekarnya bunga tulip, perjalanan bisa dilakukan seminggu sekali.  "Memang banyak wisatawan yang memilih ke Eropa Barat dan Timur. Market-nya banyak yang ke sana. Malah untuk wilayah Asia seperti Jepang dan Cina itu cuma sesekali. Kalau Turki kan dibarengin dengan umrah," ucap Surya.

 

Dia menyediakan paket wisata halal ke Eropa  pertama pada 2016. Dari situ saja ia mengaku sudah mendapatkan 90 peserta dan perjalanan menggunakan dua bus. Sejak saat itu, permintaan perjalanan ke Eropa terus bermunculan.

 

Untuk masalah mendapatkan makan halal dan tempat ibadah, Surya meyakinkan bahwa kondisinya tidak seperti bayangan masyarakat yang takut akan merasa kesusahan. Sudah banyak bermunculan restoran-restoran halal dan masjid di bangun di Eropa yang notabene negara minoritas Muslim.

 

Surya menyebut ada tiga paket yang bisa dipilih oleh wisatawan. Pertama mini west Europe yang memakan waktu 7 hari dengan kisaran biaya Rp 21 juta. Kedua wilayah Eropa Barat secara penuh yang memakan waktu 10 hari dengan kisaran biaya Rp 28 juta. Terakhir perjalanan yang menempuh waktu 12 hari, ini biayanya lebih mahal mencapai Rp 31 juta.

 

"Tapi, biasanya wisatawan banyak yang memilih 10 hari saja. Kalau 7 hari dirasa kurang, 12 hari kelamaan. Nah yang 10 hari ini ada alternatif lainnya, paket ngebolang, lebih murah sekitar Rp 21 jutaan. Bedanya di makan yang tidak full tiga kali sehari. Kita cuma menyediakan sarapan, sisanya untuk siang dan malam bawa bekal," lanjutnya.

 

Untuk masalah biaya, ia mengaku para pengguna travel lebih suka menggunakan kisaran euro atau Dolar AS. Ini mengingat nilai kurs yang tidak menentu. Jika ada yang menggunakan kisaran rupiah, dia menjelaskan, ada estimasi terburuk karena kurs rupiah belum stabil.

Syalaby Ichsan

Redaktur

Zahrotul Oktaviani

Reporter

TUR HALAL

KE BENUA BIRU